Seni Arsitektur

Seni Arsitektur – Saat berada di negara manapun kita, pasti tidak akan lepas dari hasil karya terapan dari seni arsitektur. Tidak terkecuali di negara kita sendiri, Indonesia.

Seni arsitektur ini sangat identik akan keindahannya. Bahkan, dari awal Anda menikmati hasil seni arsitektur ini juga tentu tidak akan pernah luput dari decak kagum atas hasilnya.

Nah, untuk penjelasan selengkapnya maka akan kami uraikan di bawah ini mengenai pengertian, jenis, fungsi, dan contoh dari seni arsitektur. Yuk langsung saja simak dengan seksama!

Pengertian Seni Arsitektur

                                                               Sumber Image / cdn.pixabay.com

Arsitektur merupakan salah satu seni dan ilmu dalam merancang sebuah bangunan serta berbagai macam struktur fisik yang lainnya.

Dan dalam jangkauan lebih luasnya lagi mengenai definisi dari seni arsitektur ini adalah seringkali  seni rupa arsitektur mencakup desain lingkungan keseluruhan.

Baik yang dari tingkat makro perencanaan kota, desain perkotaan, serta arsitektur lansekap bahkan sampai dengan tingkat mikro detail konstruksi.

Akan tetapi, terkadang juga mencakup hingga dengan sebuah furniture.

Sementara itu, seni dan desain ini adalah merupakan sebuah disiplin yang hanya berfokus pada pemenuhan akan kebutuhan.

Dengan tujuan utamanya adalah agar dapat menciptakan sebuah tata ruang dengan penggunaan alat-alat tertentu dan disertai dengan kreativitas yang berkelas.

Oleh sebab itu, khususnya kunci utama dalam seni rupa arsitektur adalah dengan menggabungkan teknologi dan nilai estetika.

Ditilik juga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahwasanya arsitektur dapat diartikan sebagai seni dan ilmu dalam merancang serta membuat  konstruksi bangunan, jembatan, dan lain sebagainya.

Serta juga dapat dengan mudah dipahami sebagai sebuah metode dan bentuk gaya rancangan dari suatu konstruksi bangunan tertentu.

Sejarah Seni Arsitektur

                                                     Sumber Image / cdn.pixabay.com

Jika kita telusuri secara mendalam mengenai sejarah seni arsitektur ini maka kita akan mengetahuinya bahwa seni yang satu ini kira-kira sudah dimulai dari semenjak peradaban manusia itu sendiri.

Sementara itu, asal muasal dari arsitektur yang tepat dapat dikatakan berasal dari periode Neolitik, lebih tepatnya lagi pada sekitar 10.000 SM.

Atau dengan artian lain hanya ketika orang mulai berhenti untuk tinggal di gua-gua, dan mulai untuk mempunyai keinginan akan rumah sebagai satu-satunya tempat tinggal idamannya.

Tepat pada saat zaman Neolitikum, seni arsitektur ini telah mengalami berbagai macam perkembangan mulai dari pembuatan lingkaran batu, rumah batu lumut, serta yang berupa makam batu besar.

Bahkan, terlebih lagi Stonehenge di Inggris pun merupakan sebuah contoh dari struktur seni rupa arsitektur salah satu prasejarah yang terkenal.

Suatu arsitektur yang tadinya hanya terbuat dengan menggunakan bahan dasar bebatuan pun mulai akhirnya mulai mengalami perkembangan menjadi sebuah bangunan yang tidak ternilai akan keindahannya.

Lalu kemudian, seiring dengan berjalannya waktu ke waktu pada abad selanjutnya muncul sebuah bangunan berupa Piramida Mesir Kuno yang menjadi bentuk evolusi dari seni rupa arsitektur.

Baru setelah itu muncul sebuah seni yang berada di kekaisaran Bizantium (layaknya seperti Basilica of San Vitale di Italia).

Pun, dapat dikatakan bahwa era paling terkenal yang terjadi sebelum Renaisans dikenal dengan periode klasik, yang juga dikenal sebagai  salah satu dari hasil arsitektur Romawi dan Yunani Kuno.

Yang mana pada era ini adalah merupakan era yang telah memperkenalkan seni tersebut sebagai sarana untuk dapat menciptakan suatu ruang yang diperkenankan untuk publik.

