Seni Peran

Seni Peran – Dalam penerapan seni peran maka Anda tidak bisa melakukannya dengan sembarangan, karena dengan menggunakan kaidah yang sesuai maka Anda akan dapat menampilkan seni peran yang terlihat begitu maksimal.

Sebelumnya mungkin Anda belum pernah mengetahui apa saja yang menyangkut seni peran di dalamnya seperti pengertian, gaya seni peran, unsur dan berbagai macam lainnya.

Nah, bagi Anda yang ingin mempelajari seni peran ini lebih dalam lagi maka akan kami bahas berikut dibawah ini.

Pengertian Seni Peran

                                                        Sumber Image / media.istockphoto.com

Seni peran atau yang biasa dikenal orang dengan seni akting ini merupakan salah satu dari cabang ilmu seni yang di dalamnya khusus untuk mempelajari tentang bagaimana cara menciptakan serta dapat memainkan peran (berakting).

Baik berperan sebagai seorang tokoh tertentu di atas panggung maupun berperan langsung dalam sebuah film.

Adapun istilah peran atau akting ini berasal dari kata padanan bahasa inggris yakni “to act”, yang dapat diartikan menjadi bertindak, berbuat, maupun melakukan yang seolah-olah bukan sebagai dirinya sendiri.

Nah, dari yang awalnya kata “to act” tersebutlah lalu muncul istilah actor dan actress. Sementara sebutan untuk actor sendiri diperuntukkan hanya untuk pemeran pria, begitupun sebaliknya dengan istilah actress yang hanya sebagai sebutan untuk pemeran wanita.

Gaya Seni Peran

                                                          Sumber Image / media.istockphoto.com

Jika Anda membahas lebih dalam lagi mengenai seni peran ini, maka ada kalanya Anda juga harus mengetahui beberapa gaya seni peran yang menurut Sembung (1992 : 33).

Yang mana ia telah mengelompokkan seni peran ke dalam 3 jenis, adapun diantaranya adalah seperti peran komikal, seni peran realistik, dan yang terakhir seni peran gaya agung.

Nah, penjelasan selengkapnya akan kami ulas berikut dibawah ini:

1. Gaya Komikal

Bentuk gaya pertama yang berupa seni peran gaya komikal ini merupakan sebuah gaya yang di dalamnya mengandung unsur lucu/jenaka, dimana poin tersebut menjadi hal yang paling utama untuk dihadirkan dalam sebuah seni pertunjukan.

Dimana pada umumnya, gaya yang satu ini akan hadir ketika pelawak mulai muncul atau tampil dalam adegan comic  relief (bagian komik) saja.

2. Gaya Realistik

Sementara gaya realistik ini merupakan suatu bentuk gaya yang lebih menekankan akan kenaturalan serta kemiripan dengan tokoh manusia asli dalam kehidupan nyata.

Sudah umum nyatanya jika pemeran seni pada peran gaya realistik ini akan membawakan lakon yang tidak lain bersumber dari kehidupan sehari-hari, seperti contohnya: tokoh sejarah.

3. Gaya Agung

Berbeda lagi dengan bentuk gaya yang berikutnya ini. Dimana gaya agung ini pada biasanya akan dilakukan oleh pemeran untuk membawakan cerita dengan berlatar belakang sebuah kerajaan.

Ciri lain yang bisa ditemukan dalam dalam gaya agung ini adalah biasanya pada cerita yang dibawakan di dalamnya tidak akan berdasarkan pada aturan sebuah naskah.

Sehingga akan sedikit mengurangi beban para pemeran, yang mana pemeran tidak dituntut harus menghafalkan dialog dan lebih mengutamakan improvisasi/aksi spontan dengan meniru gaya tokoh kerajaan.

Unsur-Unsur Seni Peran

                                                    Sumber Image / media.istockphoto.com

 

Seni peran juga masih memiliki beberapa unsur yang sangat penting untuk diperhatikan, diantara unsur-unsur seni peran tersebut adalah sebagai berikut:

1. Lakon/Naskah

Dalam bahasa Jawa sendiri lakon dapat diartikan sebagai melakukan atau melakoni cerita yang akan dilakukan oleh seorang tokoh dalam sebuah alur cerita.

