Rumah Adat NTT

Rumah Adat NTT – Setiap rumah adat pasti memiliki fakta-fakta yang cukup menarik untuk dibahas. Di daerah yang kalian tempati sekarang pasti terdapat sebuah rumah adat.

Rumah adat merupakan sebuah bangunan bersejarah, karena rumah adat merupakan bangunan peninggalan orang terdahulu.

Pasti dari kalian telah mengenal satu bahkan lebih rumah adat yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia.

Namun, kalau hanya sekedar mengenal saja kalian tidak akan dapat mengetahui seberapa pentingnya bangunan rumah adat ini.

Bertepatan juga disini kita akan membahas mengenai rumah adat. Rumah adat yang akan kita bahas merupakan sebuah rumah adat yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Tentunya pembahasan ini beserta dengan fungsi dan keunikan yang terdapat pada rumah adat itu sendiri. Simak pembahasan rumah adat NTT yang telah tertera sebagai berikut.

A. Mengenal Rumah Adat NTT

Mengenal Rumah Adat NTT

Rumah adat di NTT biasanya berbentuk seperti sebuah rumah panggung yang memiliki bentuk persegi dan persegi panjang.

Bangunan rumah adat NTT biasanya dibedakan dari model bentuk atap rumahnya. Walau dari rumah-rumah adat

NTT banyak yang berbeda bentuk atapnya, tetapi untuk bidang yang lain terdapat kesamaan yang cukup banyak.

Salah satunya adalah terdapat tempat suci untuk arwah nenek moyang mereka dan tempat ini berada di dalam setiap rumah adat NTT.

Banyak nama unik yang di sematkan para masyarakat NTT dalam menyebut bagian-bagian yang berada pada rumah NTT. Contohnya saja seperti perahu, anjungan, haluan dan buritan.

B. Jenis Rumah Adat NTT

Jenis Rumah Adat NTT

Bentuk dari bangunan rumah adat NTT yang indah membuat banyak orang tertarik untuk berkunjung.

Ketika wisatawan berkunjung mereka tidak hanya di suguhkan dengan bentuk bangunan yang indah, melainkan juga mereka akan dibuat terkesima dengan keunikan-keunikan yang terdapat dalam rumah adat ini.

Berikut merupakan jenis-jenis rumah adat NTT yang perlu Anda kunjungi jika Anda berlibur ke NTT.

1. Rumah Adat Musalaki

Rumah Adat MusalakiSumber: pariwisataindonesia.id

Rumah adat musalaki merupakan sebuah bangunan rumah adat yang jumlahnya cukup banyak di NTT. Bangunan rumah ini sendiri dijadikan sebagai lambang ikonik dari provinsi Nusa tenggara Timur.

Saat ini, banyak dari bangunan pemerintahan setingkat kelurahan dan kecamatan mencontoh bentuk desain dari rumah adat musalaki.

a. Asal Usul

Suku Ende Lio merupakan pemilik dari bangunan rumah adat musalaki, nama musalaki sendiri diambil dari kata “mosa” dan “laki“.

Kedua kata mosa dan laki berasal dari bahasa suku Ende Lio yang memiliki arti, mosa memiliki arti ketua dan laki memiliki arti adat.

Jadi dari sini dapat kita simpulkan bahwa bangunan rumah adat musalaki hanya ditempati dan dihuni oleh ketua adat suku Ende Lio.

Rumah adat musalaki memiliki bentuk atap yang menjulang tinggi keatas dan bentuk rumah menyerupai bentuk persegi empat.

Terdapat makna simbolis yang tersimpan pada atap, jadi bentuk atap dibuat menjulang tinggi bermaksud untuk bersatu dengan sang pencipta.

Bentuk atap pun diyakini seperti sebuah bentuk dari layar perahu yang sering digunakan oleh nenek moyang.

b. Struktur Rumah

Struktur yang digunakan rumah adat musalaki terbagi kedalam dua bagian, yaitu struktur atas  dan struktur bawah.

Untuk struktur atas meliputi lantai yang berada di bagian atas sekaligus dengan atap rumahnya. Sedangkan untuk bagian struktur bawah berupa pondasi rumah beserta dengan lantai rumah.

2. Rumah Mbaru Niang

Rumah Mbaru NiangSumber: merahputih.com

Selanjutnya merupakan rumah adat mbaru niang, rumah ini dapat kita jumpai di desa Wae Rebo.

