Seni Pertunjukan

Seni Pertunjukan – Tidak akan dapat kita temukan ujung dari pembahasan seni. Karena memang ada banyak sekali jenis seni yang mungkin belum kita ketahui.

Nah, untuk saat ini maka kami akan membahas mengenai seni pertunjukan, dan apa saja yang mencakup di dalam seni pertunjukan itu sendiri. 

Agar rasa penasaran Anda terobati, yuk langsung saja simak dengan cermat artikel dibawah ini. 

Pengertian Seni Pertunjukan

                                                                  Sumber Image / media.istockphoto.com

Dapat disimpulkan bahwasanya seni pertunjukan memang merupakan sebuah seni yang tergolong kompleks.

Karena apa? Karena pada dasar seni jenis ini bukan hanya satu jenis komponen saja yang diikutsertakan dalam prosesnya, akan tetapi terdapat banyak berbagai jenis karya seni lainnya yang dilibatkan.

Contoh paling rawan ditemukan adalah pada pertunjukan drama, dimana pada seni yang ditampilkan tidak hanya berupa sebuah seni peran saja.

Namun, di dalamnya terdapat beberapa seni peran, seni rias, seni musik, make up, serta kostum yang akan digunakan oleh para pemeran, agar dapat menambah kesan karakter yang diperankan.   

Layaknya seperti manusia sebagai makhluk sosial, begitupun dengan sebuah seni pertunjukan yang juga tidak akan bisa berdiri sendiri, oleh sebab itulah seni peran dapat dikatakan sebagai karya seni yang lengkap.

Pengertian Seni Pertunjukan Menurut Para Ahli

Berikut di bawah ini akan kami suguhkan kepada Anda mengenai berbagai macam pendapat seni pertunjukan yang didapat dari beberapa tokoh yang berbeda.

Murgiyanto (1995)

Murgiyanto berpendapat, bahwasanya seni pertunjukan merupakan sebuah seni yang di dalamnya terdapat sebuah tontonan, serta memiliki nilai seni yang mana dari tontonan ini akan ditampilkan sebagai pertunjukan diatas panggung.

Soedarsono

Sementara menurut Soedarsono, seni pertunjukan merupakan wujud dari media seni yang dapat menonjolkan fungsinya sendiri seperti sebagai media ritual, hiburan pribadi, serta presentasi estetis.

Yang mana secara tidak langsung dari seni pertunjukan ini akan mengajarkan bagaimana seharusnya menjadi manusia yang dapat memiliki jiwa sosial tinggi.

Anantarfi

Berbeda lagi dengan pendapat Anantarfi ini, beliau mengatakan bahwa seni pertunjukan merupakan bentuk dari sebuah media yang biasanya akan digunakan untuk mengekspresikan atau menyampaikan pesan moral dan lain sebagainya kepada penontonnya baik dalam bentuk dialog maupun gerakan.

Malaranganjaya

Malaranganjaya berdalih bahwa seni pertunjukan merupakan sebuah karya seni sebagai media untuk mengekspresikan cipta, rasa, serta karsa manusia.

RoseLee Goldberg

Tokoh berikutnya ini memiliki pendapat bahwa seni pertunjukan merupakan sebuah karya seni yang bisa ditampilkan secara sendiri, kelompok dengan bantuan pencahayaan, serta musik dan gambar yang biasanya diciptakan oleh artis sendiri maupun bekerja sama dengan pihak lain.

Sapardi Djoko Damono

Tokoh yang satu ini berpendapat  bahwa seni pertunjukan merupakan bemtu dari salah satu cabang seni yang disertai dengan 3 jenis unsur di dalamnya, seperti diantaranya pemain, penonton, serta sutradara.

Edi Sedyawati

Pendapat yang lainnya datang dari seorang tokoh yang bernama Edi Sedyawati. Beliau mengatakan seni pertunjukan merupakan  sebuah seni yang memang sudah ada semenjak zaman prasejarah dulu, terutama pada saat zaman perunggu sedang marak-maraknya.