Terlebih lagi dalam seni peran, lakon ini memang memiliki kedudukan yang begitu penting, oleh karenanya lakon ini merupakan nafas dalam menjalin hubungan cerita melalui seorang tokoh yang dibawakan seorang pemain.

2. Unsur Penokohan/Peran

Sedangkan unsur penokohan ini merupakan cikal bakal dari pembagian karakter dari masing-masing peran (sesuai lakon), dimana nantinya akan disajikan oleh beberapa pemain.

Beberapa unsur penokohan di dalam seni teater ini masih akan dibedakan dengan menjadi beberapa macam, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Protagonis

Tokoh protagonis ini merupakan tokoh utama yang juga biasa disebut dengan tokoh putih. Yang mana peran tokoh utama ialah yang bertugas untuk menggerakkan alur cerita, sehingga akan menghasilkan cerita yang memiliki peristiwa dramatic (konflik).

  • Antagonis

Sementara peran antagonis merupakan lawan dari tokoh utama tadi. Akan tetapi, tokoh antagonis dan protagonis ini memiliki peran yang bisa dikategorikan sama, yakni membangun sebuah keutuhan cerita.

  • Deutragonis

Deutragonis merupakan tokoh yang berpihak hanya kepada tokoh utama. Yang mana pada umumnya, tokoh ini akan berperan untuk membantu tokoh utama dalam menjalankan tugas agar tujuannya dapat tercapai dengan sempurna.

  • Foil

Sama dengan deutragonis tadi, tokoh foil ini juga merupakan seorang tokoh yang berpihak kepada lawan tokoh utama.

  • Tritagonis

Tritagonis merupakan seorang tokoh yang memegang peran untuk tidak memihak terhadap siapapun, atau biasa juga dikatakan dalam istilah lain yang berupa netral.

  • Confident

Confident merupakan sosok tokoh yang akan menjadi tempat dari pengutaraan tokoh utama.

  • Raisonneur

Raisonneur merupakan seorang tokoh yang bersifat medium dalam cara berbicaranya sosok pengarang kepada penonton.

  • Utility

Peran utility ini merupakan seseorang yang akan memerankan sosok pembantu. Yang mana pada umumnya akan berasal golongan bergenre hitam atau putih.

3. Unsur Suara

Suara atau vocal ini merupakan salah satu contoh dari unsur utama yang tidak lain adalah berfungsi sebagai media untuk dapat menyampaikan sebuah pesan tertentu maupun dialog dalam seni teater.

Maka dari itulah, sosok aktor yang membawakan peran seorang tokoh dalam sebuah alur cerita harusnya dengan berlatar belakang memiliki suara yang prima.

Sebab, antara bagus atau tidaknya suara bukan merupakan titik utama untuk dijadikan sebuah patokan, akan tetapi, suara yang dapat diolah dengan berbagai macam intonasi lah yang dibutuhkan.

Dimana tujuannya adalah agar dapat menjadikan sebuah alur cerita yang dibawakan akan berhasil menjadi seperti hidup.

4. Unsur Tubuh

Unsur tubuh juga merupakan salah satu unsur penting yang sangat perlu untuk diperhatikan oleh seorang seniman teater.

Oleh karenanya dengan suatu pengolahan/pelatihan yang sesuai kaidah, maka secara tidak langsung tubuh akan memiliki stamina, kelenturan, serta refleks yang cepat untuk digunakan sebagai penunjang utama dari gerak dalam berakting.

5. Unsur Penghayatan

Unsur penghayatan merupakan titik proses dari mengisi maupun memahami suatu perasaan yang timbul dari hati, pada saat pemeran membawakan tokohnya di atas panggung.

Hampir sama dengan beberapa unsur sebelumnya tadi, dimana unsur penghayatan ini juga memiliki sebuah kedudukan yang begitu penting.

