Seni Grafis

Seni Grafis –  Seni di zaman sekarang sudah tidak bisa diragukan lagi. Karena seiring berjalannya waktu dengan ditemukannya teknologi yang mumpuni, kini sudah mulai bermunculan hasil karya-karya terbilang sempurna.

Banyaknya jenis teknik yang ada juga semakin mempermudah bagi siapapun untuk mempelajari seni. Sekalipun berangkat dari orang yang sama sekali tidak paham akan seni, akan tetapi jika dia mau berusaha untuk mempelajari maka pasti akan bisa juga, termasuk Anda.

Dibawah ini telah kami ulas untuk membantu Anda mendalami teknik-teknik seni yang perlu untuk diketahui, khususnya seni grafis.

Nah, yuk langsung saja bisa Anda simak artikel mengenai seni grafis yang meliputi pengertian, sejarah, jenis, fungsi, dan contohnya ini.

Pengertian Seni Grafis

                                                        Sumber Image / 2.bp.blogspot.com

Seni grafis merupakan satu diantara berbagai macam jenis seni rupa yang tergolong modern. Mengapa demikian? Karena pada saat proses pembuatannya sudah memanfaatkan teknologi dari komputer yang canggih.

Istilah seni grafis banyak juga dikenal dengan seni mencetak, yang mana kata grafis sendiri berasal dari Bahasa Yunani graphein, dengan sebuah arti menulis atau menggambar.

Istilah grafis juga diperoleh dari Bahasa inggris, graph atau graphic, dengan artian dapat membuat lukisan, yang mana lukisannya dengan cara ditoreh atau digores.

Secara garis besar, pengertian dari seni grafis adalah sebuah karya seni rupa dua dimensi atau yang biasa disebut dengan ‘dwimatra’, yang dapat menghasilkan produk-produk modern dalam berbagai media, bisa dengan menggunakan teknik cetak maupun printing.

Sejarah Seni Grafis

                                                      Sumber Image / cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Negara awal mulanya seni grafis ini berkembang yakni di China. Masyarakat disana memiliki kebiasaan menarik, yang mana seni grafis banyak digunakan guna untuk menggandakan tulisan-tulisan keagamaan.

Naskah-naskah yang berisikan keagamaan tersebut ditata atau diukir dengan serapi mungkin pada sebuah bidang kayu, baru kemudian dicetak di atas kertas.

Jepang dan Korea merupakan dua negara timur yang ternyata juga banyak ditemukan karya-karya seni grafis dengan media cukilan kayu.

Dengan ditemukannya kertas menjadi kunci besar dari pesatnya perjalanan seni ini. Sejak tahun 105 di bawah kekuasaan Dinasti Yi, China telah menemukan kertas serta memproduksinya secara massal.

Bukan hanya China, namun Bangsa Romawi ternyata juga telah mengenal teknik cetak, yang biasanya banyak dipakai untuk menghiasi jubah mereka dengan teknik cetak stempel.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu teknik cetak ini menjadi kurang berkembang, sebab utamanya adalah bangsa Eropa yang belum mengenal kertas pada waktu itu.

Awal mula berkembangnya teknik grafis ini di Eropa adalah pada saat abad ke-13, dengan ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg, yang lantas juga mendirikan pabrik kertas pertama kali di Italia.

Bersamaan dengan waktu itulah, beragam teknik seni grafis mulai banyak berkembang di Eropa.

Khususnya di Indonesia sendiri, pertama kali seni grafis muncul adalah pada tahun 1950-an. Yang kemudian, teknik seni grafis ini banyak digunakan dalam seni terapan untuk membuat poster-poster perjuangan.

Perlu untuk Anda ketahui, ada peran tokoh penting dalam seni grafis dari Indonesia. Diantaranya adalah Suromo dan Abdul Salam asal Yogyakarta, ada juga Baharudin Marasutan asal Jakarta, serta Mochtar Apin dari Bandung.

Media Seni Grafis

                                                           Sumber Image / www.pelajaran.co.id

Pada dasarnya, seniman seni grafis banyak berkarya dengan menggunakan berbagai macam media, mulai dari yang masih berbau tradisional hingga kontemporer, juga termasuk tinta berbasis air, cat air, tinta berbasis minyak, dan pigmen pada yang larut dalam elemen air seperti crayon Caran D’Ache.

Sebuah karya seni yang dihasilkan dari atas permukaan yang biasa disebut dengan plat.

