Seni Lukis

Seni Lukis – Akan kurang lengkap jika sebelumnya kami hanya membahas mengenai seni melukis saja. Padahal jika dibahas lebih dalam lagi ternyata terdapat perbedaan antara seni melukis dan seni lukis.

Maka dari itu telah kami ulas pengertian seni lukis beserta dengan fungsi dan tujuan serta berbagai macam alirannya yang bisa Anda pelajari.

Nah, untuk selengkapnya bisa Anda simak di bawah ini.

Pengertian Seni Lukis

                                                Sumber Image / surakarta.go.id

Seni lukis merupakan cikal bakal dari perkembangan seni rupa murni yang dihasilkan dari penerapan beberapa komponen seperti warna, teknik dan bentuk.

Pada umumnya, seni lukis akan diwujudkan melalui karya dua dimensi dengan mengandalkan media kanvas maupun media datar lainnya yang berasal dari objek tiga dimensi.

Sementara lukisan adalah merupakan wujud hasil dari seni lukis berupa tampilan yang memiliki nilai estetika tersendiri.

Biasanya, para seniman akan menjatuhkan hatinya pada sebuah objek yang berupa flora, fauna, manusia, alam, serta lingkungan.

Namun, bisa juga berisikan mengenai ungkapan ekspresif dari sang seniman yang berupa komposisi nonrepresentatif (tidak menyamai apapun).

Seni lukis umumnya akan mudah dikenali melalui ciri khasnya yang ditonjolkan dengan mengutamakan nilai corak, gaya, teknik, bahan, serta pada karya, tak lupa pula melalui berbagai pertimbangan yang tentunya estetis.

Dengan artian sederhananya, seni lukis merupakan salah satu diantara cabang seni rupa tertua yang diperoleh dari berbagai macam imajinasi seniman, yang kemudian diekspresikan melalui berbagai media seperti garis, warna, tekstur, gelap terang, maupun bidang dan bentuk.

Nah, untuk pembahasan lebih lengkapnya bisa Anda simak artikel mengenai seni lukis dibawah ini.

Fungsi dan Tujuan Seni Lukis

                                                    Sumber Image / 1.bp.blogspot.com

Jika dihitung secara keseluruhan, fungsi seni terbagi kedalam dua bagian yaitu fungsi sosial dan fungsi individual.

1. Fungsi Sosial

Dalam membuat sebuah karya seni lukis pun tidak bisa dengan sembarang asal tercipta, melainkan agar setidaknya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat untuk menunjukkan sisi kebermanfaatannya bagi banyak orang.

Sedikitnya ada empat sektor fungsi sosial yang banyak diterima oleh masyarakat, diantaranya yaitu:

a. Pendidikan

Seperti yang telah kita ketahui bahwa, dalam dunia pendidikan, seni lukis akan aktif diajarkan sejak dini. Yakni melalui rentang umur yang cukup dini minimal untuk anak pra sekolah maupun anak-anak yang masih mengenyam pendidikan TK (Taman Kanak-Kanak).

Diharapkan agar nantinya mereka lebih bisa kreatif dalam mengembangkan ide yang telah diperolehnya.

b. Agama

Sebuah seni lukis juga akan banyak Anda temukan dalam tulisan-tulisan kaligrafi dalam agama islam, yang biasanya akan banyak dimanfaatkan sebagai media untuk mempercantik tampilan tempat ibadah dan rumah-rumah.

Selain itu, terdapat banyak pula lukisan para dewa di India yang diciptakan dengan tujuan untuk dijadikan sebagai tempat ibadah kaum hindu, serta untuk mendoakan orang yang telah tiada.

c. Hiburan

Dapat berguna sebagai aspek hiburan dari sebuah karya seni, sudah sepantasnya untuk menonjolkan sebuah kesan yang dapat menarik perhatian serta membawa pengaruh besar bagi masyarakatnya.

Dalam fungsi sosial yang berbentuk hiburan ini pada umumnya akan berwujud sebuah dekorasi atau gambaran dalam suatu acara tertentu.

d. Kejelasan Isi

Fungsi yang tak kalah pengaruhnya adalah mengenai kejelasan isinya. Dengan arti kasarnya,  bahwa adanya sebuah komunikasi yang mampu untuk mempertegas isi dari seni lukis tersebut.

Seperti contohnya, poster-poster atau reklame yang banyak terpasan di jalan, sekilas yang tampak memanglah hanya sebuah gambar tidak bergerak, akan tetapi terdapat makna tertentu yang dimaksud di dalamnya.

2. Fungsi Individual

Sebuah karya seni lukis yang telah diciptakan akan  memenuhi kebutuhan jasmani dari seniman itu sendiri, oleh sebab karyanya dapat diakui dengan baik oleh orang lain, dengan tentunya juga akan dibayar dengan sejumlah rupiah atas hasil kerjanya itu.

Sejauh ini meskipun nilai penghargaan atas seni lukis kepada seorang seniman memang belum banyak, akan tetapi dari kreatifitas yang langka inilah yang terus menjadikan seniman semakin hidup.

