Seni Kaligrafi

Seni Kaligrafi – Pertama kali yang muncul di dalam pikiran saat Anda mendengar kalimat seni kaligrafi adalah pasti terbayang akan tulisan arab dengan berbagai bentuk yang indah.

Ya, benar sekali. Bukan hanya sekedar tulisan, akan tetapi juga terdapat pengertian, sejarah, manfaat, serta berbagai macam jenisnya yang patut untuk Anda ketahui.

Termasuk apa sajakah yang perlu untuk Anda ketahui? Yuk segera simak artikel berikut ini dengan seksama.

Pengertian Seni Kaligrafi

                                                                     Sumber Image / cdn.pixabay.com

Seni kaligrafi merupakan sebuah seni dengan cara menorehkan teks ke dalam bentuk.

Sebagai alat bantu untuk penerapan seni kaligrafi ini adalah dengan menggunakan pena, kuas, maupun dengan alat tulis dengan bentuk lainnya, yang tentunya bisa digambar pada suatu media tertentu.

Awal mula merebaknya seni kaligrafi ini adalah saat masih menggunakan kertas papirus sebagai media utamanya.

Akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman yang semakin mengalami kemajuan, baru kemudian ditemukan seni kaligrafi ini pada media-media lainnya.

Sebagai contoh dari media seni kaligrafi adalah seperti batu, koin, dinding, sutra, kertas kanvas, perhiasan, plat kuningan, kaca, keramik, serta berbagai contoh media lainnya.

Sebagai seorang muslim, kemampuan tulis menulis dalam mencakup artian luasnya merupakan cikal bakal sebagai pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya, menulis juga merupakan wujud tertinggi dari kemampuan yang meliputi kecerdasan manusia yang tertinggi.

Dilansir dari pendapat (Bapak Hukum Internasional Islam) yakni bapak Ibrahim Ash-Syaibani, tulisan merupakan wujud dari bahasa tangan, idiom pikiran, ambassador akal, otoritas tertinggi pemikiran, senjata pengetahuan serta sahabat terbaik untuk keimanan diantara jurang waktu.

Sejarah Seni Kaligrafi

sejarah seni kaligrafi
                                                                             Sumber Image / cdn.pixabay.com

Untuk memperkuat pengetahuan Anda, maka telah kami jelaskan dibawah ini mengenai sejarah seni kaligrafi.

Asal Muasal Seni Kaligrafi

Tepatnya pada abad ke-16, awal mula seni kaligrafi ini pertama kali masih dalam bentuk risalah, yang mana pada saat itu gaya-gaya yang diterapkan dalam karya kaligrafi telah menemukan formulasi bakunya.

Sebagai contoh seperti Al-Qur’an dan puisi-puisi bertajuk islami yang akan dituangkan secara masif ke dalam bentuk seni karya kaligrafi dengan ciri khas gaya kaligrafi yang dikolaborasikan dari berbagai macam jenis aliran. 

Semenjak saat itulah, seni kaligrafi sudah turut menjadi salah satu peran penting dalam perkembangan kebudayaan islam. 

Bahkan, dapat dikatakan seni kaligrafi ini memiliki ruang lingkup yang tidak terbatas, oleh sebab variasi serta aplikasi penggunaannya bisa dituangkan pada media seni tulis jenis apapun. 

Maka bukan sesuatu hal yang tabu lagi jika bukan hanya dunia islam saja yang menggunakan kaligrafi dengan teks arab, karena bahkan banyak dari kalangan dunia barat pun gemar dan terpengaruh oleh kaligrafi islam ini.

Masuknya Kaligrafi Arab ke Eropa

Sementara awal mula seni kaligrafi ini mulai dikenal di Eropa adalah pada abad pertengahan, yang mana pada masa itu seni kaligrafi arab seringkali digunakan untuk kepentingan dekoratif.

Sebagai contohnya, Roger II (1095-1154), Raja Sicily, Italia, memiliki mantel yang disebut-sebut merupakan sebuah karya yang dibuat oleh seorang pengrajin asal Arab.

Diketahui pada bagian bawah mantel tersebut menggunakan kufic, yang mana isi apabila diartikan dapat bermakna cukup panjang.

Adapun makna tersirat dari kalimat tersebut adalah “ini (mantel) merupakan milik kerajaan yang dilindungi oleh hukum, yang diberkati oleh keberuntungan dan kehormatan, dibuat dengan kesempurnaan, dengan kuasa dan kepantasan, dengan sanksinya serta kesejahteraannya, dengan kemurahan hati dan keagungan”.