Seiring dengan berkembangnya peradaban, teknik dengan menggunakan sistem digital semakin banyak digunakan pada saat ini.

Adapun permukaan atau matrix yang digunakan untuk menciptakan sebuah karya grafis adalah meliputi papan kayu, plat logam, lembaran kaca akrilik, serta lembaran linoleum atau batu litografi.

Terdapat teknik lain dari seni grafis yang biasa disebut dengan serigrafi atau cetak saring (screen-printing) dengan memanfaatkan lembaran kain berpori yang direntangkan pada sebuah kerangka, disebut dengan screen.

Terlebih lagi, cetakan dengan diameter kecil bahkan bisa dibuat hanya dengan menggunakan permukaan kentang ataupun ketela.

Warna pada Seni Grafis 

                                                          Sumber Image / babaibnu.com

Seorang pembuat karya seni grafis memberikan sentuhan berbagai macam warna.

Seringkali untuk pewarnaannya dalam atsa, cetak saring, cukil kayu serta linocut- ditetapkan dengan menggunakan plat, sebuah papan atau screen yang terpisah atau bisa juga dengan melakukan pendekatan reduksionis.

Terdapat sejumlah plat dalam setiap teknik pewarnaan multi-plat, screen atau papan, yang dari masing-masing keduanya menghasilkan tiap warna yang berbeda.

Dari setiap plat, screen atau papan yang terpisah akan dibubuhi tinta dengan berbagai macam warna yang berbeda, yang kemudian bisa diterapkan pada tahap tertentu untuk menghasilkan objek dari keseluruhan gambar.

Banyak rata-rata yang digunakan adalah 3 sampai 4 plat, akan tetapi ada saatnya seorang seniman grafis akan menggunakan banyak plat, bahkan bisa sampai dengan 7 plat sekaligus.

Tiap-tiap dari penerapan warnanya akan berinteraksi dengan warna lain yang sebelumnya telah diterapkan pada selembar kertas. Jadi, penting untuk Anda agar sebelumnya perlu untuk memikirkan antara pemisahan warnanya.

Pada umumnya, warna yang paling terang akan diterapkan terlebih dahulu, baru kemudian pada warna yang lebih gelap.

Pendekatan reduksionis untuk menghasilkan warna diawali dengan sebuah papan kayu atau lino yang kosong, bisa juga dengan menggunakan goresan sederhana.

Lebih lanjutnya, seniman akan mencukilnya dengan memberi warna lain, dan kemudian mencetaknya kembali.

Bagian lino atau sisi kayu yang telah dicukil akan mengekspos (tidak menimpa) warna yang telah tercetak sebelumnya.

Khususnya pada teknik seni grafis seperti chine colle atau monotype, seorang seniman seni grafis kadang-kadang hanya mengecat warna seperti layaknya seorang pelukis, kemudian dicetak.

Konsep warna subtraktif yang juga biasanya digunakan dalam cetak offset atau cetak digital, di dalam software vectorial misalnya Macromedia Freehand, CorelDraw atau Adobe Ilustrator atau bitmap ditampilkan dalam bentuk CMYK atau ruang warna lain.

Teknik Seni Grafis

Secara dasar, teknik seni grafis dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berikut:

# Cetak relief, dimana tinta berada tepat pada permukaan asli dari matrix. Teknik relief ini meliputi cukil kayu, engraving kayu, cukil linoleum/linocut, serta cukil logam/metalcut.

# Intaglio, kebalikan dengan cetak relief, tinta pada teknik ini berada di bawah permukaan matrix. Adapun teknik ini meliputi engraving, etsa, mezzotint, aquatint, chine-colle dan drypoint.

# Planografi dimana matrix permukaannya tetap, hanya saja mendapatkan perlakuan khusus pada bagian tertentu demi menciptakan sebuah gambar. Teknik ini meliputi litografi, monotype, juga teknik digital stensil, termasuk cetak saring dan pochoir juga.

# Masih terdapat lagi teknik lainnya, namun teknik ini tidak termasuk dalam kelompok ini. ‘Kolografi’ (teknik cetak yang menggunakan kolase), sebuah proses digital termasuk giclee medium fotografi serta kombinasi proses digital dan konvensional.

Diantara kebanyakan dari teknik tadi di atas, Anda juga bisa mengkombinasikannya khusus dalam kategori yang sama.

