DEMOKRASI LIBERAL : Pengertian, Ciri Ciri, Kelebihan, Kekurangan

Demokrasi Liberal – Saat ini, banyak Negara Negara di dunia yang lebih menganut sistem demokrasi liberal. Hal itu disebabkan karena sistem ini dianggap sebagai sistem demokrasi yang paling demokratis dengan berbagai keunggulan di dalamnya. Demokrasi liberal sendiri juga sangat cocok untuk diterapkan di era yang serba bebas dan milenial seperti sekarang ini.

Berbicara mengenai demokrasi liberal, ada banyak komponen dan cakupannya. Mulai dari dasar demokrasi liberal, ciri demokrasi liberal hingga kelebihan dan kekurangannya. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini akan diulas mengenai demokrasi liberal dan berbagai cakupannya.

Definisi Demokrasi Liberal

Demokrasi Liberal
Demokrasi Liberal

Demokrasi liberal merupakan suatu sistem dalam bidang politik pemerintahan yang sangat memfokuskan diri kepada otonomi serta kebebasan dari individu untuk melakukan progress dan kemajuan masing-masing, serta adanya pelindungan dari sisi hukum dan peran dari Negara yang bisa dibilang terbatas. Maka, Negara tidak begitu memiliki kekuasaan untuk mengatur dan menekan rakyatnya.

Di dalam kamus Oxford diterangkan bahwa demokrasi liberal merupakan suatu sistem pemerintahan yang sangat demokratis yang di dalamnya hak-hak serta kebebasan dari tiap individu diakui secara hukum serta mendapatkan perlindungan dan kekuatan dari sisi politiknya dibatasi oleh konstitusi.

Demokrasi liberal menjadi suatu sistem politik yang sangat mengedepankan aspek demokratis. Bentuknya sangat representatif dan sangat identik dengan perwakilan dari rakyat. Oleh karena itu, rakyat memiliki peran yang cukup signifikan dalam demokrasi liberal.

Secara prinsip, demokrasi liberal dilakukan dengan sangat bebas dan adil untuk pemilihan umum. Di dalam sistem ini, pemilihan umum menggunakan keterlibatan dari partai-partai. Sehingga, setiap rakyat yang sudah memiliki hak pilih dapat memilih pemimpinnya.

Sejarah Berkembangnya Demokrasi Liberal

Demokrasi Liberal
Demokrasi Liberal

Sejarah kemunculan demokrasi liberal sendiri dimulai sejak era pencerahan. Sebelum era pencerahan muncul, sistem dan doktrin politik yang menguasai berbagai Negara saat itu adalah sistem monarki absolut. Sistem ini kemudian memiliki keterkaitan yang cukup erat dengan sistem demokrasi liberal yang ada di era saat ini.

Karakteristik dari sistem monarki absolut adalah kekuasaan politik ada ditangan satu pemimpin. Dan kepemimpinan tersebut berdasarkan kepada kekrerabatan dan juga keturunan. Adapun kekuasaan yang dimiliki tidak ada batasnya. Sehingga memungkinkan seorang pemimpin Negara bertindak sewenang-wenang kepada rakyatnya.

Adapun demokrasi liberal sendiri adalah sebuah bentuk sistem baru yang melawan adanya sistem monarki absolut tersebut. Awal kemunculan dari demokrasi liberal ini adalah pada saat Abad Rasio datang dan ini mendorong kemunculan doktrin politik baru oleh para filsuf abad pencerahan. Adapun doktrin yan dicetuskan sebagai wujud perlawanan adalah liberalisme.

Liberalisme merupakans ebuah ideology yang mengarusutamakan kebebasan dan otonomi masing-masing individu. Salah satu wujud dari faham liberal ini adalah adanya kebebasan di dalam berfikir seperti berfikir tentang sosial dan juga politik. Manusia pada abad ini bebas untuk berfikir secara mandiri menggunakan akal mereka sendiri.

Sedangkan untuk sistem monarki saat itu, manusia tidak memiliki kebebasan individu. Kemudian seiring berjalannya waktu, muncul gerakan revolusi Prancis yang bermaksud menghapuskan sistem monarki yang dominan. Sehingga diharapkan dengan bergulingnya sistem monarki, kehidupan sosial dan politik manusia menjadi lebih setara dan bebas serta muncul yang namanya keadilan.

Kemudian, sejak abad ke 19 dan abad ke 20, ada berbagai gerakan revolusioner yang mampu mengubah beberapa Negara Eropa dan Amerika menjadi Negara dengan sistem demokrasi liberal. Akhirnya, sistem monarki pun menjadi lenyap dan sebagiannya berubah menjadi sistem monarki konstitusional.