Serta dapat dengan menggunakan berbagai macam bahan diantaranya adalah seperti kanopi dan beton disertai juga dengan elemen-elemen lainnya sebagai pendukung.

Sejak adanya zaman bebatuan hingga dengan era abad pertengahan Eropa, seni arsitektur ini dilakukan dengan cara kolektif atau dalam artian lain dapat dikatakan dikerjakan secara bersama-sama oleh para ahli arsitektur lainnya.

Akan tetapi, mulai adanya era Renaisans, pekerjaan pada seni yang satu ini sudah mulai dikerjakan secara individu atau perorangan.

Bahkan hingga saat ini pun, seni ini mulai dikerjakan kembali secara kolektif oleh sejumlah ahli di bidangnya.

Terjadinya hal ini disebabkan oleh tingkat kerumitan dari sebuah bangunan yang kini mulai bertambah seiring dengan perkembangan yang semakin pesat seperti zaman sekarang ini.

Jenis-Jenis Seni Arsitektur

                                                           Sumber Image / cdn.pixabay.com

Bentuk desain dari sebuah bangunan adalah merupakan salah satu poin utama yang akan turut menarik perhatian pada saat awal kita melihatnya.

Sebuah bangunan akan mudah diingat apabila dalam pembuatannya seringkali menggunakan gaya suatu arsitektur tertentu , yang mana jika menerapkan hal tersebut maka akan mudah untuk diingat dan dikenali.

Nah, berikut di bawah ini merupakan beberapa daftar dari jenis-jenis seni desain yang tentunya dapat membantu pengetahuan Anda menjadi semakin dalam lagi, diantaranya adalah seperti:

Arsitektur Klasik Yunani dan Romawi

                                                          Sumber Image / media.istockphoto.com

Pada jenis seni arsitektur yang satu ini lebih condong pada sebuah gaya yang digunakan, tepatnya pada saat era Yunani dan Romawi kuno.

Bentuk adri gaya arsitektur ini seringkali mencontoh gaya arsitektur klasik seperti pada model kompleks Acropolis di Athena dan Colosseum di Roma.

Seni Arsitektur Gotik

                                                       Sumber Image / cdn.pixabay.com

Jenis seni arsitektur yang berikutnya ini dimulai di Prancis, lalu kemudian seiring dengan berkembangnya waktu mulai diadaptasi pada seluruh benua di dunia.

Salah satu contoh Gotik Prancis paling terkenal yang bisa kita nikmati sekarang adalah sebuah bangunan adalah Notre-Dame di Paris, Prancis, juga terdapat beberapa bangunan gereja yang paling terkenal di Eropa yang menampilkan gaya dengan seni gotik ini.

Arsitektur Barok

                                                        Sumber Image / cdn.pixabay.com

Bentuk dari gaya arsitektur yang satu ini berasal dari Italia, dan pada umumnya ciri utamanya adalah mencakup bentuk melengkung seperti oval.

Juga dengan berbagai macam bentuk lainnya seperti cekung dan cembung yang akan menyarankan gerakan di dalamnya.

Gaya dengan menggunakan arsitektur ini akan mengedepankan kesan dramatis yang biasanya ditimbulkan dari faktor pencahayaan serta bayangan.

Arsitektur yang satu ini pun seringkali disebut sebagai penanda atas kejayaan Gereja Katolik, salah satunya yang bisa Anda lihat sekarang adalah di Paris yaitu berupa sebuah bangunan Istana Maisons-Laffitte hasil karya Francois Mansart.

Arsitektur Neoklasik

                                                       Sumber Image / cdn.pixabay.com

Jika membahas lebih dalam lagi mengenai arsitektur Neoklasik, maka tidak akan pernah lengkap tanpa kehadiran Capitol Hill.

Yang mana sebuah bangunan gedung yang terletak di Amerika Serikat ini menjadi salah satu contoh sempurna dari gaya arsitektur Neoklasik yang awal kali tumbuh pada saat pertengahan abad ke-18.

Dapat dibedakan dari ciri khas bangunannya yang menggunakan kolom-kolom, layaknya seperti bangunan romawi yang terdiri dari garis dengan tampilan tertata rapi.