Seni lukis juga dapat memberi kepuasan tersendiri bagi rohaniah seseorang, dengan artian pada saat proses demi proses penciptaan seni lukis hingga prosesnya telah selesai seorang seniman akan dapat mengekspresikan seluruh isi hatinya serta perasaannya seperti senang, sedih maupun terluka.

Dari hasil karya seni lukis senimanlah akan dapat dibaca ciri khas yang menonjol dari perasaan sang seniman tersebut.

3.Tujuan Seni Lukis

a. Tujuan Religius

Bukan sebuah hasil karya yang sembarangan, akan tetapi seorang seniman juga akan mampu menjadikan lukisan atau hasil karyanya memiliki nilai keagungan kepada Tuhan Yang Maha Esa, para leluhur, nenek moyang, maupun dewa.

Salah satu contoh yang dapat kita nikmati hingga kini dari sebuah lukisan yang bertujuan religius adalah pada lukisan goa-goa leang, tepatnya di daerah Maros, Sulawesi Selatan.

b. Tujuan Magis

Seorang seniman juga akan mampu menciptakan sebuah lukisan yang di dalamnya bertujuan memiliki nilai magis serta berisikan mantra-mantra tertentu, hasil dari lukisan ini cukup primitif dan dapat memberikan kesan misterius bagi siapa saja yang melihatnya.

Seperti yang bisa kita jadikan sebagai contoh adalah lukisan Bali yang banyak menggambarkan sosok dewa penunggu kuil, lukisan ini akan memberikan daya tarik tersendiri di berbagai tempat tertentu bagi siapa saja yang mempercayainya.

c. Tujuan Simbolis

Hasil karya lukisan dari seorang seniman yang dengan tujuan agar dapat menampakkan serta melambangkan cita-cita dari kehidupan seseorang.

Dengan adanya sebuah cita-cita yang luhur tersebutlah yang akan diaplikasikan pada sebuah lukisan yang di dalamnya terdapat seorang tokoh terpandang.

Contohnya yakni pada lukisan pangeran Diponegoro yang tampak sedang berdialog dengan seorang jenderal yang bernama de kock.

d. Tujuan Estetis

Seorang yang biasanya menonjolkan nilai dengan tujuan agar memperoleh nilai estetis umumnya akan banyak menampilkan pemandangan keindahan dari suatu daerah tertentu.

Contoh umumnya, sebuah lukisan pemandangan hamparan sawah di sebuah desa.

e. Tujuan Komersil

Pada lukisan yang satu ini umumnya akan lebih mengutamakan nilai ekonomi, seperti contohnya pada sebuah lukisan yang berlatar belakang jalanan yang menggambarkan wajah dari seseorang.

F. Tujuan Ekspresi

Seorang seniman akan meluapkan segala isi di hatinya ke dalam bentuk sebuah karya pada media kanvas maupun dengan kertas kosong yang dapat mewakili segala perasaannya, baik rasa bahagia maupun di kala duka.

Seperti sebuah lukisan yang menggambarkan seseorang yang sedang menangis atau dengan bentuk sebuah hati yang sedang patah.

Bukan hanya seorang seniman, akan tetapi dari semua kalangan juga hampir semuanya mampu untuk  melukis dengan tujuan untuk menggambarkan ekspresi yang satu ini.

Dengan melukis juga akan mampu mampu menimbulkan perasaan lega serta ringan terhadap perasaan seseorang, sehingga banyak dianggap mampu menjadi terapi bagi kejiwaan seseorang di kala stress.

Komponen Seni Lukis

Sumber Image / cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Nah, untuk menghasilkan suatu karya yang maksimal, maka saran terbaik kami adalah dengan menggunakan beberapa komponen seni lukis seperti di bawah ini:

#1. Komposisi

Komposisi merupakan cara untuk menggabungkan beberapa unsur yang nantinya akan memberikan bentuk pada sebuah karya seni, diantaranya seperti garis, warna, bidang, ruang, dan gelap terang.

#2. Balance

Balance merupakan postur keseimbangan, dengan artian yakni bagaimana cara mengatur suatu objek agar terkesan selaras pada saat dilihat oleh mata serta dapat terlihat dengan begitu jelas.

Arti dari keseimbangan simetris sendiri yakni menggabungkan antara dua objek, yang kemudian akan dibagi dengan dua bidang secara rata, sementara arti dari keseimbangan asimetris yakni menggabungkan beberapa unsur yang berbeda seperti contoh jarak dan ukuran agar terlihat lebih jelas.

#3. Proporsi

Proporsi merupakan suatu penerapan untuk membandingkan bentuk, antara benda yang satu dengan benda yang lainnya. Diberlakukannya hal ini adalah agar lukisan terlihat padu.

#4. Irama

Irama merupakan suatu objek dari lukisan yang terkesan bergerak, dihasilkan melalui garis, warna, bentuk, tekstur secara berulang kali dan gerakan.