Berjalannya waktu membawa seni pertunjukan ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, juga terdapat fungsi di dalamnya seperti fungsi religious, edukatif, peneguhan integrasi sosial, hiburan bahkan sebagai fungsi untuk mata pencaharian.

Bagus Susetyo

Adapun pendapat yang terakhir disampaikan oleh Bagus Susetyo. Beliau berpendapat mengenai seni pertunjukan yang katanya merupakan wujud dari sebuah ungkapan media.

Tidak lain tujuannya adalah untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan pertunjukan dari norma-norma estetik-artistik yang akan berkembang sesuai dengan zamannya, serta wilayah dimana bentuk seni pertunjukan itu dapat tumbuh dan berkembang.  

Istilah Seni Pertunjukan

                                                               Sumber Image / media.istockphoto.com

Istilah seni pertunjukan kerap kali diartikan sebagai “sesuatu yang dipertunjukkan, tontonan seperti di bioskop dan wayang, sebagai pameran dalam artian luasnya yang mencakup barang-barang.

Layaknya seperti yang telah ditorehkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), edisi kedua dari balai pustaka Departemen Pendidikan Nasional Jakarta (1999, hlm. 1087).

Karya seni juga bisa digolongkan kedalam bentuk seni yang mainstream, seperti yang telah banyak kita ketahui contohnya sirkus, musik, dan teater. Akan tetapi biasanya berbagai macam seni tersebut biasanya dikenal dengan istilah ‘seni pertunjukan’.  

Berikut di bawah ini terdapat beberapa istilah dalam sebuah seni pertunjukan yang pantang untuk tidak Anda ketahui.

  • Ruang : merupakan sesuatu  yang akan dijadikan tempat untuk menampilkan sebuah pertunjukan
  • Waktu : berupa kesempatan yang dituntut untuk digunakan dengan sebaik-baiknya
  • Pemain : sebuah pertunjukan yang biasanya dilakukan oleh satu orang, bisa juga lebih
  • Penonton : istilah untuk seseorang yang menjadi penikmat pada saat menyaksikan seni pertunjukan tersebut

Bukan hanya itu, Anda juga perlu untuk memperhatikan dengan betul beberapa hal-hal di bawah ini pada saat menampilkan seni pertunjukan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Cerita/Alur : merupakan cikal bakal dari jalannya isi cerita yang memang harus ditampilkan dalam sebuah konflik yang terjadi antara pelaku satu dengan pelaku yang lainnya.Biasanya, isi ceritanya akan disusun dalam sebuah dialog yang kemudian diwujudkan dalam bentuk naskah.
  • Pemain : adalah sang pemeran dalam seni pertunjukan yang sudah sepantasnya memiliki dua cara untuk menyampaikan cerita kepada para penonton.Diantara dua cara penyampaian tersebut adalah berupa perbuatan dan ucapan.
  • Tempat : tempat merupakan sebuah media yang paling utama dalam seni pertunjukan. Karena pada pasalnya tempat akan digunakan agar dapat mengekspresikan sifat dan karakter dari semua tokoh yang tentunya sesuai dengan isis cerita.
  • Penonton : sebuah seni pertunjukan tidak akan dapat dikatakan sukses jika tidak ada peran penonton yang dapat membantu keberlangsungan jalannya seni pertunjukan ini. Dari penonton jugalah akan dapat menjadi pendukung bagi keberlangsungan hidup seni pertunjukan, seperti halnya seni sirkus yang biasanya mendapat keberlangsungan hidupnya dari hasil bayaran penonton tersebut.
  • Sutradara : salah satu dari hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah peran sutradara di dalam seni pertunjukan. Tanpa tokoh seorang sutradara maka tidak akan ada yang bisa bertugas untuk menciptakan isi cerita kepada seluruh penontonnya melalui perbuatan serta ucapan para pemeran  di atas panggung.