Seni Arsitektur Victoria

                                                            Sumber Image / cdn.pixabay.com

Victorian architecture atau yang juga biasa disebut dengan arsitektur Victorian ini pertama kali muncul pada abad ke-19.

Dimana pada gaya seni yang satu ini berpegang teguh pada bangunan yang dibangun pada era pemerintahan Ratu Victoria Inggris.

Mulai dari berbagai macam bangunan yang bisa dikatakan dengan ukuran besar hingga berupa hunian pada saat itu.

Arsitektur Modern

                                                          Sumber Image / cdn.pixabay.com

Berikutnya, dengan gaya arsitektur satu ini sudah pasti tentunya tidak akan asing lagi di mata Anda. Sebab memang akan banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuk gaya dengan arsitektur modern ini muncul sebagai ciri khas dari sebuah bangunan yang memiliki nilai kesederhanaan bentuk secara keseluruhan.

Juga akan mengedepankan segi bentuk daripada dekorasi pada tampilan, yang semakin menambah kesan simpel pada arsitektur ini pada saat dilihat.

Terlebih lagi pada zaman millennial, salah satu jenis arsitektur ini memang sangat banyak digemari, baik dari semua kalangan.

Arsitektur Post Modern

                                                         Sumber Image / cdn.pixabay.com

Berbeda lagi dengan jenis berikutnya ini. Yang mana desain dari arsitektur post-modern ini akan menggabungkan ornamen artistik dengan elemen dekoratif ke dalam fasad bangunan, bukan hanya sumber kekuatan yang diambil dari gaya modernis.

Sementara itu, gaya postmodern ini seringkali mendapat banyak inspirasi dari berbagai macam campuran gaya arsitektur.

Arsitektur Neo Futuristik

                                                    Sumber Image / media.istockphoto.com

Jenis seni arsitektur neo futuristik ini merupakan jenis arsitektur dengan desain yang semakin banyak memanfaatkan teknologi baru demi membangun bentuk yang kelihatannya tampak mustahil.

Juga dengan sangat mengedepankan struktur inovatif yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dimana akan semakin menambah ciri khas tersendiri dari bagunan ini yang jauh tampak lebih menarik.

Fungsi Seni Arsitektur

                                                          Sumber Image / media.istockphoto.com

Terdapat beberapa hal yang akan menjadikan bentuk dari seni rupa arsitektur ini menjadi salah satu dari bagian penting dalam membangun sebuah bangunan tertentu.

Nah, berikut di bawah ini merupakan beberapa daftar dari fungsi seni arsitektur,berikut diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Jenis seni rupa yang satu ini menjadikan sebuah bangunan terlihat lebih estetis dan akan mudah diingat saat dilihat kembali.
  • Akan menjadikan penghuni dari di dalam bangunan tersebut semakin betah untuk berlama-lama, aman serta nyaman.
  • Implementasi dari jenis seni yang satu ini akan dapat memadukan antara teknologi dengan nilai estetika.
  • Menghasilkan bangunan yang awet, kokoh serta tahan dengan berbagai macam perubahan iklim yang terjadi.
  • Menjadikan sebuah bangunan yang jauh lebih efisien, baik secara alokasi ruang dan juga akan lebih ramah terhadap lingkungan.
  • Desain dari arsitektur ini akan secara langsung akan turut mendatangkan sebuah manfaat, juga dengan nilai lebih bagi bangunan itu sendiri.

Teori Seni Arsitektur

                                                        Sumber Image / cdn.pixabay.com

Berikut di bawah ini merupakan beberapa teori seni arsitektur yang juga wajib untuk Anda ketahui, diantaranya adalah:

  • Theory in Architecture (What Architecture is)

Jenis teori arsitektur yang pertama ini pada umumnya akan mengamati aspek formal, tektonik, structural, representasional, serta berbagai macam prinsip estetika yang melandasi gubahan arsitektur.

Pada teori yang tergolong ke dalam kelompok ini akan lebih cenderung bersifat superficial, deskriptif dan juga perspektif.

