Rumah Adat Padang

Rumah Adat Padang – Rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia memang sangat beragam dan tiap rumah pastinya memiliki keistimewaan tersendiri.

Salah satu rumah adat yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara adalah rumah adat gadang yang berada di Padang.

Rumah ini memiliki ukuran yang sangat besar dan terkesan sangat mewah. Selengkapnya mengenai rumah adat gadang ada di pembahasan berikut ini.

A. Sejarah Rumah Adat Padang

Sejarah Rumah Adat Padang

Sebagian orang menganggap bahwa bentuk dari atap rumah adat Padang menyerupai bentuk seperti sebuah kapal.

Walau begitu, ada juga yang beranggapan bahwa atap rumah adat Padang memiliki bentuk seperti tanduk kerbau. Terdapat sebuah cerita yang konon ada kaitannya dengan asal usul terbentuknya rumah adat Padang.

Sejarah tersebut berkisah mengenai kemenangan rakyat Minangkabau melawan Majapahit. Dahulu dikisahkan bahwa kerajaan Majapahit memiliki tujuan untuk menguasai wilayah Minangkabau.

Alih-alih berperang, masyarakat Minangkabau malah melakukan negosiasi dengan pihak kerajaan Majapahit.

Ini dikarenakan pada waktu itu kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang besar dan memiliki banyak pasukan.

Sangat berbanding terbalik dengan masyarakat Minangkabau yang saat itu masih terbilang kecil jumlah penduduknya, bahkan perbandingan jumlah penduduk dengan pasukan kerajaan Majapahit saja kalah jauh.

Negosiasi Untuk Menghindari Pertumpahan Darah

Setelah negosiasi berakhir, kedua pihak ini menyetujui untuk melakukan tanding adu  kerbau.

Jika dalam adu kerbau tersebut kerajaan Majapahit menang, maka tanah Minangkabau berhak mereka kuasai.

Namun, jika kerbau dari kerajaan Majapahit kalah, mereka diharuskan untuk pergi dari tanah Minangkabau.

Penentuan Atas Kuasa Tanah Minangkabau

Hari pertandingan adu kerbau pun tiba, kerajaan Majapahit membawa seekor kerbau yang besar dan ganas, namun masyarakat Minangkabau justru malah hanya membawa seekor anak kerbau.

Pertandingan pun dimulai, ternyata, setelah dilepas anak kerbau tersebut langsung berlari menuju ke arah perut kerbau milik kerajaan Majapahit.

ini karena anak kerbau tersebut mencari susu dan mengira bahwa kerbau milik kerajaan Majapahit adalah induknya.

Tiba-tiba dalam sekejap kerbau milik kerajaan Majapahit sobek karena sayatan dari pisau yang telah disiapkan pada ujung mulut anak kerbau.

Dengan kalahnya kerbau kerajaan Majapahit membuat tanah Minangkabau akhirnya tidak jadi dikuasai.

Dari kemenangan ini membuat banyak dari masyarakat Minangkabau membuat sebuah rumah yang pada atap bangunannya mirip seperti bentuk tanduk kerbau sebagai lambang kemenangan masyarakat Minangkabau.

B. Fungsi Rumah Adat Padang

Fungsi Rumah Adat Padang

Banyak terdapat makna yang terdapat pada bangunan rumah adat Padang yang juga makna-makna tersebut tidak lain juga menggambarkan kehidupan umum masyarakat Minangkabau secara keseluruhan.

Fungsi pada bangunan rumah adat Padang ini sendiri terbagi menjadi 2, yaitu fungsi adat dan fungsi keseharian, penjelasan secara lengkapnya berada di bawah ini.

1.Fungsi Adat

Rumah Padang merupakan sebuah bangunan rumah utama milik masyarakat Minangkabau yang terikat dengan suatu suku tertentu.

Sebagai bangunan rumah utama, rumah ini sering digunakan untuk melakukan kegiatan acara adat maupun acara penting lain dari suku yang bersangkutan.

Kegiatan acara adat yang biasanya berlangsung di rumah adat Padang meliputi acara Turun Mandi, Khitan, Perkawinan, Batagak Gala (Pengangkatan Datuak), dan Kematian.