Yang mana dari setiap pemainnya akan membawakan perannya masing-masing, sehingga akan mendapatkan hasil dengan kualitas performance dari pertunjukan seni teater akan sangat bergantung terhadap peran seorang aktor/aktris di dalamnya.

6. Unsur Kostum

Begitu pula dengan kostum. Dimana kostum ini juga menjadi salah satu dalam unsur seni peran yang merupakan seluruh perlengkapan yang akan digunakan oleh seorang seniman yang memiliki fungsi untuk turut memperindah tubuh pemain dalam sebuah aksi seni teater.

Unsur kostum ini sendiri meliputi yang berupa tata rias, busana, dan aksesoris. Selain guna untuk menghasilkan hasil yang estetis, kostum ini juga berfungsi untuk memperjelas tokoh, baik dari secara fisik, psikis, serta moral dan sosial.

7. Unsur Ruang

Salah satu unsur yang juga memiliki kedudukan dalam seni peran adalah unsur peran. Unsur peran ini sendiri merupakan sebuah ruang imajiner yang diciptakan oleh pemain guna untuk dapat mengolah posisi tubuh dan jarak rentangan tangan dengan beberapa anggota badannya.

Unsur ruang ini sendiri masih dibagi atas beberapa bentuk ruang, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Diameter lebar (gerak besar)
  • Diameter sedang (gerak wajar)
  • Diameter kecil (gerak menciut)

Diantara contoh gerak besar adalah pada biasanya para pemainnya akan berlatar dengan suasana: meliputi sombong, angkuh, agung, menguasai, kebahagiaan, perbedaan status, juga marah.

8. Unsur Properti

Unsur properti merupakan semua yang menyangkut peralatan secara keseluruhan, yang dijadikan guna untuk dapat melakukan interaksi antar pemain, baik yang dikenakan maupun yang tidak melekat pada tubuh.

Akan tetapi terkadang masih dapat diolah dengan menggunakan tangan yang tidak lain adalah berfungsi sebagai penguat watak/karakter.

Seperti contohnya adalah berupa tas, topi, golok, dan berbagai macam lainnya.

9. Unsur Musikal

Adapun unsur lain yang tentu tidak kalah penting dalam seni peran adalah unsur musikal. Yang mana unsur musikal ini akan dapat menjadi sebagai pembangun suasana ketika berada di atas panggung.

Sementara yang meliputi unsur musikal diantaranya adalah seperti irama suasana hati, irama vokal, dan juga suara pengucapan dari para pemainnya.

Terdapat juga bentuk dari irama musik yang berfungsi sebagai penguat tokoh karakter, antara lain seperti gendang, musik. Suara, afek audio baik yang melalui iringan musik langsung maupun yang menggunakan musik rekaman.

Teknik Dasar Seni Peran

                                                             Sumber Image / cdn.pixabay.com

Setidaknya agar dapat menampilkan yang maksimal di dalam sebuah pertunjukan teater, maka ada kalanya Anda juga harus memahami beberapa teknik dasar dari seni peran itu sendiri.

Maka, untuk penjelasan selengkapnya akan kami bahas berikut di bawah ini:

Adapun teknik dasar seni peran merupakan bentuk dari sebuah metode serta strategi dasar untuk memainkan peran yang ada di dalamnya.

Tidak hanya itu saja, akan tetapi teknik seni peran juga akan sangat berpengaruh besar terhadap stamina tubuh seseorang.

Sementara teknik dasar seni peran sendiri masih akan dibagi menjadi beberapa golongan. Maka, untuk penjelasan selengkapnya akan kami bahas berikut di bawah ini:

  • Teknik Olah Pikiran

Sudah pasti tentunya dengan belajar dan terus mengasah pola pikiran dapat membantu pemain untuk bisa menghayati suatu sosok peran dalam alur sebuah cerita.