Contohnya, karya cetak Rembrandt biasanya secara mudah bisa disebut dengan “etsa”, akan tetapi lebih sering digunakannya teknik engraving dan drypoint, yang bahkan terkadang tidak terdapat etsa-nya sama sekali.

Karakteristik Seni Grafis

Berikut di bawah ini terdapat beberapa karakteristik seni grafis, diantaranya sebagai berikut :

Sebuah karya dari seni grafis bisa didapatkan dengan menggunakan media cetak, sehingga pada saat Anda melakukan pengulangan dalam proses produksinya maka akan menghasilkan karya yang serupa, hal tersebut baik dari segi bentuk maupun ukuran. Oleh karena itu, hasil karyanya tidak lagi memerlukan untuk memakai goresan dengan tangan lagi.

Dengan digunakannya teknik pada karya ini, maka akan sangat memungkinkan sekali untuk menghasilkan karya yang lebih dari satu

Penting untuk Anda ketahui bahwasanya, hasil yang diperoleh dari teknik seni garfish ini sangat bergantung terhadap proses atau teknik yang digunakan pada saat mencetaknya

Dengan demikian, khusus pada karakteristik dari hasil karyanya yang diperoleh akan sangat bergantung pada jenis atau media yang digunakannya

Jenis Teknik Cetak Seni Grafis

Berikut ini merupakan 5 jenis teknik cetak seni yang sepatutnya untuk Anda ketahui. Diantara kelima teknik itu adalah cetak saring, cetak datar, cetak tinggi, cetak dalam serta cetak foto.

Di bawah ini akan kami jelaskan mengenai teknik-teknik cetak tersebut secara rinci :

1. Teknik Cetak Saring (Silkscreen)

                                                          Sumber Image / saguhati.id

Adapun jenis teknik cetak yang pertama adalah teknik cetak saring ini. Teknik cetak yang satu ini merupakan teknik yang umumnya banyak dikenal dengan sebutan teknik cetak sablon.

Yang mana apabila jika Anda ingin menggunakan teknik ini, maka Anda perlu untuk menyiapkan sebuah cetakan yang terbuat dari kasa (screen).

Dimana cetakan yang terbuat dari kasa ini memiliki sifat yang elastis, lentur dan juga bisa terbilang sangat halus.

Setidaknya terdapat beberapa seniman terkenal yang juga sering menggunakan teknik yang satu ini. Diantaranya seniman tersebut adalah Robert Indiana, Josef Albert, Chuck Close dan juga Edward Rusca.

Teknik yang satu ini juga bisa dikatakan sebagai teknik yang memiliki banyak peminat, tentu hal ini dikarenakan dari cara penggunaannya yang terbilang cukup mudah.

2. Teknik Cetak Datar (Lithography)

                                                                     Sumber Image / i.ytimg.com

Teknik cetak datar atau yang banyak dikenal oleh khalayak ramai dengan sebutan ‘Lithography’ ini, merupakan sebuah kata yang berasal dari Bahasa Yunani, yang mana istilah kata Lithos pada kata ini memiliki arti batu sedangkan graphein yang berarti menulis.

Lebih singkatnya bisa disimpulkan Lithographie adalah merupakan sebuah karya seni cetak yang menggunakan media batu.

Akan tetapi, menggunakan batu disini bukan berarti sembarang batu bisa digunakan, melainkan jenis batu khusus yaitu batu kapur.

Hal lain yang perlu untuk diperhatikan adalah segi bentuk batu kapur yang dipakai dalam teknik cetak yang satu ini adalah sebuah batu kapur yang memiliki bentuk menyerupai lempengan.

Sehingga yang tampak pada batu tersebut adalah terlihat seperti kertas yang tebal dengan ciri khasnya yang berupa warna coklat.

Alasan terbesar mengapa banyak dari para seniman menggunakan jenis batu kapur adalah karena pada jenis batu ini dapat menghisap tinta.

3. Teknik Cetak Tinggi (Woodcut)

                                                            Sumber Image / .www.satuharapan.com

Umumnya, teknik yang satu ini lebih banyak dikenal dengan sebutan teknik cetak timbul. Mengapa bisa disebut dengan demikian? Tidak lain karena pada hasil dari seni karya grafis ini terlihat timbul dari media yang digunakannya.

Teknik ini bukan hanya disebut dengan teknik timbul saja, akan tetapi juga banyak disebut dengan teknik cungkil.