Letak dari rumah adat ini lumayan sulit untuk dijangkau karena tempatnya terpencil, yaitu berada di pegunungan pada ketinggian 1.117 mdpl.

a. Bentuk Rumah Adat Mbaru Niang

Jika kalian bandingkan dengan rumah adat lain, mungkin rumah adat mbaru niang merupakan bangunan rumah adat yang terlangka.

Karena bangunan berbentuk kerucut ini dapat kita temukan atau jumpai hanya di desa Wae Rebo. Atap rumah yang menjulang tinggi ini terbuat dari daun lontar dan ditutupi dengan ijuk.

Bukan hanya atap nya saja yang tinggi, melainkan juga atap yang berada di bawah menjulur hingga hampir menyentuh tanah. Dibangun dalam sebuah tanah yang datar dengan mengelilingi sebuah altar.

Altar yang dimaksud adalah sebuah latar yang memiliki nama yaitu “compang“. Pada desa Wae Rebo, total dari bangunan rumah adat mbaru niang berjumlah 7 buah.

Bangunan tidak terlalu banyak dikarenakan memiliki sebuah arti filosofi, yaitu untuk menghormati gunung-gunung yang berada di sekitar rumah.

b. Struktur Rumah

Rumah adat mbaru niang terdiri dari 5 lantai dengan tinggi rumah yang mencapai hingga 15 meter.

Material pembuatan rumah ini meliputi kayu worok, bambu, daun lontar untuk atapnya dan tali rotan untuk memperkuat bangunan.

Keunikan dari bangunan ini adalah tidak menggunakan paku sama sekali dalam proses pembangunan rumah.

Lantai di rumah adat ini memiliki fungsinya masing-masing di setiap tingkatan yang akan kita bahas sebagai berikut:

  • Pertama (Lutur) : Merupakan sebuah bagian bangunan yang paling utama, karena digunakan sebagai tempat beraktivitas penghuni rumah sehari-hari.
  • Kedua (Lobo) : Di lantai berikutnya digunakan sebagai tempat menyimpan makanan.
  • Ketiga (Lentar) : Selanjutnya untuk lantai ketiga digunakan sebagai tempat penyimpanan benih-benih tanaman.
  • Keempat (Lempa Rae) : Lantai yang keempat ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan lanai kedua, fungsinya ialah sebagai tempat untuk menyimpan bahan dan cadangan makanan.
  • Kelima (Hekang Kode) : Sedangkan untuk lantai yang terakhir digunakan sebagai tempat untuk menaruh sesajian.

3. Rumah adat Sao Ria Tenda Bewa Moni

Rumah adat Sao Ria Tenda Bewa MoniSumber: travel.detik.com

Jenis rumah yang ketiga adalah rumah adat sao ria tenda bewa moni yang diyakini berasal dari desa Koanara yang terletak di daerah Kelimutu.

Bentuk dari atap rumah adat ini memang cukup unik, karena terbuat dari ilalang kering dengan atap yang hampir menjulur ke tanah.

Jenis rumah adat ini berbeda-beda, ada yang digunakan sebagai tempat tinggal, lumbung padi, dan rumah baku.

Rumah baku merupakan sebuah bangunan rumah yang digunakan oleh masyarakat Koanara untuk menyimpan tulang belulang para leluhur.

Diperkirakan terdapat rumah baku yang telah menyimpan tulang belulang leluhur mereka dan total yang tersimpan mencapai 13 keturunan.

4. Rumah Adat Ume Kbubu

Rumah Adat Ume KbubuSumber: tanellnokas.blogspot.com

Nama rumah adat ume kbubu memiliki makna arti 2 kata, yaitu “ume” dan “kbubu“. Ume memiliki arti sebuah bangunan rumah, sedangkan kbubu memiliki arti bundar.

Jadi dapat disimpulkan bahwa rumah adat kbubu memiliki bangunan yang berbentuk bundar. Struktur yang terdapat pada rumah adat kbubu meliputi dari atap, tiang penyangga, dan dinding.

Dinding dari rumah berfungsi sebagai tempat mengikat alang-alang dan terbuat dari bambu. Ruang dalam rumah terbagi kedalam beberapa konsep yang meliputi ruang tunaf, hala, tnana, maun nine, dan hau monef.

Setiap ruang memiliki fungsinya masing-masing yang ada kaitannya dengan kegiatan adat yang bersifat religius bagi suku Dawan.

5. Rumah Adat Lopo

Rumah Adat LopoSumber: kataomed.com

Rumah adat lopo merupakan sebuah tempat yang sering digunakan sebagai tempat diadakannya upacara adat. Tak jarang pula rumah adat lopo digunakan sebagai tempat Bermusyawarah.