Konsep Seni Pertunjukan

                                                               Sumber Image / media.istockphoto.com

Sedikitnya ada 3 konsep seni pertunjukan yang penting untuk Anda ketahui, berikut di bawah ini merupakan beberapa diantaranya:

  • Seni rupa dapat dibagi menjadi beberapa, seperti contoh seni rias, seni lukis, seni relief, seni bangunan, dan seni patung
  • Suara seni pertunjukan terbagi menjadi seni instrumental, seni vokal, seni sastra (prosa dan puisi)
  • Seni drama didapatkan melalui gabungan antara seni rupa dan seni suara (seni film).

Unsur-Unsur Seni Pertunjukan

Tema

Unsur pertama yang wajib Anda ketahui adalah tema. Dimana tema ini merupakan sebuah bentuk dari pokok pemikiran manusia yang biasanya akan mendasari dari suatu kisah tertentu.

Tema akan sangat bisa disederhanakan menjadi sebuah topik, yang mana dari topik tersebutlah akan juga bisa dikembangkan menjadi kisah dalam seni pertunjukan dengan isi dialog di dalamnya.

Plot

Unsur berikutnya yakni plot. Plot merupakan alur jalannya cerita yang di dapat dari sebuah kisah serta di dalamnya terdapat konflik yang bertahap.

Unsur plot ini masih dibagi lagi ke dalam beberapa hal tertentu, diantaranya di bawah ini:

  • Eksposisi

Bagian slot yang pertama berupa eksposisi. Yang mana eksposisi ini merupakan salah satu bagian yang memiliki fungsi sebagai pengenalan tokoh, baik nama, watak maupun karakter kepada para penonton melalui sikap bermain tokoh yang sedang diperankannya.

  • Konflik

Konflik merupakan asal muasal dimana mulai terjadinya perselisihan diantara para tokoh

  • Klimaks

Pada saat mencapai klimaks ini, akan semakin memanas suasananya, dan puncaknya adalah berupa masalah

  • Penyelesaian

Adapun tahap paling akhir adalah berupa penyelesaian. Pada tahap penyelesaian ini yang mana akan ditayangkan kembali sifat-sifat dari tokoh tersebut dan secara tidak langsung akan menimbulkan suasana tragis, mengharukan, maupun dengan suasana yang lainnya.

Penokohan

Unsur penokohan ini mencakup berbagai macam hal, diantaranya adalah berikut di bawah ini:

  • Aspek Psikologis

Aspek psikologis merupakan aspek pemeran tokoh yang akan menjelaskan mengenai pengenalan dan penamaan tokoh, semisal berupa tinggi tubuh badan, warna kulit, rambut gemuk/kurus.

  • Aspek Sosiologis

Aspek sosiologis merupakan wujud dari sebuah kondisi yang berfungsi untuk menceritakan keadaan tokoh dan interaksi tokoh tersebut dengan tokoh yang lainnya.

Dialog

Dialog merupakan sebuah unsur yang merupakan cikal bakal dari percakapan antara tokoh satu dengan tokoh lawannya.

Dimana percakapan atau interaksi yang di dapat dari kolaborasi antar tokoh tersebut mau tidak mau harus sesuai dengan apa yang dimiliki oleh karakter tokoh tersebut.

Seperti misalnya, salah seorang tokoh memiliki sifat yang lemah lembut, maka pada saat berdialog pun harus bersifat lemah lembut, pun sebaliknya dengan tokoh karakter yang lain.

Maka, pada dialog ini para pemeran akan menyampaikan makna tersirat yang ada pada alur cerita tersebut.

Bahasa

Bahasa merupakan salah satu unsur yang paling penting, yang mana akan diwujudkan dalam bentuk skenario dan pada saat dibuat akan berbentuk kalimat. Yang mana kalimat tersebut harus memberlakukan sifat efektif serta komunikatif. 

Ide & Pesan

Ide & pesan merupakan titik tumpu dari sebuah karya yang diperoleh dari sang penulis cerita, yang nantinya akan ditampilkan pada saat pementasan di atas panggung oleh pemeran.