Kegiatan di atas tidak berlangsung setiap hari, melainkan di waktu-waktu yang telah ditentukan.

2.Fungsi Keseharian

Bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya acara adat saja, rumah adat Padang juga digunakan sebagai tempat tinggal bagi penghuninya.

Penghuni dalam rumah adat Padang merupakan sebuah keluarga besar, maksudnya ialah yang meliputi ayah, ibu serta anak perempuan.

Anak perempuan yang bahkan telah berkeluarga ataupun yang belum berkeluarga masih dapat tinggal dirumah, sedangkan anak laki-laki tidak memiliki tempat di dalam rumah Padang.

Keberlangsungan hidup di rumah adat Padang sebenarnya sama saja dengan rumah lain pada umumnya, yaitu makan, tidur, berkumpul bersama keluarga dan berinteraksi.

C. Jenis Rumah Adat Padang

Jenis Rumah Adat Padang

Rumah Padang terbagi menjadi 4 jenis rumah adat, keempat rumah tersebut telah dijelaskan pada pembahasan berikut ini.

1. Rumah Gadang Gajah Maharam

Rumah Gadang Gajah MaharamSumber: kumparan.com

Yang pertama merupakan rumah gadang berjenis Maharam, mungkin dapat dikatakan bahwa rumah ini adalah yang termewah di banding 3 jenis rumah gadang lainnya.

Jika seseorang ingin membangun rumah gadang gajah maharam, mereka harus mematuhi aturan pembangunannya.

Aturan tersebut menegaskan bahwasannya rumah ketika dibangun harus menghadap ke arah utara. Terus untuk dinding-dinding yang berada di sisi timur, barat, dan selatan harus ditutupi dengan sasak.

Bahan utama yang digunakan dalam pembangunan rumah adat ini adalah kayu. Kayu-kayu yang digunakan pun sangat berkualitas, seperti kayu juar, surian, dan ruyung.

Untuk atap sendiri rumah gadang gajah maharam menggunakan bahan yang terbuat dari seng.

Dalam satu bangunan rumah biasanya terdiri dari 4 kamar yang memiliki ukiran khas Minangkabau sebagai dekorasi pintu-pintu kamar.

Setidaknya dibutuhkan 30 tiang penopang untuk membangun rumah adat ini, karena banyak penopang membuat banyak orang beranggapan bahwa rumah adat ini merupakan bangunan tahan gempa.

2. Rumah Gadang Gonjong Limo

Rumah Gadang Gonjong LimoSumber: rumah.com

Sebenarnya bentuk dari bangunan rumah gadang gonjong limo hampir sama dengan bentuk bangunan rumah gadang gajah maharam.

Namun, terdapat sebuah ciri khas yang dimiliki oleh rumah gadang gonjong limo, yaitu penambahan gonjong yang berada di sebelah kiri dan kanan bangunan.

Anda dapat menjumpai banyak bentuk dari rumah gadang gonjong limo di kota Payakumbuh, Padang.

Bentuk bangunan rumah gadang gonjong limo memiliki bentuk pengakhiran bangunan yang sama dengan rumah gadang gajah maharam, hanya saja tidak ditambah anjung.

3. Rumah Gadang Surambi Papek

Rumah-Gadang-Surambi-PapekSumber: rimbakita.com

Dari segi bentuk, mungkin rumah adat ini lah yang paling berbeda dengan jenis rumah adat gadang lainnya.

Ciri khas yang berada dalam rumah adat gadang surambi papek adalah adanya pengakhiran kiri dan kanan yang disebut bapamokok atau papek.

Kedua kata tersebut dalam bahasa minang disebut dengan “memasuki rumah hanya melalui pintu belakang”.

Pintu dari rumah adat ini memang berada di belakang, jadi ketika Anda bertandang ke rumah ini, Anda harus melalui pintu belakang terlebih dahulu untuk dapat memasuki rumah.

Namun, karena zaman yang semakin berkembang membuat sebagian orang akhirnya membuat pintu depan yang dapat digunakan untuk masuk kedalam rumah.