  • Theory of Architecture (How Best to Design)

Pada jenis teori yang berikutnya ini akan sebisa mungkin untuk berusaha keras agar dapat menjelaskan bagaimana para arsitek mengembangkan prinsip dan menggunakan pengetahuan, juga teknik dan gambar dalam proses desain dan produksi bangunan.

  • Theory About Architecture (The Achievement of Architecture)

Berbeda lagi dengan jenis yang satu ini. Dimana teori ini akan bertujuan untuk menjelaskan makna dan juga pengaruh dari arsitek.

Beserta juga mendudukan arsitek di dalam konteks sosial-budayanya, menjadikan bagaimana arsitek dapat bekerja sebagai produser budaya.

Contoh Seni Arsitektur

                                                        Sumber Image / media.istockphoto.com

Sementara itu, seni arsitektur ini bukan hanya dipengaruhi oleh keanekaragaman budaya, sejarah, serta geografi Indonesia saja.

Akan tetapi, terdapat beberapa budaya luar seperti India, Tiongkok, dan Arab pun telah turut mempengaruhi gaya arsitektur Indonesia.

Nah, untuk penjelasan selengkapnya maka akan kami jelaskan beberapa contoh bangunan arsitektur bersejarah yang terdapat di negara kita Indonesia.

1. Candi Prambanan

                                                   Sumber Image / media.istockphoto.com

Sebuah candi, yakni candi prambanan atau yang banyak dikenal sebagai candi Roro Jonggrang merupakan kompleks candi Hindu terbesar yang ada di Indonesia.

Lebih tepatnya, candi yang satu ini dibangun pada sekitar abad ke-9 Masehi. Yang mana pada candi ini memiliki desain arsitektur bangunan yang berpegang teguh pada kita Wastu Sastra.

Adapun bentuk denah yang terdapat pada candi Prambanan ini sama halnya seperti pola mandala, yakni dengan bentuk candi yang sengaja dibuat menjulang tinggi layaknya bentuk candi Hindu kebanyakan lainnya.

2. Candi Borobudur

                                                       Sumber Image / media.istockphoto.com

Sebuah candi yang terletak di Magelang Jawa Tengah, dimana candi yang satu ini banyak dikenal dengan candi Borobudur.

Jenis candi ini memiliki bentuk seperti bujur sangkar yang tepat pada atasnya terdapat tiga pelataran melingkar. Juga pada dinding candi Borobudur ini dihiasi dengan 2.672 panel relief serta 504 arca Budha.

Oleh karena itu, maka tidak akan mengherankan jika candi Borobudur ini dinobatkan sebagai candi dengan relief terbanyak dan terlengkap di dunia.

3. Museum Tsunami Aceh

                                                     Sumber Image / media.istockphoto.com

Museum ini didirikan oleh salah satu walikota Bandung yang juga merangkap sebagai tokoh seni rupa Indonesia di bidang arsitektur, yakni Ridwan Kamil tepatnya pada tahun 2009.

Adapun tujuan utama dari dibangunnya museum ini adalah sebagai tempat yang akan dijadikan untuk dapat mengenang musibah tsunami Aceh pada tahun 2004 lalu.

Bukan hanya itu, museum ini juga dimanfaatkan  untuk menjadi pusat pendidikan, serta juga akan secara otomatis menjadi tempat pengungsian jika sewaktu-waktu tsunami terjadi lagi.

4. Masjid Gedhe Kauman

                                                       Sumber Image / Masjid Gedhe Kauman

Bangunan masjid ini dibangun atas prakarsa Hamengku Buwono I, yang juga berkolaborasi dengan Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat dan Kyai Wiryokusumo yang berperan sebagai arsitekturnya.

Lebih tepatnya, bangunan masjid ini dibangun yakni pada 20 Mei 1770M.

Masjid ini terletak di sebelah barat komplek Alun-alun Keraton Yogyakarta, dan juga termasuk dari salah satu contoh dari karya seni rupa dan terapan yang berfokus pada bidang arsitektur yang berlandaskan nilai islam.


Tidak terasa, ternyata pembahasan kami kali ini hanya sampai di sini saja mengenai seni arsitektur ini, kurang lebihnya kami mohon maaf.

Sekian dari kami, terimakasih dan tidak perlu sungkan untuk menelusuri artikel kami yang lainnya.