Agar tidak terkesan membosankan dan dengan mudah diterima, maka pesan yang akan disampaikan memang sengaja dimodifikasi seperti halnya disentuhkan sedikit lelucon, pendidikan atau lainnya.

Latar

Latar merupakan unsur suasana dari tempat terjadinya sebuah adegan di panggung, latar sendiri masih terbagi lagi menjadi dua yaitu tata lampu dan tata panggung.

Jenis – Jenis Seni Pertunjukan

                                                                   Sumber Image / media.istockphoto.com

Wayang

Wayang merupakan bentuk dari seni pertunjukan yang dari awal hingga akhir ceritanya dipandu oleh seorang dalang.

Yang mana dari sosok wayang inilah akan bisa menunjukkan karakter-karakter pewayangan yang kebanyakan diambil dari cerita Ramayana maupun mahabarata.

Selain itu, terdapat juga yang mengambil kepribadian dari khas wilayah semacam Cepot yang berasal dari daerah Sunda.

Anda dapat menemukan berbagai macam wayang yang sangat beragam, seperti contoh wayang golek, wayang kulit, dan lain sebagainya.

Tepatnya pada tahun 1983, Sedyawati dan Damono sama-sama memiliki pendapat bahwasanya wayang merupakan suatu bentuk dari wujud pertunjukan tradisional.

Yang biasanya akan disajikan melalui peran seorang dalang, bisa dengan menggunakan boneka maupun yang sejenisnya sama halnya perlengkapan sebuah pertunjukan.

Sementara pendapat lain datang dari tokoh yang berbeda, Sastroamidjojo namanya. Beliau berdalih bahwasanya pada boneka wayang diukir bagi sistem tertentu.

Drama Komedi

Drama komedi merupakan sebuah drama yang memiliki ciri khas untuk menghibur dan mendapatkan kesan lucu.

Walaupun terdapat kombinasi komedi di dalamnya, akan tetapi bukan menjadi hal paling utama dalam sebuah pertunjukan drama komedi.

Akan tetapi hebatnya, komedi menjadi sebuah yang dapat membungkus pertunjukan drama komedi agar dapat mempersembahkan suatu hiburan yang dapat diterima dengan baik di semua kalangan.

Mulai dari yang masih kanak-kanak, anak remaja, sekalipun yang sudah berusia.

Tarian

Dapat kita ketahui bahwasanya seni tari merupakan salah satu bentuk dari seni pertunjukan yang kaitannya terbilang sangat erat dengan kebudayaan pada suatu daerah tertentu.

Terlebih jika menilik lebih dalam mengenai bangsa kita Indonesia ini, dimana akan ada banyak sekali kebudayaan serta kesenian yang akan dengan mudah kita jumpai di berbagai wilayah tertentu.

Secara kasarnya, seni tari bisa dikatakan merupakan timbulnya gerak dari badan yang akan dicoba oleh seseorang sejalan dengan irama yang ada.

Seni tari ini akan dilakukan atau ditunjukkan sebagaimana bentuk wujud lain yang ditimbulkan dari curahan ekspresi, perasaan, iktikad serta benak sang penari.

Musik

Tidak akan asing lagi saat kita mengetahui bahwasanya musik juga termasuk salah satu unsur penting dalam sebuah pertunjukan tertentu.

Ditambah lagi dengan munculnya kreatifitas-kreatifitas dari berbagai latar orang sehingga di dalam media televisi pun banyak yang membuat acara musik.

Nah, untuk tipe dari musik ini masih dibagi kedalam beberapa jenis tertentu. Seperti contoh pertunjukan musik dangdut, pop, jazz, keroncong, maupun lain sebagainya.

Opera

Opera merupakan salah satu dari jenis pertunjukan yang umumnya akan ditampilkan secara langsung di atas panggung.

Sejatinya, opera merupakan sebuah istilah lama yang kerap kali digunakan untuk suatu siaran maupun dalam pertunjukan drama.

