Rumah Adat Bengkulu

Rumah Adat Bengkulu – Rumah adat ialah sebuah warisan kebudayaan dari orang terdahulu dan kita sebagai penerus bangsa harusnya bisa tetap melestarikannya.

Siapa sih yang tidak tahu mengenai rumah adat? Diantara kalian pasti telah mengetahui salah satu rumah adat yang berasal dari Indonesia ini.

Namun, tahukah Anda rumah adat yang berasal dari provinsi Bengkulu yang bernama “rumah adat bubungan lima” itu? Di Bengkulu sendiri, rumah adat ini terkenal dengan jumlah ruangan yang cukup banyak.

Penasaran seperti apa ruangan-ruangan tersebut? Ada baiknya Anda simak saja rangkuman penjelasan lengkap rumah adat Bengkulu berikut ini.

A. Mengenal Rumah Adat Bengkulu

Mengenal Rumah Adat Bengkulu

Gambar di atas merupakan contoh bentuk rumah adat bubungan lima, rumah adat tersebut berasal dari Bengkulu.

Masyarakat dari Bengkulu sendiri menyematkan banyak nama terhadap rumah adat ini, nama-nama tersebut meliputi bubungan limas, bubungan haji, bubungan jembatan dan bubungan tinggi.

Namun apakah kalian tahu mengapa rumah adat bengkulu diberi nama “bubungan lima“? Jadi nama rumah adat bubungan lima diambil dari bentuk atap rumah adat itu sendiri.

Bentuk dari rumah adat bubungan lima memiliki konsep yang sama dengan bentuk rumah panggung. Dari sini dapat diketahui bahwa bangunan rumah adat bubungan lima tidak langsung berpapasan dengan tanah.

Melainkan di bawah bangunan terpasang tiang-tiang penyangga yang berfungsi menopang bangunan rumah.

Perlu diketahui bahwa rumah adat bubungan lima hanya ditempati oleh tetua atau penghulu adat beserta dengan keluarganya.

Bukan hanya digunakan sebagai tempat hunian, rumah adat ini ternyata juga difungsikan sebagai tempat berlangsungnya sebuah acara ritual adat masyarakat Bengkulu.

Acara ritual adat yang sering berlangsung di rumah adat bubungan lima adalah upacara perkawinan, tradisi menyambut kelahiran, kematian, dan lainnya.

B. Filosofi dan Ciri Khas Rumah Adat Bengkulu

Filosofi dan Ciri Khas Rumah Adat Bengkulu

Pastinya setiap rumah adat terdapat sebuah ciri khas yang membedakannya dengan rumah adat lain.

Ketika ke Bengkulu Anda mungkin akan menemukan bentuk rumah adat bubungan lima. Namun, apakah Anda sudah mengetahui bentuk dari rumah bubungan lima ini?

Bisa saja rumah yang Anda temui memang memiliki bentuk yang persis dengan bubungan lima, namun, rumah tersebut bukanlah bentuk sebenarnya dari rumah adat bubungan lima.

Ciri khas dari rumah bubungan lima adalah memiliki bentuk atap seperti limas dengan ketinggian yang bisa mencapai hingga 3,5 meter.

Rumah adat ini sendiri memiliki jumlah tiang penyangga yang cukup banyak, fungsi dari tiang tersebut ialah untuk meredam goncangan kalau saja terjadi gempa.

Tangga dari rumah adat bubungan lima yang berada di depan rumah umumnya berjumlah ganjil.

Terdapat sebuah tradisi yang cukup unik di Bengkulu, yaitu ketika penaikan bubungan ke atas rumah harus disertai dengan menggantungkan beberapa hasil bumi yang di dapat.

Hasil bumi sendiri harus berupa sebuah bentuk tumbuhan pangan yang berbatang, seperti setawar sedingin, sebatang tebu hitam, kondo (kundur), setandan pisang mas, dan yang lainnya.

Sebelum pemasangan dilakukan, diharuskan tulang dari tumbuhan diberi selembar kain putih yang telah di rajah.

C. Struktur Bangunan Rumah Adat Bengkulu

Struktur Bangunan Rumah Adat Bengkulu

Struktur rumah adat Bengkulu sendiri terbagi kedalam tiga bagian yaitu atas, tengah, dan bawah.

