Properti Tari Sajojo

Properti Tari Sajojo – Pesona Indonesia timur memang tidak ada yang mengalahkan. Dari mulai keindahan alamnya hingga kesenian adat setempat.

Salah satu kesenian adat yang cukup terkenal yakni tari Sajojo. Tarian Sajojo merupakan seni tari tradisinal khas Papua yang sudah mendunia.

Tari ini diciptakan sebagai hiburan dan ungkapan rasa bahagia. Tari Sajojo bisa dimainkan oleh siapa saja mulai dari kalangan muda masa kini sampai ke kalangan lanjut usia aki-aki.

Salah satu hal yang menarik lainnya adalah dari properinya yang menggunakan rok rumbai, kalung, tombak dan masih banyak lagi.

Nah, jika Anda mulai penasaran dengan berbagai macam properti, diantaranya sebagai berikut:

Macam Macam Properti Tari Sajojo

properti tari sajojo
Sumber: beritapapua.id

Tari Sajojo merupakan tarian yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Gerakannya yang asik ditambah dengan iringan musik khas Papua menjadikan kesan bahagia dari tarian Sajojo.

Nah, adapun beberapa macam properti tari Sajojo yang perlu diperhatikan.

Penasaran? Yuk, ikuti ulasan properti tari Sajojo selengkapnya di bawah ini:

#1. Penutup Kepala

properti tari sajojo
Sumber: tribunnews.com

Properti tari Sajojo yang pertama adalah penutup kepala. Penutup kepala tari Sajojo terbuat dari bahan ijuk yang disusun secara melingkar.

Nah, kemudian untuk bagian penutup dari hiasan kepala ini adalah daun sagu yang sudah dirajut dengan teliti dan rapi. 

Terakhir sebagai dekorasi ditambahkan bulu burung Kasuari diatas penutup kepala tersebut. Penggunaan bulu burung Kasuari bisa juga digantikan dengan bulu Ayam.

Fungsi dari properti ini tak lain dan tak bukan yakni untuk memperindah penampilan penari.

#2. Gelang Rumbai

gelang rumbai papua
Sumber: sekolahnesia.com

Properti tari Sajojo yang kedua adalah gelang rumbai. Gelang rumbai merupakan gelang yang terbuat dari daun sagu kering dan juga ijuk.

Gelang rumbai dipakai pada bagian lengan dan juga kaki penari. Gelang rumbai termasuk kedalam jenis aksesoris tari yang berfungsi untuk menambah keindahan.

Cara pembuatan gelang ini dengan cara menyusun ijuk dan daun sagu kering secara melingkar kemudian diikat menggunakan tali rafia.

#3. Kalung

Sumber: sekolahnesia.com

Jika ada gelang tentu properti selanjutnya adalah kalung. Gelang dan kalung merupakan kedua properti yang saling berhubungan.

Kalung merupakan salah satu jenis aksesoris tari Sajojo yang digunakan pada bagian leher. Bahan pembuatan kalung biasanya dari kerang yang disusun secara melingkar.

Bisa juga terbuat dari Liontin ikon Papua.

Macam-macam Liontin ikon Papua yaitu patung asmat, rumah honai, burung cendrawasih dan lain-lain. Liontin kalung bisa juga terbuat dari  gigi anjing dan gigi babi.

Panjang kalung yang digunakan bebas, Dan cara memakainya dengan cara disilangkan kebagian leher penari.

#4. Rok Rumbai

Sumber: shopee.co.id

Properti tari Sajojo yang berikutnya adalah rok rumbai. Secara umum rok rumbai-rumbai bukanlah pakaian adat khas Papua.

Rok rumbai bisa dipakai oleh penari wanita maupun penari wanita. Rok rumbai memiliki fungsi untuk menutup bagian pinggang ke bawah.

Bahan pembuatan rok rumbai dari daun sagu kering kemudian disusun secara rapi sehingga membentuk sebuah rok.

Tak harus menggunakan daun sagu kering, rok rumbai bisa juga dibuat dengan tali rafia. Untuk penari pria biasanya mereka tidak menggunakan atasan baju atau telanjang dada.

Kemudian tubuh mereka dicat dengan bentuk ukiran khas etnis Papua. Sedangkan untuk penari perempuan mengenakan pakaian atas.

Kemudian bagian tubuhnya juga sama dicat dengan ukiran khas etnis Papua, bisa juga dengan gambar burung cendrawasih.

Namun, di beberapa daerah ada yang menggunakan legging berwarna hitam dan tidak mengecat tubuh mereka. Adapun filosofi dari rok rumbai yakni sebagai bentuk kedekatan masyarakat Papua dengan alam sekitar.

#5. Tombak

Sumber: asyraahmadi.com

Salah satu properti tari Sajojo yang cukup unik yaitu tombak. Tombak merupakan senjata tradisional yang sering dipakai oleh masyarakat Papua dalam berburu. Tombak disini berfungsi untuk mempertegas gerakan tarian Sajojo.  Penggunaan tombak juga dapat memberikan kesan yang tegas dan gagah.

#6. Lukisan Etnis Papua

Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Properti tari Sajojo berikutnya adalah lukisan etnis Papua. Nah, properti sang satu ini dipakai dibagian tubuh penari Sajojo.

Lukisan ini terdiri dari wajah, dada, tangan serta kaki penari. Gambar dari lukisan ini memiliki makna sebagai etnis masyarakat Papua.

Adapun beberapa contoh lainnya yakni bertemakan flora dan fauna di Papua. Contohnya seperti gambar burung cendrawasih dan burung kasuari.

Warna cat pada lukisan yang digunakan adalah warna putih, hitam dan merah.

Properti Alat Musik Pengiring Tari Sajojo

properti alat musik tari sajojo
Sumber: theasianparent.com

Setelah Anda mengetahui beberapa macam properti diatas, berikutnya rasanya kurang pas jika tidak membahas mengenai macam-macam alat musik pengiringnya.

Alat musik pengiring yang digunakan yakni tifa. Tifa merupakan alat musik tradisional khas Papua yang berbentuk seperti kendang yang dibuat dengan bahan dasar kayu.

Kemudian bagian tenghnya diberi lubang untuk sumber keluarnya suara. Selanjutnya, bagian membrannya terbuat dari kulit hewan seperti sapi.

Tifa yang membentuk irama tarian Sajojo bisa cepat ataupun lambat.

Cara memainkan tifa cukup mudah hanya tinggal memukulnya pakai tangan saja. Adapun lirik lagu yang dinyanyikan oleh para penari seperti dibawah ini.

Sajojo, sajojo
Yumanampo misa papa
Samuna muna muna keke
Samuna muna muna keke

Sajojo, sajojo
Yumanampo misa papa
Samuna muna muna keke
Samuna muna muna keke

Kuserai, kusaserai rai rai rai rai
Kuserai, kusaserai rai rai rai rai

Inamgo mikim ye
Pia sore, piasa sore ye ye
Inamgo mikim ye
Pia sore, piasa sore ye ye


Nah, itulah tadi ulasan secara lengkap mengenai macam-macam properti tari Sajojo  beserta alat musik pengiringnya.

Terimakasih telah membaca artikel ini dengan penuh rasa bahagia. Semoga dapat megupgrade wawasan Anda tentang kesenian tari asal Papua ini.

Jangan lupa bagikan artikel ini di semua sosial media kalian sebagai wujud rasa bangga kepada negara Indonesia.