Seni Keramik

Seni Keramik – Keramik merupakan salah satu benda yang tidak bisa terlepas dari kebutuhan hidup manusia. Oleh karenanya, benda yang satu ini memiliki peran tersendiri di dalam kehidupan.

Dalam penerapan seni keramik ini akan ada banyak pengertian yang menyangkut bahan, proses pembuatan, maupun sifat-sifatnya yang mungkin belum pernah Anda ketahui sebelumnya.

Nah, untuk penjelasan selengkapnya agar pengetahuan Anda mengenai seni keramik ini maka akan kami jabarkan di bawah ini.

Pengertian Seni Keramik

                                                         Sumber Image / media.istockphoto.com

Salah satu jenis seni rupa yang tak boleh Anda lupakan adalah seni keramik yang akan kami bahas ini.

Dimana seni keramik ini merupakan wujud dari cabang seni rupa yang mengolah material keramik sehingga dapat diubah menjadi sebuah karya seni, mulai dari yang bersifat tradisional sampai dengan kontemporer.

Seni keramik ini merupakan salah satu seni yang termasuk ke dalam jenis seni kriya, yang mana istilah seni kriya sendiri berasal dari bahasa Sansekerta dari kata ‘krya’ yang dapat diartikan sebagai ‘mengerjakan’.

Sementara ditilik melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘kriya’ diartikan sebagai pekerjaan (kerajinan tangan).

Juga dalam bahasa Inggris disebut dengan craft yang dapat bermakna sebuah energi atau kekuatan, tidak lain maksudnya adalah suatu keterampilan dalam mengerjakan maupun membuat sesuatu.

Tepatnya pada saat Zaman Neolitikum berlangsung, tembikar/keramik telah dijadikan sebagai primadona untuk menjadi sebuah hiasan, yang kemudian digunakan sebagai lambang maupun simbol dalam kehidupan spiritual.

Dan seiring dengan berjalannya waktu, seni kriya mulai mengalami perkembangan yang baik dari segi aspek fungsi, peningkatan kualitas bahan, serta dengan corak hiasannya hingga saat ini.

Awal Mula Kata Keramik

                                                              Sumber Image / media.istockphoto.com

Kata keramik ini berasal dari bahasa Yunani Kuno, yakni “keramos/keramikos”. dapat diartikan sebagai benda yang terbuat dari bahan dasar utama tanah liat, pada umumnya akan menggunakan pembakaran dalam proses pembuatannya.

Pada umumnya, istilah ini akan sering digunakan dalam studi seni dari pottery, oleh karena awal mula benda yang dibuat saat pertama kali oleh manusia masih terbuat dari tanah liat, seperti contoh diantaranya adalah berupa piring, kendi, serta jenis hasil karya lainnya.

Dengan berlangsungnya masa ke masa, pengertian seni keramik pun mengalami banyak perubahan  serta semakin luas.

Seperti salah satunya pendapat menurut Balai Besar Keramik di bawah ini, yang mencakup sebagai berikut:

  • Keramik merupakan hasil produk yang umumnya akan dibuat dari bahan galian anorganik non-logam, yang tentunya akan melewati rentetan proses panas tinggi, dimana pada bahannya pun memiliki struktur kristalin dan non-kristalin
  • Dimana bahan-bahan yang dibakar dengan menggunakan suhu tinggi yang didalamnya terdapat beberapa bahan seperti semen, gibs, dan lain sebagainya. Dari hal inilah yang kemudian menjadikan sebutan keramik menjadi begitu bervariasi, seperti contoh diantaranya adalah tembikar, gerabah, porselen, dan lain sebagainya.

Bahan Membuat Keramik

Pembuatan keramik tentu tidak dengan menggunakan bahan-bahan yang sembarangan, setidaknya terdapat 3 jenis macam bahan yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah:

1. Tanah Liat

                                                              Sumber Image / cdn.pixabay.com

Sudah semestinya kita tidak akan asing lagi dengan jenis bahan yang satu ini, karena memang mudah dapat kita temukan di lingkungan sekitar.