Sesudah runtuhnya Uni Soviet, doktrin demokrasi liberal akhirnya menjadi paham politik yang sangat dominan dan menguasai. Bahkan, ada juga ilmuan yang menyatakan bahwa demokrasi liberal merupakan paham demokrasi yang hari ini banyak dianut oleh Negara-negara dunia.

Prinsip Prinsip Demokrasi Liberal

Demokrasi Liberal
Demokrasi Liberal

Demokrasi liberal memiliki beberapa prinsip utama. Di antaranya adalah prinsip kebebasan individu. Kebebasan individu memang sangat penting di dalam demokrasi liberal. Hal itu disebabkan karena kebebasan individu merupakan nilai dasar dari lahirnya manusia ke bumi ini. Adanya kebebasan individu akan mendorong sikap kritis, kreatif dan juga kaya inisiatif untuk kemajuan sebuah Negara.

Jika kreatifitas manusia tidak ditekan sedemikian rupa sebagaimana dalam sistem monarki, maka sistem pemerintahan juga akan semakin berkembang. Ide dari masyarakat juga akan semakin kaya dan mampu menjawab berbagai tantangan bangsa.

Prinsip dari demokrasi liberal berikutnya adalah adanya kontrak sosial. Kontrak sosial ini menurut seorang ilmuwan bernama Michael Margolis merupakan sebuah pandangan dari sisi politik yang terbilang liberal. Adanya kontrak ini memberikan hak kepada warna Negara. Selain itu, juga memberikan suatu pembenaran politis untuk terbentuknya lembaga-lembaga  yang mengedepankan sikap moderat dan adil.

Prinsip yang dianut oleh paham demokrasi liberal berikutnya adalah prinsip masyarakat pasar bebas. Dalam prinsip ini kehidupan setiap rakyat sangat ditentukan oleh adanya negosiasi. Adanya berbagai keputusan yang penting sangatlah ditentukan oleh pasar yang menganut kebebasan. Contohnya di sektor ekonomi dimana produk produk yang konsumtif ditentukan oleh mekanisme pada pasar bebas.

Ciri Ciri Demokrasi Liberal

Demokrasi Liberal
Demokrasi Liberal

Demokrasi liberal memiliki beberapa ciri-ciri jika diterapkan di dalam suatu pemerintahan. Berikut adalah beberapa ciri dari demokrasi liberal.

1. Paham yang Digunakan adalah Paham Demokrasi

Ciri pertama dari demokrasi liberal adalah memakai paham demokrasi di dalam menjalankan pemerintahan. Paham demokrasi tersebut kemudian akan dituangkan ke dalam konstitusi yang digunakan. Sehingga hukum dapat berjalan dengan baik sesuai dengan paham demokrasi dan Undang Undang yang ada.

2. Terdapat Perwakilan Rakyat

Di dalam sistem demokrasi liberal ada yang namanya perwakilan dari rakyat. Sehingga, rakyat atau perwakilannya memiliki peran yang penting dalam menjalankan sebuah Negara. Hal ini sekaligus dapat membatasi para penguasa dari segi kekuatannya. Sehingga, penguasa tidak akan bisa bertindak sewenang-wenang menurut kehendaknya sendiri.

3. Adanya Pembatasan kekuasaan Penguasa

Sebagaimana ciri sebelumnya, karena adanya peran rakyat dalam pemerintah. Maka kekuasaan penguasa menjadi terbatas. Semua pengambilan keputusan harus benar-benar berdasarkan kepada suara rakyat, bukan suara penguasa.

4. Konsentrasi Kekuasaan Tidak Hanya Satu Titik Saja

Kekuasaan sebuah Negara di dalam sistem demokrasi liberal tidak hanya berada pada satu titik saja. Melainkan beberapa titik. Hal ini memang relatif berbeda jika dibandingkan dengan pemerintahan presidensial yang fokus pemerintahannya ada pada satu titik. Adanya konsentrasi kekuasaan yang tidak satu titik ini menjadikan pengambilan keputusan lebih lambat.

5. Pengambilan Keputusan Berdasarkan kepada Mayoritas

Ciri lain dari demokrasi liberal adalah pengambilan suatu keputusan didasarkan kepada mayoritas. Sehingga, keputusan mayoritas tersebut harus diterima oleh semua elemen. Dan tidak ada yang bisa menolak karena sudah menjadi aturan yang demikian itu.

6. Fokus Kekuasaan Negara ada Pada Parlemen

Selanjutnya, di dalam demokrasi liberal, fokus kekuasaan Negara terdapat pada parlemennya. Sehingga, maju tidaknya semua Negara juga tergantung kepada parlemen. Bahkan, berdirinya hukum pun juga tergantung bagaimana parlemen menjalankan kekuasaan di Negara ini.