Keistimewaan Seni Kaligrafi

keunikan seni kaligrafi
                                                                    Sumber Image / cdn.pixabay.com

Salah satu bentuk bukti keindahan dari sebuah Al-Qur’an adalah seni menulis indah atau yang biasa dikenal banyak orang dengan sebutan kaligrafi.

Kaligrafi sendiri merupakan sebuah karya yang diciptakan serta dikembangkan oleh kaum muslim mulai semenjak kedatangan islam di muka bumi ini.

Pun, apabila seni islam ini dibandingkan dengan berbagai jenis seni yang lain, maka seni kaligrafi akan tetap mendapatkan kedudukan yang tinggi dan merupakan sebuah ekspresi spirit islam yang memiliki ciri khasnya tersendiri.

Jadi, tidak mengherankan memang jikalau kaligrafi disebut-sebut sebagai wujud dari seninya seni islam yang jika dilihat dari keindahannya tidak bisa direndahkan.

Oleh sebab itu, memang sangat pantas karena seni kaligrafi ini mencerminkan kedalaman makna seni yang esensinya didapat dari nilai serta konsep keimanan.

Tentunya tidak akan mengejutkan apabila seni kaligrafi ini memiliki pengaruh yang besar terhadap sebuah bentuk ekspresi seni yang lainnya.

Bahkan, lebih hebatnya lagi hal ini sudah banyak diakui oleh para sarjana Barat yang telah banyak mengkaji dan mempelajari seni islam.

Sebagai contoh tokoh di dalamnya adalah seperti Martin Lings, Titus Burckhardt, Annemarie Schimmel serta Thomas W Arnold.

Keistimewaan lain yang didapat dari seni kaligrafi dalam seni islam adalah sebagai bentuk pengejawantahan dalam firman Allah SWT, serta juga merupakan sebuah karya seni yang langsung berkaitan dengan Al-qur’an dan hadist.

Penyebab terbesarnya adalah karena sebagian besar tulisan indah dalam bahasa Arab tersebut banyak menampilkan ayat-ayat suci Al-Qur’an atau sabda dari hadist Nabi Muhammad SAW.

Jenis-Jenis Kaligrafi Islam 

Kaligrafi islam sendiri didasarkan atas beberapa jenis dan ragamnya. Sudah pasti tentunya, dari masing-masing jenis tersebut memiliki bentuk huruf dan fungsi yang berbeda-beda pula.

1. Kaligrafi Khat Naskhi

contoh seni kaligrafi
                                                                                  Sumber Image / i.pinimg.com

Khat naskhi ini merupakan jenis kaligrafi yang menggunakan anatomi hurufnya sama halnya dengan penulisan huruf pada Al-Qur’an.

Khat naskhi sendiri dapat diartikan “menghapus”, sama halnya dengan jenis penulisan ini yang mana memang diperuntukkan sebagai pengganti khat kufi/kaligrafi tertua pada saat peradaban Arab dulu.

Tepatnya pada tanggal 4 Hijriah, awal mula sejarah seni kaligrafi khat naskhi ini dibentuk yakni dari seorang yang bernama Ibnu Muqlah. Ibnu Muqlah inilah yang digadang-gadang sebagai pelopor yang menyempurnakan tulisan ini. 

Bahkan, sampai sekarangpun jenis khat yang satu ini seringkali masih banyak diterapkan pada tulisan Al-Qur’an dan hadist.

Bukan hanya itu, khat ini banyak kali juga dapat dijumpai pada media-media umum layaknya seperti majalah, buku dan media lainnya yang biasanya dibaca oleh orang awam.

Terdapat ciri khas tersendiri yang dimiliki oleh khat naskhi ini, yakni berupa bentuk hurufnya yang luwes, tidak menumpuk, tidak terlalu rapat, serta memiliki bentuk harakat yang mudah dibaca banyak orang.

2. Kaligrafi Khat Riq’ah

                                                                                     Sumber Image / 4.bp.blogspot.com

Khat riq’ah merupakan jenis kaligrafi berikutnya, yang mana dalam bahasa Arab sendiri riq’ah dapat diartikan sebagai “tambalan”.

Oleh karena pada saat itu belum terjadi perkembangan zaman yang mumpuni, maka mau tidak mau seniman yang menggunakan khat riq’ah ini masih menjadikan potongan kulit atau kayu sebagai media tulis utama.

Diketahui dari sejarah, bahwasanya jenis khat riq’ah ini diperoleh dari bangsa Turki Usmani, tepatnya pada saat masa dinasti Sultan Abdul Majid Khan (1280 H).

Masyarakat umum Turki Usmani paling banyak menggunakan jenis khat riq’ah ini, karena mereka menganggap khat ini paling mudah serta paling cepat untuk ditulis.