Terselip pendapat dari seorang tokoh  bernama Balthazar Vallhagen, beliau mengatakan opera merupakan sebuah kesenian yang dapat menggambarkan sifat seseorang dengan diselingi wujud gerakan yang akan menjadi suatu cerita yang mendampingi penggambaran sifat tersebut.

Sulap

Seni sulap merupakan salah satu dari jenis seni pertunjukan yang biasanya akan menampilkan kolaborasi dari berbagai macam seni yang ada.

Seni sulap ini pada dasarnya akan menggabungkan antara seni musik, kostum, seni rupa, bahkan juga mencampurkan dengan berbagai macam disiplin ilmu, seperti matematika, ilmu hayati, ilmu kimia, psikologi, serta yang lainnya.

Teater

Kata teater sendiri diperoleh dari bahasa inggris, yakni berupa theater maupun theatre. Kata teater yang dimaksud disini adalah bagaikan sebuah tempat maupun gedung pertunjukan.

Teater juga merupakan semua hal mencakup apa saja yang akan ditampilkan di atas panggung untuk disuguhkan dengan baik bagi penikmatnya.

Seiring dengan perkembangan zaman yang mumpuni, seni teater ini sering kali diselenggarakan oleh berbagai macam komunitas maupun klub kesenian special berorientasi pada seni ledudukan.

Fungsi Seni Pertunjukan

                                                                   Sumber Image / media.istockphoto.com

Mengenai fungsi dari seni pertunjukan, ada beberapa fungsi yang harus Anda ketahui, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Fungsi Kesehatan

Fungsi pertama yang bisa didapatkan dari seni pertunjukan adalah bisa menjadi sebagai media untuk memulihkan kesehatan seseorang.

Seperti contoh, pada seseorang yang sedang memiliki penyakit psikologis dan lain semacamnya, maka pasien tersebut akan disuguhkan dengan terapi musik yang tentunya sesuai dengan masalah yang sedang dialami oleh pasien.

2. Fungsi Hiburan

Tujuan utama dari seni pertunjukan adalah untuk memperoleh kesan yang dapat menghibur, agar pada saat seseorang sedang merasa jenuh dengan segala kegiatan dan pekerjaan sehari-harinya dapat merasa terbantu dengan adanya pertunjukan ini.

3. Fungsi Ekonomi

Terlepas dari fungsi hiburan, seni pertunjukan juga dapat berfungsi sebagai pendongkrak ekonomi, yang mana khusus dalam hal ini akan mampu untuk mendatangkan keberuntungan.

Hal umumnya, sebelum seni pertunjukan yang diundang pada kawasan masyarakat luas dan tentunya telah memenuhi syarat sehingga dari pertunjukan tersebut akan bernilai yang kemudian akan dihargai dengan sejumlah uang tertentu.

4. Fungsi Estetik

Fungsi berikutnya yaitu fungsi estetik. DImana fungsi estetik ini biasanya akan dijadikan sebagai media untuk ekspresi dari seorang seniman pada saat menunjukkan hasil karyanya.

Beberapa contoh dari hasil karyanya adalah seni tari, seni musik, seni teater, seni drama, dan lain sebagainya.

5. Fungsi Pendidikan

Tak lain dari fungsi pendidikan ini adalah sebagai contoh seperti pada saat seseorang memainkan alat musik angklung.

Maka secara tidak langsung orang tersebut telah ikut serta dalam melakukan nilai sosial, pembelajaran, edukasi, serta kerjasama.

6. Fungsi Sosial

Selain dari beberapa fungsi di atas tadi, seni pertunjukan juga dapat berfungsi sebagai fungsi sosial. Karena apa? Karena di dalamnya mengandung unsur-unsur dari pesan moral .

Seperti contohnya dalam sebuah seni pertunjukan yang di dalamnya terdapat pesan pendidikan, moral, agama, serta berbagai jenis fungsi yang lainnya.