7. Adanya Sistem Voting untuk Pengambilan Keputusan

Untuk pengambilan keputusan, sistem yang dipakai dalam demokrasi liberal adalah sistem voting. Yang dimaksud dalam sistem voting adalah bagaimana sebuah pemilihan diambil suara yang paling banyak. Contoh nyata dari sistem voting adalah pemilu atau pemilihan umum, baik itu pemilihan presiden atau badan legistalif lainnya.

8. Pemimpin Dipilih oleh Rakyat

Ciri berikutnya dari demokrasi liberal adalah pemilihan pemimpin dilakukan oleh rakyat. Setiap rakyat memiliki hak untuk menentukan siapa pemimpin yang dipilih. Oleh karena itu, ada peraturan tersendiri terkait hak pilih tersebut yang dituliskan di dalam Undang Undang.

9. Adanya Kebebasan Memeluk Agama dan Kepercayaan

Ciri berikutnya dari demokrasi liberal adalah kebebasan memeluk agama dan kepercayaan bagi masing-masing individu. Oleh karena itu, Negara yang menganut sistem demokrasi ini tidak mungkin akan menjadikan agama sebagai dasar Negara.

Negara Negara yang Menganut Demokrasi Liberal

Demokrasi Liberal
Demokrasi Liberal

Dari Negara-negara yang terdapat di dunia ini, ada beberapa Negara yang menganut sistem demokrasi liberal. Bahkan Negara Negara tersebut hingga hari ini masih menganut demokrasi liberal. Demokrasi liberal juga telah terbukti mampu mendorong beberapa Negara untuk memajukan negaranya.

Adapun daftar Negara yang menganut sistem demokrasi liberal di antaranya adalah Benua Asia. Beberapa Negara dari Benua Asia ada yang menganut faham demokrasi liberal. Di antara Negara Benua Asia tersebut adalah India, Jepang, Taiwan, Korea Selatan dan Israel.

Selain Benua Asia, beberapa Negara di Benua Eropa juga ada yang menganut sistem demokrasi liberal. Adapun negra Benua Eropa yang termasuk di dalamnya adalah Islandia dan Switzerland. Adapun untuk Benua Amerika juga ada yang memberlakukan sistem demokrasi liberal.

Untuk Benua Amerika sendiri yang lebih condong kepada sistem ini adalah kawasan Amerika Utara seperti Kanada, Amerika Serikat, Meksiko. Ada juga kawasan Amerika Selatan yang meliputi Brazil, Argentina dan Chili.

Selain Benua Amerika, juga ada yang menerapkan demokrasi liberal seperti, Benua Australia dan Selandia Baru. Tidak hanya itu, kawasan Afrika Selatan juga menerapkan sistem demokrasi liberal dan masih berlaku hingga hari ini.

Kelebihan Demokrasi Liberal

Demokrasi Liberal
Demokrasi Liberal

Ada berbagai kelebihan dari sistem demokrasi liberal ini. Karena beberapa kelebihannya tersebut, sistem demokrasi ini akhirnya diterapkan di beberapa Negara. Berikut adalah kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh sistem demokrasi liberal.

Adanya Kebebasan yang Tinggi Bagi Individu

Kelebihan pertama dari demokrasi liberal adalah setiap individu memiliki kebebasan yang sangat tinggi. Sehingga, penegakkan Hak Asasi Manusia juga akan semakin ketat. Pelanggaran terhadap individu pun bisa dijerat oleh pasal. Sehingga, individu menjadi semakin bebas baik itu untuk bertindak atau memberikan aspirasinya.

1. Pendapatan Penduduk Menjadi Tinggi

Kelebihan berikutnya adalah tingkat pendapatan dari penduduk juga semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena roda ekonomi tidak begitu diatur ketat oleh pemerintahan. Para pengusaha bisa lebih bebas mengembangkan bisnis dan sebagainya. Itulah yang membuat tingkat pendapatan dari penduduk menjadi semakin tinggi.

2. Kekuasaan Pemerintah Tidak Disalahgunakan

Adanya demokrasi liberal memungkinkan tidak adanya penyalagunaan kekuasaan pemerintah. Karena di dalam demokrasi ini rakyat memiliki peran yang sangat penting. Bahkan, kekusaan pun berfokus kepada parlemen, sehingga semua bisa dikontrol dengan baik. Hal inilah yang dapat meminimalisir terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.

3. Kesiapan untuk Menang dalam Perang Lebih Tinggi

Karena di dalam demokrasi liberal semua berasal dari rakyat, maka akan ada kompetisi tersendiri saat pemilihan presiden, parlemen dan sebagainya. Oleh karena itu, mereka akan mempersiapkan kemenangan dengan lebih baik dan lebih tertata. Sehingga, Negara akan mendapatkan pemimpin yang terbaik.

