Seni Abstrak

Seni Abstrak – Seni abstrak merupakan sebuah seni yang dalam penerapannya tidak akan pernah jelas atas apa yang terkandung di dalamnya.

Sekalipun seni abstrak ini sering didengar oleh khalayak umum, akan tetapi masih terhitung banyak yang belum dapat memahami dengan betul mengenai pengertian, sejarah, ciri-ciri dan unsur lain sebagainya.

Lalu, untuk membantu Anda memahami jenis seni yang satu ini maka silahkan simak penjelasan berikut ini dengan cermat. Selamat membaca.

Pengertian Seni Abstrak

                                                                  Sumber Image / cdn.pixabay.com

Seni abstrak atau yang juga disebut oleh banyak orang dengan seni tanpa wujud ini merupakan salah satu dari berbagai macam jenis seni kontemporer yang tidak akan menunjukkan objeknya kedalam dunia asli.

Akan tetapi, biasanya akan memakai warna serta bentuk dalam cara-cara non representasional.

Sedangkan untuk hasil lukisan abstrak sendiri adalah merupakan bentuk imajinasi dari seni yang diproses oleh seniman dalam mencari esensi bentuk objeknya, serta dapat menjadikan bentuk dari wujud aslinya menjadi lebih unik dari sebelumnya.

Yang mana dilihat dari hasil lukisan abstrak tersebut sendiri tidak akan dapat mudah dikenali meskipun ditemukan dalam alam nyata.

Pada biasanya, sebuah lukisan abstrak akan dapat menggambarkan suatu wujud yang terlihat tidak realistis atau natural.

Juga tidak akan menampilkan rupa yang dengan mudah dikenali sebagai rupa benda atau sebuah objek yang bisa dilihat dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Sejarah Seni Abstrak

                                                                 Sumber Image / cdn.pixabay.com

Ditilik melalui berbagai macam perjalanan sejarahnya, seni lukisan abstrak ini ternyata hubungannya begitu dekat dengan sebuah gambar.

Dengan adanya bukti-bukti yang berupa peninggalan prasejarah dapat menunjukkan bahwasanya memang sejak ribuan tahun yang lalu.

Dimana nenek moyang manusia sudah mulai banyak menciptakan gambar di dinding-dinding gua, tidak lain tujuan utamanya adalah agar dapat memberi citra tersendiri pada bagian-bagian penting di kehidupan mereka.

Tak ayal jika dari semua kebudayaan di dunia ini telah mengenal seni lukis. Hal ini disebabkan oleh karena lukisan abstrak atau gambar ini sangat mudah untuk dibuat.

Walau hanya dengan menggunakan media yang begitu sederhana seperti arang, kapur,dan berbagai macam jenis lainnya, sebuah lukisan sudah akan bisa dibuat.

Dapat diketahui, bahwa salah satu cara untuk memperkenalkan gambar prasejarah yang banyak digunakan oleh orang gua adalah dengan menempelkan telapak tangan pada dinding gua.

Lalu kemudian, akan menyemburkan dengan kunyahan dedaunan, bisa juga dengan menggunakan batu mineral berwarna.

Awal mula perkembangan seni lukis sangat erat sekali kaitannya dengan perkembangan peradaban manusia mulai dari sistem bahasa, cara bertahan hidup (seperti dengan memulung, berburu, memasang perangkap, serta bercocok tanam).

Juga sebuah kepercayaan merupakan hal-hal yang dapat mempengaruhi perkembangan seni lukisan itu sendiri.

Sumber pengaruh di atas dapat Anda lihat dari jenis objek, pencitraan dan narasi yang terkandung di dalamnya. Dimana pada masa tersebut seni lukis memiliki manfaat khusus, seperti sebagai media pencatat.

Kerapkali orang-orang pada masa prasejarah akan mengisi waktu luang mereka dengan menggambar maupun melukis, cara komunikasi dengan memanfaatkan gambar.

Yang mana di akhirnya akan dapat merangsang dengan terbentuknya sistem tulisan karena huruf yang sebenarnya bersumber dari simbol-simbol gambar, yang selanjutnya akan disederhanakan serta dibakukan.

Pada satu titik akan ada salah satu orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang akan cenderung lebih senang untuk menghabiskan waktu untuk menggambar ketimbang dengan mencari makanan.

Sehingga akan menjadikan mereka mulai ahli dalam membuat gambar, dan akan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu jika dibuat dengan sedemikian rupa maka akan jauh lebih terlihat menarik.