#5. Unity

Unity merupakan bentuk dari satu kesatuan diantara perpaduan beberapa unsur dari berbagai elemen yang ada serta saling berhubungan dan juga saling melengkapi, yang kemudian akan menimbulkan kesan terbentuk dengan begitu baik.

#6. Aksentuasi

Aksentuasi merupakan suatu unsur pada gambar yang dapat membedakan agar tidak menimbulkan kesan membosankan serta monoton kepada si penikmat lukisannya.

Setidaknya dalam menggambar atau melukis Anda perlu untuk menyiapkan beberapa alat dan bahan seperti di bawah ini:

  1. Kuas
  2. Palet
  3. Kanvas, bisa juga dengan menggunakan media lain
  4. Pensil Warna
  5. Cat Air
  6. Pastel
  7. Cat Akrilik Teknik Seni Lukis

Teknik Seni Lukis

Di bawah ini merupakan beberapa daftar teknik seni lukis yang tidak kalah penting untuk Anda ketahui:

  1. Teknik Aquarel
  2. Teknik Plakat
  3. Teknik Goresan Ekspresif
  4. Teknik Mozaik
  5. Teknik Pointilis
  6. Teknik Spray
  7. Teknik Tempera

Aliran Aliran Seni Lukis

                                                Sumber Image / cdn-2.tstatic.net

Terdapat beberapa aliran seni lukis yang harus Anda ketahui agar dapat membedakan ciri khas dari masing-masing aliran.

1. Aliran Romantisme, Realisme, dan Naturalisme

Adapun yang pertama yakni aliran romantisme. Aliran romantisme ini lebih cenderung dengan menonjolkan karya seni yang bersifat dramatis.

Aliran realisme yakni suatu aliran yang dapat menciptakan karya yang tampak seperti aslinya atau bernilai realistis.

Aliran naturalisme yaitu suatu aliran yang biasanya menampilkan sebuah karya yang riil, asli, akan tetapi cenderung lebih kepada nilai keindahan alam.

2. Aliran Impresionisme

Seniman lukis pada aliran impresionisme akan lebih menomor satukan sistem pencahayaan yang sengaja dibuat dengan secara spontan serta dalam waktu yang cukup singkat.

3. Aliran Neo-Impresionisme

Nah, untuk sistem aliran yang satu ini berbanding terbalik dengan aliran impresionisme tadi, yang mana pada aliran neo-impresionisme ini akan memprotes efek cahaya yang terlihat apa adanya.

4. Aliran Ekspresionisme

Aliran berikutnya ini cenderung lebih mengedepankan ekspresi jiwa, perasaan, mood dan emosi, bahkan tidak jarang pula dapat memperlihatkan kenyataan aslinya.

5. Aliran Surealisme

Cukup berbeda dengan aliran-aliran yang sebelumnya, karena pada aliran yang satu ini lebih condong pada hal yang cukup aneh, tidak fakta, unik, fantasi, serta di bawah kendali alam sadar seseorang.

Aliran ini mulai berkembang pada perang dunia ke I, yang semestinya ditujukan untuk aksi protes masyarakat bagi penindak politik,  sosial dan tentunya filosofi.

6. Aliran Abstrakisme

Aliran abstrakisme ini merupakan suatu aliran yang memiliki ciri khas tersendiri dengan berani untuk membebaskan diri dari bentuk figuratif (nyata), dan cenderung akan lebih mengutamakan nilai komposisi pada warna, garis, bidang, maupun unsur-unsur yang lain.

7. Aliran Pop Art

Awal kemunculan aliran ini yakni pada abad ke 20 , dengan memegang prinsip yang cukup kuat untuk menentang adanya aliran abstrak, ekspresionisme, dan surealisme yang cukup sulit untuk dipahami.

8.  Aliran Seni Kontemporer

Bentuk aliran yang terakhir ini memilih untuk lebih bisa bebas dengan tidak melulu terikat dengan aturan-aturan pada seni lama atau kuno, serta bebas dengan mengekspresikan diri dengan menciptakan gaya tertentu, media, serta teknik berkarya seni yang baru.

Alat dan Bahan

Berikut ini merupakan media untuk berkarya dalam seni lukis yang meliputi alat dan bahan. Beberapa contohnya dapat Anda lihat selengkapnya di bawah ini:

  • Pensil
  • Penghapus
  • Pensil Warna
  • Krayon
  • Kuas
  • Kanvas
  • Cat Air
  • Palet Cat

Contoh Contoh Seni Lukis

Contoh Seni Lukis

                                                        Sumber Image / cdn.pixabay.com

Contoh Seni Lukis

                                                  Sumber Image / cerdika.com

Contoh Seni Lukis

                                                                   Sumber Image / i0.wp.com

Contoh Seni Lukis

                                                   Sumber Image / 1.bp.blogspot.com

Contoh Seni Lukis

                                             Sumber Image / media.istockphoto.com

Demikianlah sedikit informasi dari kami mengenai seni lukis yang dapat membantu Anda dalam proses belajar melukis, semoga bermanfaat.