4. Rumah Gadang Batingkek

Rumah Gadang BatingkekSumber: courtina.id

Bentuk dari rumah gadang batingkek memiliki kemiripan dengan rumah gadang jenis gajah maharam.

Dijelaskan bahwa rumah diberi nama betingkek diambil dari bahasa Indonesia yang berarti bangunan rumah yang bertingkat.

Yang dimaksud bertingkat di rumah gadang batingkek adalah gonjongnya. Ketika dulu, rumah adat ini sangat mudah dijumpai di Padang, namun entah mengapa untuk saat ini keberadaannya sudah sangat jarang terlihat.

D. Karakteristik Rumah Adat Padang

Karakteristik Rumah Adat Padang

Terdapat 5 karakteristik yang membedakan antara rumah adat Padang ini dengan rumah adat lain. Simak pembahasannya berikut ini.

1. Bentuk

bentuk rumah gadangSumber: kanalwisata.com

Bentuk rumah adat Padang memang terkesan mewah, salah satunya ditimbulkan dari bentuk rumah panggung yang tinggi.

Lantai rumah adat tidak menyentuh tanah, karena di bawah rumah terdapat tiang-tiang penyangga bangunan yang memiliki ketinggian sekitar 2 meter.

Rumah dibuat sangat tinggi karena untuk menghindari serangan hewan buas dan konsep bangunan rumah panggung dianggap yang paling aman untuk digunakan sebagai tempat hunian.

2. Tangga

tangga-rumah-gadangSumber: ruparupa.com

Karena bentuk dari bangunan ini berkonsep rumah panggung, maka pastinya dibutuhkan tangga untuk digunakan sebagai jalan masuk menuju kedalam rumah.

Walau bangunan rumah adat Padang berbentuk cukup besar, ternyata tangga yang digunakan hanya berjumlah satu.

Cukup unik bukan, akan tetapi, keberadaan tangga yang hanya satu ini ternyata memiliki sebuah filosofi yang erat kaitannya dengan ketuhanan.

Maknanya bahwa tangga yang satu sama halnya dengan keberadaan Tuhan Yang Maha Esa.

3. Atap

Atap rumah gadangSumber: pastiguna.com

Sudah kami jelaskan di atas bahwa atap rumah adat Padang berbentuk seperti tanduk kerbau.

Dikarenakan untuk mengingat keberhasilan masyarakat Minangkabau dalam memenangkan pertandingan adu kerbau dengan kerajaan Majapahit.

4. Ornamen

Ornamen-rumah-gadangSumber: dekoruma.com

Dinding rumah adat biasanya dipenuhi dengan banyak ornamen-ornamen sebagai dekorasi.

Bahkan banyak di antara rumah adat Padang yang menampilkan berbagai ornamen dengan warna bervariasi yang membuat rumah semakin terkesan lebih mewah.

Ornamen-ornamen ini biasanya berbentuk ukiran yang melambangkan flora dan fauna.

5. Lumbung Padi

lumbung-padi-rumah-gadang

Bangunan lumbung padi biasanya ditempatkan pada bagian depan rumah. Sepintas bangunan ini mirip dengan model bentuk rumah adat Padang, namun perawakan bentuk bangunan yang digunakan lebih kecil.

Fungsi bangunan ini adalah sebagai lumbung padi atau biasa disebut oleh masyarakat Padang sebagai Rangkiang.

Rangkiang pun terbagi dalam tiga jenis, karena umumnya bangunan lumbung padi berjumlah tiga buah, jenis-jenis rangkiang ini meliputi:

  • Sitinjau Lauik yang dikhususkan sebagai penyimpanan beras untuk upacara adat
  • Sitangka Lapa yang berisi beras untuk disumbangkan ke wilayah kelaparan
  • Sibayau-Bayau yang digunakan sebagai tempat penyimpanan beras untuk sehari-hari.

Masih terdapat banyak rumah adat milik suku-suku yang berada di Indonesia.

Perlu Anda ketahui bahwa setiap rumah adat pasti memiliki fakta-fakta yang menarik. Baca pembahasan rumah adat lainnya hanya di Lahanamedia.com