Lalu mereka akan mulai menemukan cita rasa keindahan dalam aktivitasnya dan akan berlanjut untuk terus melakukan hal tersebut hingga menjadikan mereka semakin ahli di bidang tersebut.

Ciri-Ciri Seni Abstrak

                                                                           Sumber Image / cdn.pixabay.com

Salah satu diantara sekian banyak ciri yang terdapat pada seni abstrak adalah dimana bentuknya akan tidak dapat mudah untuk dikenali.

Bentuknya begitu abstrak, tidak ada kaitannya sama sekali dengan suatu jenis bentuk apapun yang pernah dilihat sebelumnya, akan tetapi jika Anda amati secara perdalam maka akan terlihat seperti sesuatu.

Baik dari segi warna, bentuk, serta bahan lainnya yang terdapat dalam seni lukis abstrak adalah subjek lukisan abstrak agar dapat terlihat begitu unik.

Dalam tahapan pembuatannya, lukisan abstrak akan cukup peka dalam komposisi warna dan juga akan lebih dominan menggunakan cat air.

Pada seni abstrak yang lebih banyak mengandung cairan juga umumnya akan dikategorikan dengan seni abstrak figuratif.

Seni abstrak figuratif adalah sebuah lukisan yang merupakan hal yang tidak visual seperti emosi, suara, maupun dengan pengalaman spiritual.

Sedangkan abstrak figuratif merupakan abstraksi atau penyederhanaan realitas, dimana sebagian terperinci dihilangkan dari objek yang dikenalnya, lalu hanya akan menyisakan esensi atau beberapa derajat saja untuk dikenali.

Aliran Abstraksionisme

                                                                   Sumber Image / cdn.pixabay.com

Adapun yang dimaksud dengan aliran abstraksionisme adalah merupakan sebuah aliran yang terus berusaha agar dapat melepaskan diri dari sensasi atau asosiasi speaker aktif dari suatu benda atau objek.

Dalam aliran seni abstraksionisme ini sendiri masih akan dibagi menjadi dua bagian, diantaranya adalah abstrak kubistis dan abstrak nonfiguratif.

Ada kalanya penjelasan dari masing-masing kedua bagian tersebut akan dijelaskan secara rinci dibawah ini.

1. Abstrak Kubistis

Bagian abstrak kubistis ini termasuk kedalam aliran abstraksionisme yang didalamnya memiliki bentuk geometri murni seperti layaknya bentuk lingkaran, kubus, serta dengan bentuk segitiga.

Tokoh yang mempelopori seni abstrak kubistis ini adalah seseorang yang berasal dari negara Rusia, bernama Malivich (1913).

2. Abstrak Nonfiguratif

Adapun jenis aliran yang kedua adalah berupa abstrak nonfiguratif, aliran seni yang satu ini merupakan sebuah seni abstrak dalam artian seni lukis yang terkandung didalamnya haruslah bersifat murni, sebagai wujud dari perasaan.

Yang mana pada lukisan tersebut sebuah garis harus dapat mewakili bentuk garis, warna harus dapat mewakili bentuk waran, begitupun dengan contoh lain sebagainya.

Sementara bentuk alami yang biasanya akan terkandung di dalamnya akan ditinggalkan sama sekali, tanpa adanya bekas sedikitpun.

Dan diantara tokoh yang termasuk kedalam aliran seni abstrak non figuratif ini adalah Wassily Kadinsky, dan Naum Goba.

Cara Membuat Lukisan Abstrak

                                                                     Sumber Image / cdn.pixabay.com

Tanpa kita sadari, telah banyak orang yang menganggap remeh akan pembuatan lukisan seni abstrak, karena terlihat begitu mudah dalam pembuatannya.

Akan tetapi, persepsi mereka sedikit salah, karena pada dasarnya lukisan abstrak akan terlihat lebih menantang dibanding dengan berbagai macam jenis lukisan yang lain seperti lukisan klasik maupun tradisional.

Terjadinya hal tersebut oleh karena seni abstrak ini memiliki sifat yang berlawanan dengan aturan serta kebiasaan dari seni pada umumnya.

Jika Anda merupakan seorang seniman maka Anda bebas dalam melawan arus aturan, dalam berekspresi, serta bisa menemukan segala apapun yang menurut Anda anggap sebagai seni.