  • Teknik Olah Tubuh

Tentu juga dengan terus melakukan berbagai macam latihan dasar demi menjaga tubuh untuk tetap stabil yakni dengan melalui proses pengolahan serta pelatihan tubuh agar dapat memiliki stamina yang kuat, kelenturan tubuh yang mumpuni, serta daya reflek tubuh yang diharapkan.

  • Teknik Olah Suara

Dengan rajin mengolah suara sudah pasti tentunya juga dapat ikut membantu untuk membentuk karakter yang jauh terlihat lebih baik.

Sehingga dari artikulasi yang dihasilkan pun akan menjadi jauh lebih jelas dan intonasi suara pun semakin meningkat.

  • Ruang

Tidak akan lengkap rasanya jika dalam seni peran tidak ada ruang. Yang mana ruang ini merupakan kemampuan untuk dapat memahami suatu area tertentu.

Baik dalam sebuah lingkup peralatan maupun yang settingan dekorasi yang nantinya akan menjadi latar tempat dari suatu adegan.

Kreatifitas Seni Peran

                                                          Sumber Image / media.istockphoto.com

Kreatifitas seni peran merupakan bentuk dari sebuah motode dengan tujuan untuk mengoptimalkan kemampuan yang menyangkut pengetahuan, keterampilan, serta bagaimana tata cara bersikap.

Yang mana didalamnya menyangkut pembelajaran terhadap penguasaan serta pengolahan tubuh, suara, sukma, dan pola pikir yang dimiliki oleh peserta didik dengan totalitas, kesadaran yang penuh serta dengan tanggung jawab atas peran yang telah diambilnya.

Sementara dalam menyajikan kreativitas seni peran masih akan dibagi ke dalam beberapa langkah, diantara lain adalah sebagai berikut:

  • Ada baiknya, sebelum Anda melakukan seni peran maka Anda harus melakukan berbagai macam pemanasan, stretching, kinestetik, mimik, serta pelatihan vokal. Dimana nantinya akan dibawakan sesuai dengan watak tokoh yang Anda perankan.
  • Biasakan diri dengan membaca naskah terlebih dahulu hingga akhir, baik yang berupa individu maupun secara kelompok.
  • Memastikan pemilihan serta penentuan peran yang tentunya sesuai dengan keinginan diri sendiri, atau juga yang berdasarkan atas pembagian kelompok yang telah dibentuk.
  • Terlebih dahulu juga harus melakukan analisis terhadap karakter watak dan tokoh yang sesuai dengan peran yang akan dibawakan nantinya.
  • Juga dengan melakukan penelitian hal apapun yang masih terkait dengan tokoh dan watak yang sesuai dengan peran Anda.
  • Mengontrol diri untuk dapat menghafalkan dialog, gerak tubuh, suara serta bagaimana cara penghayatan yang baik dengan berdasarkan atas lakon/naskah yang sudah ditentukan. Nah, baru setelah Anda berhasil dalam menghafalkan isi naskah dan mengetahui tanda dari akhir dialog, maka lawan main seni peran akan melakukan eksplorasi yang berupa blocking, moving, business, leveling, waktu dan suasana untuk dapat membangun irama permainan kelompok.
  • Nah, baru setelah Anda terlepas dari ikatan naskah maka Anda bisa melakukan eksplorasi dengan melalui teknik seni peran serta eksplorasi terhadap unsur penunjang seni peran.
  • Menjelang minggu terakhir sebelum penampilan seni teater, maka Anda dan kelompok Anda harus melakukan kegiatan gladi kotor dan gladi bersih, agar nantinya ketika pementasan berlangsung tidak terlalu banyak kesalahan yang diperbuat.
  • Untuk yang terakhir, maka Anda dapat mempresentasikan dan memaknai pembelajaran seni peran tersebut sebagai hasil dari analisis watak tokoh ke dalam bentuk tulisan, baik yang dilakukan secara individu maupun dengan berkelompok.

Usai sudah sedikit penjelasan kami mengenai seni peran tadi, semoga dengan membaca artikel kami ini Anda dapat benar-benar memperoleh manfaat di dalamnya.

Sekian dari kami. terimakasih. Dan semangat berakting.