Seni Rupa 3 Dimensi

Seni rupa 3 dimensi – Sadarkah Anda jika benda di sekeliling kita bisa jadi merupakan hasil karya dari penerapan seni rupa 3 dimensi?

Karena memang kenyataannya, dari zaman dahulu sampai saat ini semakin banyak karya seni rupa 3 dimensi yang dimanfaatkan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai seni rupa 3 dimensi ini bisa dengan membaca sedikit rangkuman di bawah ini.

Pengertian Seni Rupa 3 Dimensi

                                             Sumber Image / 1.bp.blogspot.com

Dapat dipastikan bahwa jenis karya seni rupa 3 dimensi ini memiliki ruang, maka tidak heran jika sebuah karya jenis ini memiliki sisi panjang, lebar, tinggi, serta volume yang bisa dinikmati oleh siapapun dari arah manapun.

Layaknya seperti seni rupa 2 dimensi, jenis seni rupa 3 dimensi ini juga mengandung beberapa unsur yang terdiri dari garis, bentuk, bidang, dan warna. Dari unsur-unsur tersebutlah yang nantinya akan disusun sedemikian rupa sehingga terbentuklah suatu objek tertentu.

Akan tetapi, antara karya jenis seni rupa 2 dimensi dan seni rupa 3 dimensi sangat bisa diketahui perbedaannya. Hal ini tentu disebabkan oleh karya seni 2 dimensi yang hanya memiliki dua sisi saja, meliputi panjang dan lebar.

Prinsip Karya 3 Dimensi

prinsip karya 3 dimensi
                                                              Sumber Image / bahassemua.com

Terdapat satu elemen penting yang bisa menjadi pembeda antara seni rupa dua dimensi dengan seni rupa tiga dimensi, tak lain dan tidak bukan adalah unsur ruang.

Perbedaan keduanya cukup signifikan, karena seni rupa 2 dimensi sendiri bisa dilihat melalui satu sisi, sedangkan pada seni rupa 3 dimensi bisa dilihat dengan lebih dari dua sisi.

Berikut ini merupakan beberapa prinsip lain dari seni 3 dimensi yang patut untuk Anda ketahui:

1. Kesatuan (unity)

Prinsip kesatuan atau unity ini merupakan bentuk prinsip yang dapat membantu serta menunjang dengan adanya

Di balik hasil karya seni yang indah, ternyata terdapat satu prinsip kesatuan atau unity yang dapat membantu serta menunjang dengan adanya hubungan serta keterkaitan antara unsur-unsur dalam seni rupa yang saling menyatu antara satu sama lainnya.

2. Keselarasan/harmoni

Untuk menciptakan sebuah karya seni rupa yang dapat menonjolkan nilai estetik serta keindahannya, tentu diperlukan unsur keselarasan di dalamnya.

Mengenai apa yang dimaksud dengan keselarasan disini adalah merupakan adanya kedekatan antara satu unsur dengan unsur lainnya, yang meskipun cukup berbeda antara satu sama lain, seperti halnya dalam pencahayaan, bentuk, sampai dengan pemilihan warna.

3. Penekanan (contrast)

 Prinsip penekanan merupakan wujud prinsip yang menjadi tumpuan dasar untuk membedakan antara dua buah unsur yang didalamnya terdapat sifat saling berlawanan juga berdekatan.

Dengan diterapkannya prinsip penekanan ini maka akan turut memberikan kesan tampilan yang jauh terlihat menarik, serta tidak bersifat monoton dan membosankan.

4. Irama (rhythm)

Adapun pengertian singkat dari irama adalah merupakan suatu prinsip yang menjadikan tempat sebagai dasar atas pengulangan satu unsur atau bahkan lebih dengan menerapkan cara yang teratur.

Kelebihan dari jenis pengulangan  unsur yang satu ini yakni bisa diatur menurut beberapa aneka macam ragam, baik sekedar variasi warna, perbedaan garis maupun dari variasi bentuk.