7. Fungsi Religius

Jenis fungsi terakhir yang dapat Anda petik adalah sebagai fungsi religi. Dimana fungsi religious ini dapat tumbuh karena awal mula seni pertunjukan yakni sebagai media ritual.

Adapun yang dimaksud dengan media ritual disini adalah menggunakan gerak, suara, serta berupa tindakan untuk upacara tertentu pada saat hari kebesaran suatu agama tertentu.

Yang sudah barang tentu pastinya masih menggunakannya, maka dari itulah bisa dikatakan sebagai fungsi religius.

Contoh Seni Pertunjukan

Berikut dibawah ini telah kami uraikan beberapa contoh dari seni pertunjukan yang dapat Anda ketahui, diantaranya adalah:

Tari Pendet

                                                                  Sumber Image / media.istockphoto.com

Jenis tari pendet ini merupakan salah satu contoh dari seni pertunjukan yang berasal dari daerah Bali.

Yang mana pada saat awal tarian ini digunakan yakni bertujuan untuk melakukan pemujaan yang akan dipentaskan di dalam pura. Tarian ini dapat menggambarkan bagaimana penyambutan atas turunnya dewata ke dunia.

Tari Klasik dari Keraton Surakarta

                                                              Sumber Image / media.istockphoto.com

Sesuai dengan namanya, jenis tari berikut ini memang berasal dari daerah Surakarta, dan memang sudah ada sejak zaman kerajaan majapahit dahulu.

Apa-apa dari semua yang terkandung dalam jenis tarian yang satu ini merupakan sebuah tradisi dari budaya yang di dapat dari lingkungan keraton tersebut.

Baik yang mencakup dari segi tarian maupun seperangkat aturan-aturannya. Dapat Anda ketahui, bahwa dalam setiap gerakan dari jenis seni ini ada makna dan pesan yang tersirat, hal yang sama juga dengan iringan musik beserta pakaiannya yang mengandung makna tertentu.

Angklung

                                                                     Sumber Image / cdn.pixabay.com

Alat musik berupa angklung merupakan salah satu alat musik yang memiliki dua nada ganda sekaligus, dan memang sudah berkembang di Jawa Barat sejak Desember 1966 dulu.

Berhubungan dengan bulan Desember 2010, alat musik angklung ini telah terdaftar sebagai karya seni warisan budaya non bendawi dan lisan manusia dari UNESCO.

Yang mana asal muasal angklung ini diciptakan dan dimainkan adalah untuk memanggil Dewi Sri agar bersedia untuk turun ke bumi, dan agar lahan padi yang dimiliki oleh masyarakat dapat tumbuh dengan subur serta lebat.

Sendratari Ramayana

                                                                      Sumber Image / 2.bp.blogspot.com

Contoh seni pertunjukan berikutnya adalah sendratari Ramayana. Dimana sendratari Ramayana ini merupakan bentuk dari salah satu legenda yang berupa gabungan antara drama dan tarian tanpa dialog.

Jenis seni pertunjukan ini diambil dari alur cerita Ramayana, dan asal usul seni sendratari Ramayana ini di dapat dari seorang tokoh GPH Djatikoesoemo yang mana pada saat itu dijadikan sebagai media untuk memperkenalkan wisata Indonesia kepada dunia luar.

Pertama kali tarian ini ditampilkan pada khalayak umum adalah pada tahun 1961, dan pada umumnya jenis tarian ini akan dipentaskan di candi prambanan pada musim kemarau, tepat pada hari Selasa, Kamis, dan juga Sabtu.

Reog

                                                              Sumber Image / media.istockphoto.com

Beralih dari beberapa jenis contoh seni pertunjukan yang tadi. Kali ini kami akan membahas sebuah tarian yang bernama reog.

Jenis tarian yang satu ini telah ada sejak sekitar tahun 1920, yang mana seni ini berasal dari Jawa Timur, tepatnya kota Ponorogo.