Tanah liat sendiri mengandung 4 jenis kandungan utama di dalamnya, diantaranya adalah kaolinite, montmorillonite, halloysite, serta illite.

Dengan adanya unsur perbedaan di antara kandungan tanah inilah yang kemudian akan menghasilkan beberapa sifat yang berbeda pula.

Terdapat sifat yang paling penting dalam tanah liat, biasa disebut dengan plastisitas yang dapat diartikan suatu kemampuan dibentuk tanpa mudah retak, kemampuan dilebur, (fusibilitas), bahan baku pasir (kuarsa), serta sebagai bahan non plastik (fungsi).

2. Pasir

                                                               Sumber Image / cdn.pixabay.com

Bahan dasar pasir ini berfungsi untuk menjadi bahan pengisi, akan tetapi jika terjadi penambahan silika yang terlalu banyak maka akan menjadikan pasir mudah retak pada saat proses pembakaran sedang berlangsung.

3. Feldspar

                                                                 Sumber Image / media.istockphoto.com

Adapun bahan yang satu ini berfungsi sebagai pengikat dalam proses pembuatan keramik, beserta juga dapat menurunkan temperatur pembakaran.

Feldspar sendiri memiliki beberapa jenis bahan yang setidaknya harus Anda pahami, diantaranya adalah K-feldspar, Na-feldspar, juga Ca-feldspar.

Proses Pembuatan Keramik

                                                                Sumber Image / media.istockphoto.com

Sedikitnya ada 5 tahapan dalam pembuatan keramik yang harus dilakukan, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pengolahan Bahan

Dalam tahapan awal ini seorang pengrajin akan mencampurkan bahan dasar tanah liat dengan beberapa material yang lain, termasuk juga dengan air.

Tak lain tujuan utama dari hal ini adalah agar dapat mengolah bahan baku dari material yang belum siap pakai sama sekali menjadi sebuah badan keramik yang telah siap untuk dipakai.

Ada kebebasan tersendiri dalam tahapan pengolahan ini, yakni Anda bisa melakukannya dengan metode basah maupun kering, juga dengan cara manual maupun masinal.

Di dalam pengolahan ini masih terdapat beberapa proses tertentu yang harus dilakukan, diantaranya adalah:

  • Dalam pengurangan jumlah ukuran butir bisa dilakukan dengan cara penumpukan maupun penggilingan, dengan menggunakan ball mill. Adapun tujuan utama dari tahap ini adalah untuk memisahkan material dengan ukuran yang berbeda.
  • Tahapan yang kedua yakni dengan melakukan pencampuran serta pengadukan, ini bertujuan untuk menghasilkan campuran bahan yang homogen. Proses pengadukan ini dapat dilakukan dengan cara manual maupun masinal, tidak lupa agar menggunakan blunger atau mixer.
  • Yang selanjutnya adalah melakukan pengurangan kadar air, dengan tujuan untuk mengurangi jumlah air yang terkandung, yang mana akan menjadi kerangka badan keramik plastis, untuk proses yang satu ini perlu Anda lakukan dengan mengangin-anginkannya di atas meja gips, atau bisa juga dengan dilakukan menggunakan alat filter press.
  • Tahap yang terakhir yakni dengan proses pengulian, dengan tujuan untuk menghomogenkan massa badan dari tanah liat serta dapat membebaskan gelembung-gelembung udara yang terjebak. Sementara untuk massa badan yang telah diuli kemudian disimpan dalam keadaan wadah yang tertutup, lalu lanjut dengan diperam agar mendapatkan hasil yang sempurna.

2. Pembentukan

Sedikitnya terdapat 3 jenis teknik yang banyak kali akan digunakan dalam proses pembentukan ini, diantaranya adalah sebagai berikut di bawah ini:

  • Teknik Pijit Tekan

Teknik pertama yakni merupakan teknik pijit tekan atau yang juga biasa dikenal dengan sebutan ‘pinching’.