Ketiga bagian tersebut telah dijelaskan secara lengkap dalam pembahasan yang telah terangkum sebagai berikut.

1. Bagian Atas

Bagian Atas

Bagian atas pastinya mengarah pada atap sebuah rumah, atap seringkali digunakan sebagai ciri khas dari bentuk sebuah rumah adat.

Bahkan banyak dari rumah adat di Indonesia yang menamai rumah adat mereka berdasarkan dari bentuk atap rumahnya.

Contohnya seperti rumah adat Bengkulu memiliki nama yang berdasar pada sebuah bentuk atapnya.

Rumah adat bubungan lima sendiri memiliki bentuk atap seperti sebuah bubungan, dengan bahan yang digunakan dalam pembuatannya adalah ijuk atau bambu.

Namun, karena semakin berkembangnya zaman membuat banyak dari rumah adat bubungan lima mengganti bahan atap luarnya menjadi seng.

Sedangkan untuk penutup atap rumah menggunakan sebuah papan. Namun memang ada sebagian rumah tidak menggunakan papan sebagai penutup rumah, melainkan menggantinya dengan pelepah bambu.

2. Bagian Tengah

Bagian Tengah

 

Memang dalam 3 struktur bagian rumah, bagian tengah lah yang memiliki banyak fungsi. Bagian tengah ini meliputi kerangka, dinding, jendela, pintu dan tiang dalam rumah.

Kerangka

Kerangka rumah terbuat dari kayu yang berfungsi agar rumah tetap berdiri dan tidak roboh.

Dinding

Dinding digunakan sebagai penghalang sinar matahari, menghindari serangan hewan buas dan menjaga privasi dalam rumah.

Bahan pembuatan dinding rumah adat bubungan lima biasanya berupa sebuah papan kayu ataupun pelupuh bambu.

Jendela

Bentuk dari jendela sendiri sama dengan bentuk jendela pada umumnya, yaitu persegi panjang atau kotak dan terbuat dari kayu.

Fungsi dari jendela adalah sebagai tempat agar udara luar bisa masuk kedalam rumah atau biasa disebut ventilasi udara.

Bukan hanya sebagai ventilasi udara, jendela juga dapat digunakan agar sebagian sinar dari luar bisa masuk dan tempat untuk melihat keadaan di luar rumah.

Pintu

Pastinya kita sudah mengetahui bahwa pintu difungsikan sebagai tempat keluar masuk. Di rumah adat bubungan lima sendiri biasanya pintu yang dipakai terbuat dari kayu.

Tiang Dalam Rumah

Tiang-tiang ini gunanya adalah sebagai penyangga dalam rumah, nama lain dari tiang dalam rumah ini ialah peran. Terbuat dari sebuah kayu yang dibentuk menjadi sebuah balok-balok yang memanjang.

3. Bagian Bawah

Bagian Bawah

Selanjutnya ialah pembahasan mengenai bagian yang berada pada bagian bawah rumah bubungan lima.

Pada bagian bawah rumah terdapat sebuah lantai, lantai yang digunakan sendiri tersusun dari bahan papan, pelupuh, dan juga bambu. Pada  bagian terluar dinding terdapat sebuah geladak  yang terdiri

8 buah papan selebar 50 cm. Terdapat beberapa istilah yang digunakan masyarakat dalam bentuk-bentuk bagian penyusunan rumah adat bubungan lima, diantaranya ialah:

Kijang

Kijang, letak kijang ada di sepanjang dinding yang berada di luar rumah. Berguna sebagai penutup Tilan (sebuah balok)

Tilan

Tilan, tilan difungsikan untuk menjadi area menempelnya lantai. Terdapat hubungan antara tilan dengan kijang, yaitu tilan sebagai balok dan kijang sebagai penutupnya.

Blandar

Blandar adalah penahan tali yang pada bagian pemasangan dibentuk melintang.

Lapik Tiang

Lapik tiang ialah sebuah batu yang berfungsi untuk ditaruh pada setiap pondasi tiang penyangga rumah, tangga depan sekaligus tangga belakang.