Seni reog ini akan memperlihatkan sebuah kepala dengan bentuk singa atau yang biasa disebut dengan barong, yang kemudian akan dihiasi dengan banyak bulu, hingga tampaklah seperti kipas raksasa.

Reog sendiri banyak dikenal dengan beratnya yang hampir mencapai 50 kg, yang akan dikenakan oleh seorang pemeran dengan menggunakan kekuatan gigi.

Untuk bisa memainkan jenis seni yang satu ini maka mau tidak mau harus memiliki kemampuan fisik yang mumpuni terlebih dahulu.

Bukan hanya itu, para pemeran seni ini harus menjalani proses latihan spiritual seperti bertapa dan puasa. Bukan hal yang tabu lagi jika banyak masyarakat yang mengenal seni ini dengan kekuatan ilmu gaibnya.

Tari Barong Bali

                                                                          Sumber Image / www.rentalmobilbali.net

Berhubungan erat dengan namanya, maka jenis tarian yang satu ini memang merupakan tarian khas Bali yang sudah dikenal khalayak ramai pada saat zaman Hindu-Budha.

Jenis tarian yang satu ini akan mampu untuk menggambarkan perkelahian yang terjadi atas dua perkara, berupa kebatilan dan kebaikan.

Barong sendiri melambangkan kebaikan, sebaliknya dengan rangda yang melambangkan kejahatan.

Wayang

                                                  Sumber Image / cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Lagi-lagi berasal dari daerah Bali. Namun, seni wayang ini bukan hanya terkenal di Bali saja, akan tetapi juga di tanah jawa. Cikal bakal dari  media awal masuknya agama Hindu ke Indonesia ini adalah berupa seni wayang ini.

Awal mula cerita wayang ini yakni pada prasasti Balitung pada abad ke lV dengan bunyi “si galigi mawayang”, dimana seni wayang ini menggunakan kisah cerita Ramayana dan Mahabarata.

Sedikitnya terdapat beberapa jenis wayang yang dapat Anda ketahui, diantaranya adalah wayang kulit, wayang golek, wayang orang, serta wayang motekar dan wayang rumput.

Tari Saman

                                                         Sumber Image / upload.wikimedia.org

Contoh jenis seni berikutnya adalah tari saman, Yang mana tari saman ini merupakan salah satu tarian yang berasal dari suku Gayo, dan disebut-sebut sebagai tarian yang bahkan terkenal sampai ke mancanegara.

Hal yang dapat digambarkan dari seni tari ini adalah tentang pendidikan, keagamaan, sopan santun, kekompakan, serta jiwa kepahlawanan.

Cukup berbeda dengan beberapa jenis seni yang tadi, maka tari sama ini sama sekali tidak menggunakan alat musik.

Akan tetapi masih menggunakan beberapa anggota badan sebagai iringan musik dan nadanya berupa seperti tepuk tangan, memukul dada, paha dan lain sebagainya.

Tari Kecak

                                                                Sumber Image / awsimages.detik.net.id

Adapun jenis seni pertunjukan yang terakhir adalah tari kecak. Pun, sama dengan beberapa jenis seni yang diatas tadi, seni ini juga merupakan jenis seni yang berasal dari daerah Bali.

Awal diciptakan oleh seseorang yang bernama Wayan Limbak, pada sekitar tahun 1930 an tepatnya.

Tarian jenis ini hanya akan diperuntukkan bagi kamu laki-laki saja, yang kemudian akan berbaris melingkar lalu bersama-sama menyerukan kata “cak”, dengan irama tertentu dan lengan dalam keadaan diangkat.

Jenis seni ini mengangkat kisah alur cerita Ramayana pada saat pasukan kera membantu rama menolong rahwana. 


Bagaimana dengan pengetahuan antara sebelum dan sesudah membaca artikel kami ini, apakah ada tambahan wawasan yang Anda dapatkan? Jika iya, maka jangan sungkan-sungkan untuk membaca artikel kami yang lainnya.

Terimakasih.