Teknik ini merupakan satu-satunya teknik yang paling populer di kalangan  para pengrajin keramik. Hal penting yang juga tak kalah menarik yang bisa Anda ketahui dari jenis teknik ini adalah merupakan teknik yang masih melakukan pembentukan badan keramiknya secara manual.

Nah, cara untuk menggunakan teknik ini yakni dengan seonggok tanah liat yang harus dipijat juga ditekan, yang awalnya masih berbentuk bola lalu kemudian dibuat dengan menjadi bentuk yang Anda inginkan, dengan menggunakan bantuan jari-jari tangan tentunya.

  • Teknik Pilin

Teknik berikutnya ini merupakan teknik pilin atau yang banyak dikenal orang dengan sebutan ‘coiling’, merupakan  sebuah teknik dengan pembentukan kerangka badannya masih dengan cara manual.

Adapun cara untuk menggunakan teknik ini adalah dengan bahan dasar tanah liat yang kemudian digulung hingga terbentuklah sebuah pilinan tanah.

  • Teknik Lempengan

Teknik yang selanjutnya ini tentu akan berbeda dengan teknik pilin tadi. Dimana teknik ini merupakan sebuah teknik dengan pembentukan badan keramik dengan cara membentuk lempengan rol. Lempengan rol inilah yang akan banyak digunakan untuk membuat sebuah keramik yang berbentuk persegi atau silinder.

  • Teknik Putar

Hampir sama dengan teknik pilin, karena teknik putar ini memang seringkali disebut dengan teknik pilin. Yang mana teknik ini merupakan proses pembentukan badan keramik dengan menggunakan alat putar kaki (kick wheel).

Dibanding dengan berbagai macam jenis teknik lainnya, teknik ini memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dalam pembuatannya.

Hal tersebutlah yang mempengaruhi jumlah total waktu yang tidak sedikit untuk melatih jari-jari agar dapat terbentuk feeling yang kuat dalam waktu pembuatan keramik.

  • Teknik Cetak

Terkhusus dalam teknik yang satu ini, pembuatan keramik tidak akan dibuat secara langsung dengan tangan. Akan tetapi dengan menggunakan bantuan cetakan yang dibuat dari gypsum.

Teknik ini masih akan dibagi atas 2 cara dalam pembuatannya, diantaranya adalah:

1. Cetak padat, pada teknik ini akan menggunakan bahan baku badan tanah liat plastis.

2. Cetak tuang, ‘slip’, akan menggunakan bahan dasar yang berupa badan tanah liat slip/lumpur.

Teknik cetak ini memiliki kelebihan tersendiri, yakni berupa benda yang diproduksi akan mempunyai bentuk serta ukuran yang sama persis dengan lainnya.

3. Pengeringan

Tahap selanjutnya jika keramik telah dibentuk maka harus dengan melakukan pengeringan. Tidak lain tujuan utama dari tahap ini adalah agar dapat menghilangkan air plastis yang mengendap pada badan keramik.

Perlu untuk Anda ketahui, pada saat badan keramik plastis telah berhasil dihilangkan maka akan mengalami 3 proses penting, seperti di bawah ini:

  • Air pada lapisan antar partikel keramik lembung mendifusi ke permukaan, lalu akan menguap hingga partikel-partikel yang lain bersentuhan dan reduksi berhenti.
  • Lalu kemudian air yang terserap pada permukaan maka akan menghilang
  • Pun, air dalam pori juga akan menghilang, tanpa terjadi proses surut sebelumnya

Dengan menggunakan tahapan ini maka secara tidak langsung sedikit memberi penjelasan kepada kita, bahwasanya untuk apa harus melakukan proses pengeringan secara lebat, demi menghindari terjadinya keretakan.

4. Pembakaran

Pada tahapan yang berikutnya ini tanah liat yang telah rapuh maka akan diubah menjadi benda padat, bertekstur keras serta kuat.

Pada saat pembakaran berlangsung, badan keramik akan bereaksi sangat penting, hilang atau muncul fase-fase mineral, juga akan hilang berat.