Bidai

Bidai merupakan sebuah benda yang ditaruh pada bagian bawah lantai dan terbuat dari bambu tebal. Gunanya ialah sebagai penghalang hewan yang berada di bawah lantai masuk ke dalam rumah.

D. Ruangan Rumah Adat Bengkulu

Bagian Rumah Adat Bengkulu

Bagian yang terdapat pada rumah bubungan lima terbagi kedalam 9. Meliputi dari berendo, hall, bilik gedang, bilik gadis, ruang tengah, ruang makan, garang, dapur dan berendo belakang.

1. Berendo

Bagian berendo merupakan tempat yang digunakan untuk menerima tamu yang tidak begitu dikenal. Terkadang bagian ini juga digunakan sebagai area tempat bermain anak-anak.

2. Hall

Ruangan hall adalah kebalikan dari ruangan berendo, jika berendo hanya digunakan sebagai tempat menerima tamu yang tidak begitu dikenal.

Maka ruangan hall ini digunakan sebagai tempat penerimaan tamu yang sudah dikenal.

Ruangan ini dapat difungsikan sebagai tempat berlangsungnya upacara adat, misalnya pernikahan, ruangan ini dapat digunakan sebagai tempat meminang sang mempelai.

Adapun fungsi lain dari ruangan ini adalah sebagai tempat berlangsungnya upacara selamatan.

3. Bilik Gedang

Bilik gedang lebih difungsikan sebagai tempat istirahat oleh keluarga sang pemilik rumah.

Untuk anak-anak yang masih berusia di bawah umur dapat tidur bersama dengan orang tuanya di kamar yang telah tersedia di bilik gadang.

4. Bilik Gadis

Letak dari ruangan bilik gadis yaitu berada pas di sebelah samping ruangan bilik gadang. Ini dimaksudkan agar orang tua dapat selalu mengawasi keadaan yang terjadi di ruangan tersebut.

Ruangan bilik gadis hanya difungsikan untuk para anak gadis yang akan beranjak remaja atau dewasa. Anak gadis diberi ruangan tersendiri agar anak gadis mendapatkan tempat yang aman untuk beristirahat.

5. Ruang Tengah

Ruang yang berada di tengah rumah ini sering digunakan sebagai tempat beristirahat para tamu. Tamu yang dimaksud adalah tamu perempuan baik itu ibu-ibu maupun anak gadis.

Bukan hanya sebagai tempat beristirahat untuk tamu, melainkan ruang ini juga dapat digunakan sebagai tempat mengaji.

Terkadang juga anak laki-laki pemilik rumah yang belum menikah biasanya tidur di ruang tengah ini.

6. Ruang Makan

Selanjutnya merupakan ruangan yang berfungsi sebagai tempat makan keluarga ataupun tamu yang bertandang.

Intinya adalah tempat ini digunakan sebagai tempat perjamuan dan dapat digunakan sebagai tempat bercengkrama bersama keluarga.

7. Garang

Garang sendiri biasanya berada pada bagian depan rumah, terdapat sebutan lain yang disematkan pada garang, yaitu “gerigik” atau tempat penyimpanan air.

Fungsi dari garang adalah sebagai tempat mencuci tangan dan kaki seseorang yang bertujuan memasuki ke dalam rumah.

8. Dapur

Dapur merupakan tempat yang mana fungsi utamanya ialah sebagai tempat memasak dan menyimpan bumbu-bumbu untuk memasak.

9. Berendo Belakang

Berendo belakang merupakan bagian dari rumah adat bubungan lima yang berada pada bagian paling belakang rumah. Sering digunakan para wanita pada siang dan sore hari untuk bersantai.

E. Gambar Rumah Adat Bengkulu

ruangarsitek.id

Rumah-Adat-Bengkulu 2popbela.com

Rumah-Adat-Bengkulu 3ruangarsitek.id


Semoga rangkuman diatas mengenai “rumah adat Bengkulu” dapat menambah wawasan Anda dalam mengenal lebih banyak lagi rumah adat di Indonesia.

Bagikan artikel ini ke teman-teman Anda, agar mereka juga tahu apa yang Anda ketahui.