Disebut dengan demikian rupa dikarenakan memang pada saat proses pembuatannya dengan cara dicungkil.

Terdapat banyak media yang bisa Anda gunakan guna untuk menerapkan teknik ini. Sebagian dari media tersebut diantaranya adalah metal, hardboard, papan kayu, karet dan juga triplek.

4. Teknik Cetak Dalam (Intaglio)

                                                              Sumber Image / dkv.binus.ac.id/files

Teknik cetak dalam atau yang banyak dikenal oleh banyak orang dengan sebutan intaglio ini adalah sebuah teknik yang mana cara penerapannya dengan menggores media dengan menggunakan benda tumpul.

Umumnya, untuk media yang biasa dipakai dalam teknik ini adalah jenis logam. Sehingga dengan digunakannya teknik ini maka akan memiliki sifat yang permanen, atau tidak mudah hilang.

Setidaknya terdapat 4 jenis cetak dalam yang perlu untuk Anda ketahui. Yang mana diantara dari keempat teknik tersebut adalah seperti engraving, etsa, mezzotint, dan drypoint.

Agar pemahaman Anda semakin luas maka bisa dengan menyimak penjelasan dari keempat teknik tersebut di bawah ini :

  • Engraving. Jika Anda ingin menggunakan teknik yang satu ini, maka seharusnya dengan memakai alat yang biasanya dikenal dengan sebutan burin. Yang mana pada alat jenis ini sangat berguna sekali untuk mengukir logam. Lalu kemudian, pada bagian permukaan logam akan dilapisi dengan cat, setelah itu, Anda juga perlu untuk mengukir kembali logam tersebut dengan menggunakan burin. Jika telah diukir, maka tahap selanjutnya adalah permukaan logam tersebut harus dibersihkan dari cat yang telah digunakan. Kemudian, nanti yang tersisa hanyalah tinggal cat yang terdapat pada celah-celah logam yang telah diukir tersebut.
  • Etsa. Untuk jenis teknik cetak yang selanjutnya adalah Etsa. Etsa yaitu sebuah teknik yang memanfaatkan bantuan dari jenis asam nitrat (HNO3). Yang mana dengan menggunakan cairan asam ini maka akan digoreskan pada bagian atas lempengan tembaga. Menerapkan teknik ini sama halnya dengan mengukir menggunakan zat cair. Namun, yang perlu untuk Anda ukir dalam hal ini hanyalah pada bagian lempengan tembaga saja. Dimana teknik ini dulunya seringkali digunakan  untuk mengukir baju perang.
  • Mezzotint. Adapun teknik cetak yang berikutnya adalah salah satu teknik mengerok hingga mencapai kehalusan pada permukaan logamnya. Teknik ini lebih dominan untuk memakai efek gelap dan terang.
  • Drypoint. Teknik cetak yang terakhir ini merupakan sebuah teknik yang memanfaatkan fungsi dari benda runcing untuk dijadikan sebagai sarana dalam mengukir sebuah media.

Fungsi dari Seni Grafis

Berikut dibawah ini merupakan beberapa fungsi dari seni grafis, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Bisa dijadikan sebuah monumen bersejarah
  • Bisa digunakan pada sebuah karya yang menggambarkan kisah mengenai kehidupan di zaman dahulu
  • Bisa digunakan sebagai media yang dapat menghubungkan antar pelukis dan penikmat
  • Bisa berfungsi sebagai salah satu keindahan dari sebuah media
  • Bisa berfungsi sebagai sebuah ungkapan untuk mengekspresikan sebuah rasa

Contoh Seni Grafis

Telah kami kumpulkan beberapa gambar dibawah ini agar semakin membuat penegetahuan Anda menjadi paham akan seni grafis, berikut diantaranya:

Contoh Seni Grafis

                                                             Sumber Image / i0.wp.com

Contoh Seni Grafis

                                              Sumber Image / ex-school.com

Contoh Seni Grafis 

                                               Sumber Image / pintarnesia.teknoinside.cyou

Contoh Seni Grafis

                                                 Sumber Image / idseducation.com

Contoh Seni Grafis 

                                                Sumber Image / i0.wp.com

Demikian sudah penjelasan kami mengenai seni grafis tadi. Semoga dengan membaca artikel ini benar-benar dapat memberikan pengetahuan yang Anda harapkan.

Salam hormat kami, terimakasih.