DImana proses pembakaran ini merupakan titik inti dari pembuatan keramik, yang mana pada tahap ini massa yang rapuh akan diubah menjadi sebuah massa dengan tekstur padat, keras serta kuat.

Pembakaran ini akan dilakukan dalam sebuah tungku dengan suhu tinggi hingga mencapai kisaran 700-1000oC.

5. Pengglasiran

Pengglasiran ini merupakan tahapan paling akhir dari pembuatan keramik, dimana tahap ini adalah pembuatan keramik yang akan dilakukan sebelum pembakaran glasir.

Pada saat proses ini sedang dilakukan, benda keramik biscuit akan dilapisi dengan glasir dengan cara dituang, dicelup, disemprot, bisa juga dengan dikuas.

Fungsi Seni Keramik

                                                            Sumber Image / media.istockphoto.com

Adapun fungsi keramik sebagai salah satu jenis dari seni kriya adalah seperti berikut dibawah ini:

  • Dekorasi

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa telah banyak dari hasil produk seni kriya yang digunakan sebagai benda pajangan.

Maka dalam konteks ini seni kriya akan jauh lebih mengutamakan nilai keindahan daripada kegunaan, maka dari itu seiring dengan berkembangnya waktu seni kriya ini juga turut banyak mengalami berbagai macam renovasi.

Sebagai contohnya adalah sebuah hiasan dinding, ukiran, patung, dan lain sebagainya.

  • Benda Terapan

Sedikit berbeda dengan jenis seni rupa yang lain, karena seni kriya akan lebih mengutamakan  nilai kegunaan sebagai benda siap pakai. Contoh diantaranya adalah seperti keramik, furniture, dan lain-lain.

  • Benda Mainan

Sementara hasil karya dari seni kriya sebagai alat permainan akan memiliki bentuk yang terbilang sederhana, Seperti contoh, kertas, congklak, kipas, boneka, dan lain sebagainya.

Klasifikasi Keramik

                                                          Sumber Image / media.istockphoto.com

Hal yang tidak kalah pentingnya untuk Anda ketahui mengenai benda terapan keramik ini adalah prinsipnya yang masih dibedakan atas 2, diantaranya adalah keramik tradisional dan keramik halus.

Nah. Untuk penjelasan selengkapnya bisa Anda pahami perbedaan diantara keduanya di bawah ini.

1. Keramik Tradisional

                                                                    Sumber Image / cdn.pixabay.com

Sesuai dengan namanya, maka jenis seni keramik tradisional ini akan menggunakan bahan dari alam sebagai bahan dasar utamanya, diantaranya seperti kuarsa, kaolin, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh dari hasil keramik tradisional ini yakni berupa industri (refractory), barang pecah belah (dinnerware), serta berbagai jenis keperluan rumah tangga (tile, bricks).

2. Keramik Halus

                                                                     Sumber Image / media.istockphoto.com

Jenis keramik halus atau yang di dalam Bahasa Inggris disebut dengan fine ceramics ini merupakan keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam, seperti AI2O3, ZrO2, MgO, dan lain sebagainya.

Tujuan utama dari penggunaan elemen tersebut adalah untuk digunakan sebagai alat pemanasan semikonduktor, komponen turbin, juga akan sangat berguna dalam bidang medis.

Sifat Keramik

                                                                      Sumber Image / media.istockphoto.com

Sepertinya sudah sangat umum diketahui oleh banyak orang, bahwa dalam keramik ini memiliki kekurangannya sendiri yakni mudah rapuh serta gampang pecah.

Dari hal ini maka akan banyak kita temukan pada jenis keramik tradisional, seperti barang pecah belah, di antaranya yang meliputi kendi, gerabah, gelas dan lain sebagainya.

Akan tetapi, sifat kekurangan yang mudah rapuh ini tidak akan begitu berlaku pada jenis keramik tertentu, lebih utamanya pada jenis keramik hasil sintering dan, campuran sintering antara keramik serta logam.


Cukup sekian penjelasan kami mengenai seni keramik tadi. Semoga bermanfaat, dan terimakasih.