4. Lebih Fokus Terhadap Rancangan Jangka Pendek Negara

Kelebihan selanjutnya dari sistem demokrasi liberal adalah fokusnya lebih kepada rencana jangka pendek saja. Sehingga, dengan begitu program-program yang ada akan dapat terealisasi dengan cepat dan maksimal. Dampak atau efek dari rencana tersebut juga bisa dirasakan secara langsung oleh rakyat.

5. Adanya Peningkatan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan

Kelebihan terakhir dari demokrasi liberal adalah teknologi semakin mengalami peningkatan. Hal ini karena masyarakat menjadi semakin leluasa untuk berinovasi dan berkarya. Selain dari sisi teknologi, juga ada peningkatan dari ilmu pengetahuan. Kebebasan yang ada mendorong kepada banyak orang untuk meningkatkan pengetahuan masing-masing.

Kekurangan Demokrasi Liberal

Demokrasi Liberal
Demokrasi Liberal

Selain memiliki berbagai keunggulan, demokrasi liberal tentu juga tidak luput dari yang namanya kekurangan. Ada beberapa kekurangan yang dimiliki oleh sistem demokrasi liberal. Berikut adalah penjelasannya.

1. Individualitas Semakin Tinggi

Kekurangan pertama yang dimiliki oleh demokrasi liberal adalah adanya tingkat individualitas yang semakin tinggi. Orang menjadi lebih terfokus pada diri mereka sendiri karena kebebasan yang dimiliki. Sehingga, rasa kekeluargaan dan gotong royong dalam berbagai hal menjadi berkurang karena adanya sistem ini.

2. Tidak Berfokus untuk Perencanaan Jangka Panjang

Sistem demokrasi liberal memang cenderung fokus kepada rencana jangka pendek. Hal ini merupakan kelebihan sekaligus kekurangan. Terlalu fokus kepada jangka pendek akan membuat pemerintahan tidak mengedepankan jangka panjang. Padahal, rencana jangka panjang sangatlah penting untuk meningkatkan pembangunan di masa mendatang.

3. Demokrasi Langsung Menjadi Berkurang

Karena sistem demokrasi liberal menuntut adanya peran rakyat dan parlemen dalam mengambilan keputusan, maka bisa dikatakan sistem ini tidak menggunakan demokrasi langsung. Padahal, demokrasi langsung sangatlah penting untuk diterapkan dalam waktu tertentu.

4. Kekuasaan Dapat Dimonopoli oleh Kaum Borjuis

Kekurangan dari demokrasi liberal yang berikutnya adalah adanya potensi kekuasaan yang dimonopoli oleh kaum borjuis. Mengingat kompetisi pada demokrasi ini semakin besar dan ketat, maka bisa saja kaum borjuis menggunakan segala cara untuk dapat menguasai jalannya pemerintahan.

5. Konflik Agama dan Suku Menjadi Tinggi

Berikutnya, demokrasi liberal bisa memicu munculnya konflik agama dan ras yang semakin tinggi. Individualitas tidak hanya terjadi pada diri individu, namun juga pada kelompok atau suku. Sehingga, hal tersebut dapat memicu terjadinya konflik antar ras dan antar agama di tengah masyarakat.

6. Serangan untuk Terorisme Semakin Tinggi

Kekurangan dari demokrasi liberal berikutnya adalah meningkatnya serangan terorisme. Serangan ini disebabkan karena kelompok radikal yang tidak sepakat dengan paham liberal. Kemudian memicu adanya ancaman terhadap pemerintah.

7. Adanya Kebebasan dari Sisi Bergaulan

Selain beberapa kekurangan yang disebutkan di atas, demokrasi liberal juga bisa menyebabkan adanya kebebasan bagi setiap individu dalam bergaul. Khususnya pergaulan dengan lawan jenis bagi kalangan muda. Hal ini bisa dibuktikan dengan semakin meningkatkan pergaulan bebas ditandai dengan munculnya faham liberal.

Demokrasi liberal menjadi salah satu sistem pemerintahan yang mengedepankan kepada hak individu dan juga mengambil peran rakyat dengan porsi yang cukup besar. Demokrasi liberal ini memiliki cakupan yang cukup luas dengan kelemahan dan juga kelebihannya masing-masing. Namun, semua tergantung dari bagaimana pemerintah masing-masing Negara menjalankan negaranya dengan baik dan maksimal.

Boleh copy paste, tapi jangan lupa cantumkan sumber. Terimakasih

Demokrasi Liberal