Perlu kalian ketahui bahwa rumah adat lopo masih masuk dalam bagian dari rumah adat kbubu. Atap dari rumah ini terbuat dari susunan alang-alang dengan bentuk yang menyerupai kerucut.

Fungsi lain dari bangunan ini adalah sebagai tempat menyimpan hasil panen. Rumah adat lopo tidak hanya dimiliki oleh suku Dawan, melainkan menjadi bagian suku Abui dari Alor.

Bahkan rumah adat lopo juga menjadi ciri khas dari suku tersebut. Rumah adat lopo dari suku Abui di desain tidak memiliki dinding dan rumahnya sendiri terbuat dari bambu.

Sedangkan untuk atap rumah terbuat dari alang-alang kering, rumah ini sendiri memiliki tingkatan yang berjumlah hingga 3 lantai.

Tiap tingkat memiliki fungsinya masing-masing dari tempat sebagai penyimpanan bahan makanan hingga tempat untuk beristirahat.

6. Rumah Adat Sumba

Rumah Adat SumbaSumber: m.goldenrama.com

Rumah adat sumba terdiri dari 2 jenis rumah yaitu uma bokulu dan uma mbatangu, yang berada di kabupaten Sumba Barat.

Lebih tepatnya berada di Kampung adat Praijing, tepatnya di Desa Tebara Kecamatan Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Bentuk rumah ini memiliki atap yang menjulang ke atas yang merupakan salah satu dari keunikan rumah tersebut.

Jumlah rumah sumba sebenarnya cukup banyak, namun karena kebakaran di tahun 2002 membuat jumlah rumah ini berkurang.

Jumlah pasti rumah adat sumba untuk saat ini adalah 38 buah. Bentuk rumah adat sumba ialah persegi yang ditopang dengan empat buah kolom dan perlu Anda ketahui bahwa rumah ini tidak memiliki jendela.

7. Rumah Adat Sao Ata Mosa Lakitana

Rumah Adat Sao Ata Mosa LakitanaSumber: selasar.com

Rumah ini merupakan rumah adat asli dari Nusa Tenggara Timur dengan bentuk menyerupai sebuah bentuk bulat telur dan berdiri tanpa tiang.

Terdapat sebuah tempat suci yang berguna sebagai peletakan sesaji untuk para arwah leluhur. Rumah adat ini terdiri dari 3 jenis rumah berdasarkan bentuk atap yang digunakannya.

  • Jika atap berbentuk joglo, maka penghuni di dalam rumah tersebut dari NTT dan berasal dari suku Sumba.
  • Apabila atap berbentuk kerucut, maka penghuni di dalam rumah tersebut berasal dari suku Timor.
  • Namun apabila atap rumah memiliki bentuk seperti perahu terbalik, bisa dipastikan bahwa penghuni di dalam rumah tersebut berasal dari suku Rote.

C. Filosofi Rumah Adat NTT

Filosofi Rumah Adat NTT

Rumah adat pastinya memiliki makna dan filosofi yang terkandung dalam setiap bangunan rumahnya masing-masing.

Sama halnya dengan rumah adat dari NTT yang mana memiliki sebuah nilai filosofi yang cukup menarik untuk dibahas.

Nilai-nilai filosofi yang dimiliki oleh bangunan rumah adat NTT ini diaplikasikan dalam sebuah dekorasi rumah adat berupa lukisan dan ukiran.

Setiap lukisan dan ukiran memiliki ciri khas yang berbeda tergantung dari suku-suku yang mereka ikuti. Beberapa dari detail rumah adat NTT bisa dilihat dari bentuk dekorasi yang ada.

Untuk dekorasi pada rumah adat NTT biasanya melambangkan sebuah penggabungan antara nilai estetika, norma adat, nilai religius serta budaya setempat.

Material yang digunakan dalam pembangunan rumah adat NTT diambil langsung dari alam, mencerminkan bahwa hubungan antara manusia dengan alam itu cukup dekat.


Semoga dengan adanya pembahasan terkait rumah adat NTT ini, anda dapat mengetahui lebih dalam tentang betapa pentingnya bangunan rumah adat ini.

Untuk pembahasan mengenai rumah adat dari daerah lain, kalian bisa mengetahuinya dengan membuka beranda lahanamedia.com

Karena disana sudah banyak pembahasan yang menjelaskan tentang rumah adat dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.