Diamati dari bentuk tampilan tulisannya, khat jenis ini hampir menyerupai bentuk khat kufi, akan tetapi juga memang merupakan hasil olahan dari bentuk khat kufi.

Ciri khas yang paling menonjol dari jenis khat naskhi ini adalah cara penggunaan harakat pada bagian yang dianggap penting saja, arah tulisan miring, serta bentuk hurufnya yang pendek-pendek.

3. Kaligrafi Khat Diwani

                                                                                       Sumber Image / i.ytimg.com

Salah satu jenis kaligrafi yang juga banyak digunakan dalam bahasa arab adalah kaligrafi khat diwani ini. Arti kata dari diwani sendiri dapat bermakna dewan-dewan perkantoran, sebagaimana memang khat ini banyak diperuntukkan sebagai tulisan kerajaan Turki Usmani.

Awal dekade khat diwani ini muncul dan banyak digunakan adalah pada saat masa Sultan Muhammad Al-Fatih, yang mana pada saat itu beliau telah dapat menaklukkan Konstantinopel pada tahun 857 H.

Bukan hanya itu, diketahui juga khat yang satu ini banyak digunakan untuk dokumen-dokumen penting kerajaan.

Namun seiring berjalannya waktu yang semakin mengalami perkembangan zaman, khat ini juga terus disempurnakan, begitu pula dengan jenisnya  yang jauh lebih berkembang hingga akhirnya muncul khat diwani jali.

Jenis khat inilah yang kemudian digunakan sebagai tulisan kaligrafi khat diwani.

Nilai lebih dari jenis khat yang satu ini adalah bentuknya yang rumit, serta terdapat banyak tulisan dan sangat bervariasi.

4. Kaligrafi Khat Kufi Murabba

macam macam seni kaligrafi
                                                                  Sumber Image / 4.bp.blogspot.com

Untuk yang selanjutnya ada jenis kaligrafi khat murabba. Dimana jenis kaligrafi ini merupakan salah satu dari berbagai macam jenis kaligrafi kuno, dan tak ayal memang merupakan jenis khat tertua dalam sejarah peradaban Arab.

Maka tidak akan terasa asing lagi jika khat ini banyak ditemukan di masjid, bangunan-bangunan kuno, prasasti, hingga dengan dokumen-dokumen kuno.

Ciri khas yang paling menonjol dari jenis khat kaligrafi ini adalah dapat dilihat dari bentuk tulisannya yang geometris serta tidak terdapat harakat di dalamnya.

5. Kaligrafi Khat Tsuluts

                                                                                 Sumber Image / i.ytimg.com

Bentuk kaligrafi yang berikutnya adalah khat tsuluts, yang mana dalam bahasa arab sendiri dapat diartikan “sepertiga”, maka dari itu khat tsuluts ini memiliki ukuran sepertiga yang berbeda bila dibandingkan dengan jenis khat lainnya.

Jadi, tidak mengherankan jika jenis khat ini sangat masyhur baik di kalangan seniman kaligrafi, serta juga banyak digunakan dalam penulisan Al-Qur’an dan hadist.

Bentuk ciri khas yang dimiliki dari jenis khat ini adalah berupa kelenturan tulisan yang luar biasa, tampilan yang rumit, dan bentuk kepala huruf yang melengkung serta berduri.

6. Kaligrafi Khat Farisi

jenis jeins seni kaligarafi
                                                                     Sumber Image / i.pinimg.com

Adalah kaligrafi khat farisi yang pertama kali banyak berkembang pada saat peradaban Persia (sekarang Iran), lalu kemudian semakin meluas hingga India, Pakistan, dan Turki.

Jenis khat yang satu ini pula dapat Anda temukan dalam beberapa beberapa media seperti majalah, buku, surat kabar, judul-judul bab, serta dengan jenis media yang lainnya.

Tutorial Membuat Kaligrafi Arab yang Bagus

Setidaknya jika Anda menginginkan hasil kaligrafi yang bagus, alangkah baiknya Anda mengikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Buatlah Garis Sketsa serta Penempatan Huruf

Adapun langkah pertama jika Anda akan membuat seni kaligrafi adalah dengan membuat garis baying yang akan menjadi titik patokan dalam penulisan kaligrafi.

Jika Anda merupakan seorang pemula, hasil awalnya mungkin hanya sebagai latihan saja, akan tetapi jika telah terbiasa maka garis-garis baying yang tadi akan spontan tergambar dalam benak Anda.

2. Peganglah Alat Tulis dengan Posisi Nyaman

Sudah tentu pastinya jika Anda menginginkan untuk memperoleh hasil yang bagus, maka kunci utamanya adalah Anda harus dengan memposisikan tangan dengan alat  tulis dalam posisi yang nyaman pada saat proses menulis.