Nah. Berikut dibawah ini akan kami jelaskan secara mendetail mengenai cara dalam membuat lukisan abstrak yang bisa Anda jadikan sebagai referensi.

1. Pilih Kanvas

                                                                       Sumber Image / cdn.pixabay.com

Dalam proses pembuatan seni abstraksionisme maka Anda berhak untuk menentukan jenis kanvas dan dengan ukuran berapa saja, yang biasanya akan dapatkan melalui took-toko alat tulis.

Beruntungnya, kanvas yang Anda beli dari sebuah toko akan bisa langsung untuk digunakan, tanpa mengukur diameter sebelumnya.

Namun, masih ada saja yang mengatakan bahwasanya untuk membuat sebuah karya seni lukis maka harus menggunakan bahasa yang telah ada dalam puisi atau telah siap untuk digunakan.

Akan tetapi, biasanya para seniman abstrak  akan cenderung lebih senang untuk menggunakan kanvas yang belum siap  dipakai serta juga belum dilapisi.

Boleh-boleh saja apabila Anda hendak menggunakan sebuah kanvas yang berlatar belakang terdapat warna, akan tetapi alangkah baiknya jika pas dengan menggunakan Gesso.

Tidak lain dengan diterapkannya hal tersebut adalah agar permukaan kanvas menjadi lebih halus pada saat dilapisi dengan sentuhan warna.

2. Pilih Cat

                                                                    Sumber Image / cdn.pixabay.com

Hal lain yang tak kalah penting untuk Anda pahami adalah dalam pemilihan cat. Anda bisa saja menggunakan cat yang menurut Anda bagus, seperti misalnya cat akrilik maupun cat minyak.

Dengan penggunaan cat akrilik maka tidak akan dapat menimbulkan bau serta penggunaannya akan jauh lebih mudah.

Oleh karena jenis cat tersebut dapat mongering lebih cepat dari yang semestinya, dan dapat pula dilapisi dengan menggunakan cat apabila terjadi kesalahan saat Anda melakukan proses pembuatan lukisan.

Sementara cat minyak akan sangat jarang sekali untuk digunakan, karena memiliki ciri khas bau yang tidak sedap, serta akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunggu catnya mongering.

Serta, apabila Anda melakukan kesalahan dalam pembuatan seni lukisan maka Anda tidak akan dapat melapisinya kembali untuk mengurangi kesalahan tersebut.

3. Siapkan Kuas dan Alat Lukis

                                                               Sumber Image / cdn.pixabay.com

Tentukanlah jenis kuas apa dan bagaimana yang akan Anda inginkan untuk kemudian Anda gunakan dengan cat air yang sebelumnya telah dipilih terlebih dahulu.

Anda juga bebas berkreasi dengan menggunakan bantuan pisau palet dalam melukis agar dapat menghasilkan tampilan yang bertekstur.

Akan ada beberapa seniman kayu yang berfungsi sebagai penyangga, akan tetapi bagi para seniman dengan aliran abstraksionisme biasanya akan cenderung lebih memilih untuk meletakkan alat kulkasnya tepat di atas lantai, agar dapat lebih berdekatan dengan karya seni lukisnya.

Lalu kemudian, setelah Anda selesai dalam mempersiapkan alat-alat maka hal berikutnya yang perlu Anda pikirkan matang-matang adalah pemilihan warna dalam lukisan yang akan dibuat.

Akan tetapi, jika Anda masih merasa bingung dalam menentukan jenis warna apa yang akan digunakan sebagai bahan warna lukisan.

Maka ada baiknya jika Anda menggunakan bantuan roda warna untuk dapat mempertimbangkan jenis warna apa yang cocok antara warna satu dengan jenis warna yang lainnya.

4. Gunakan Pakaian untuk Melukis

                                                                      Sumber Image / cdn.pixabay.com

Alangkah baiknya jika Anda terlebih dahulu untuk mengganti pakaian dengan kaos biasa, Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar dapat menghindari terjadinya baju yang akan terkena cat pada saat melukis.

Lalu kemudian, dengan tujuan agar dapat menghindari tetesan maupun tumpahan cat maka Anda juga bisa dengan memanfaatkan beberapa lembar koran, terlebih lagi jika Anda seringkali mengibaskan kuas dalam tahapan melukis.


Yah, tak terasa sudah telah selesai penjelasan kami mengenai seni abstrak ini. Cukup sekian, dan terimakasih. Dan sampai kumpa kembali di website kami yang lainnya.