Di awal mungkin Anda akan terus berganti-ganti posisi dalam menulis. Akan tetapi pada akhirnya Anda tentu akan menemukan keselarasan tersendiri dalam menulis yang terasa benar-benar nyaman dalam posisi tersebut.

3. Membuat Contoh Sketsa Kaligrafi yang Akan Dibuat

Setidaknya jika Anda menginginkan hasil yang maksimal, maka harus memiliki contoh yang bisa dijadikan sebagai titik tumpu dari setiap huruf-huruf yang akan ditulis.

Dengan hal ini tentu akan dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dalam proses penulisan. Serta jangan terlalu lambat dalam penulisan, karena dapat mengakibatkan banyak tinta yang secara tidak langsung akan keluar dan membuat kertas menjadi terlihat basah.

Diperlukan kesabaran hingga tinta mongering dengan sempurna, sebelum Anda memegang karya tulisan yang sudah jadi.

Sebisa mungkin agar bagian tubuh seperti tumit dari tangan tidak dapat menyentuh kertas yang tentunya akan bisa menyebabkan tulisan yang telah usai menjadi tercoreng.

4. Gunakan tekanan untuk Mengendalikan Lebar Garis

Anda juga harus memperhatikan dengan betul mengenai panjang serta lebar dari tulisan kaligrafi, yang mana harus sesuai dengan kaidahnya dan juga tidak boleh sembarang dalam penulisannya.

Dengan menjadikan sudut alat tulis sebagai acuan menggunakan metode tekanan yang nantinya akan memperoleh hasil yang baik dan tentu benar.

Juga, dengan menggunakan mata pena dengan berbagai macam bentuk yang berbeda-beda akan sangat membantu dalam membuat ketebalan garis yang berbeda.

5. Gunakan Urutan Gerakan yang Benar

Penerapan kepenulisan dengan menggunakan kaidah yang benar akan menghasilkan seni kaligrafi arab yang terlihat sangat bagus.

Penting untuk Anda ketahui, bahwasanya pada setiap hurufnya memiliki ciri khas gerakan tersendiri dalam penulisannya, dan hampir semua pada setiap dasarnya berbeda.

6. Biasakan Melatih Tulisan

Dengan membiasakan diri untuk terus berlatih secara rutin dan teratur maka sudah pasti tentunya akan menghasilkan sebuah karya seni kaligrafi yang tidak dapat disepelekan wujudnya.

Menggunakan cara ini tentu menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajarinya agar dapat dengan cepat dan mudah untuk menguasai penulisan dalam membuat karya kaligrafi yang Anda impikan.

7. Jiplak Karya Orang Lain

Jika Anda merupakan seorang pemula dalam tahap belajar, maka tidak akan ada salahnya jika Anda masih harus menjiplak maupun dengan mencontoh hasil karya seni milik orang lain yang patut untuk dijadikan sebagai tumpuan.

Seiring berjalannya waktu jika Anda sudah dapat menguasai penulisan kaligrafi dengan baik, maka berlatihlah untuk mencoba menghasilkan bentuk karya yang baru, agar karya Anda juga dapat bermanfaat untuk khalayak umum.

8. Gunakan Kertas yang Tebal dan Terbaik

Salah satu kunci untuk menghasilkan sebuah karya yang bagus adalah dengan menggunakan media kertas terbaik dan tebal agar dapat membuat sebuah karya seni kaligrafi arab yang dapat bernilai luar biasa.

Contoh Seni Kaligrafi

contoh seni kaligrafi
                                                                     Sumber Image / 1.bp.blogspot.com
contoh gambar seni kaligrafi
                                                                           Sumber Image / www.dictio.id
                                                                   Sumber Image / www.alkausar.sch.id
                                                                         Sumber Image / i0.wp.com
                                                               Sumber Image / diskominfotik.bengkaliskab.go.id
                                                               Sumber Image / cdn.kibrispdr.org
                                                                                Sumber Image / serat.id
                                                                          Sumber Image / i.ytimg.com
                                           Sumber Image / cdn0-production-images-kly.akamaized.net
                                                                    Sumber Image / sumberjayalaser.com

Terimakasih telah bersedia membaca artikel kami ini, agar ilmu yang Anda dapatkan tidak sia-sia maka jangan lupa untuk langsung menerapkannya pada sebuah media.

Sah-sah saja jika hasil karya yang Anda dapatkan belum dapat dikatakan memperoleh nilai yang memuaskan. Kuncinya satu, jangan menyerah.

Semoga bermanfaat.