Pengulangan yang dilakukan berulang kali dan dilakukan dengan perpaduan variasi yang bagus, maka akan memberikan sentuhan estetik yang jauh lebih tinggi dan irama harmonis yang lebih kuat pula.

5. Proporsi

Jenis prinsip proporsi ini merupakan perbandingan ideal yang bisa dengan mudah diserap oleh persepsi seorang pengamat, sehingga terjadi keseimbangan harmonis objek seni.

Dengan pengaturan serta penempatan ukuran yang tepat dan harmonis akan menciptakan sebuah karya seni yang tampak serasi dan begitu sempurna.

Pembagian Seni Rupa 3 Dimensi

Berikut dibawah ini merupakan pembagian seni rupa 3 dimensi yang berlandaskan atas sifat dan nilai gunanya dalam kehidupan manusia.

Seni rupa 3 dimensi ini dibagi menjadi dua jenis, diantaranya adalah seni rupa murni dan seni rupa terapan.

Nah, untuk penjelasan selengkapnya bisa Anda simak berikut ini.

1. Seni Rupa Murni

seni rupa murni
                                                        Sumber Image / www.yuksinau.id

Jenis seni rupa murni ini lebih mementingkan unsur keindahan dibandingkan dengan nilai fungsinya.

Seni rupa jenis ini biasanya seringkali digunakan hanya sebagai hiasan untuk memberi kepuasan tersendiri bagi pandangan mata saja.

Sebagai contohnya yaitu pada sebuah lukisan, hiasan dinding, dan juga patung.

2. Seni Rupa Terapan

seni rupa terapan
                                                    Sumber Image / img.celebrities.id

Berbanding terbalik dengan seni rupa murni, karena seni rupa terapan ini cenderung lebih mementingkan nilai fungsi dibandingkan dengan hiasan.

Meskipun sebuah karya yang dengan menggunakan seni rupa jenis ini akan mengandung unsur keindahan, akan tetapi seni rupa terapan ini akan lebih fokus pada nilai manfaat yang bisa digunakan oleh manusia.

Diantara contohnya adalah gerabah dan furniture.

Fungsi Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Dapat disimpulkan bahwa seni rupa 3 dimensi bisa dilihat melalui beberapa fungsi. Seni rupa jeni ini juga mengandung beberapa kegunaan.

Berikut dibawah ini merupakan beberapa fungsi yang telah kita ulas untuk Anda.

1. Hiasan

Tujuan utama dalam pembuatan seni rupa adalah tak lain agar dapat memperoleh nilai artistic serta estetik. Jenis seni yang satu ini tergolong ke dalam seni rupa 3 dimensi.

Contoh yang bisa Anda ketahui diantaranya adalah berbagai macam hiasan, seperti vas bunga, patung hiasan rumah, guci, furniture, hiasan gantungan, beserta contoh yang lain.

2. Sarana Pembelajaran

Salah satu fungsi utama dari jenis seni rupa ini adalah dengan tujuan memberikan informasi, wawasan atau pengetahuan yang terkait dengan suatu hal tertentu.

Bisa kita lihat dalam konteks ini terdapat banyak karya-karya tiruan, seperti contoh pada peristiwa kemerdekaan di museum-museum yang menampilkan sejarah perjuangan Indonesia.

Bukan hanya itu, terlihat juga dari candi-candi yang sampai saat ini masih bisa kita kunjungi, baik untuk wisata belajar maupun penelitian.

3. Sarana Religi

Dapat kita ketahui mengenai fungsi sarana religi ini yang bisa dilihat dari ornamen-ornamen yang bernilai khas keyakinan tertentu, yang biasanya menghiasi tempat keagamaan seperti masjid, gereja, ataupun pura.

Seorang arsitektur dari masing-masing tempat keagamaan tersebut memiliki arti makna tersendiri. Bahkan, dari hasil karya ini bisa menunjukkan jenis aliran atau kepercayaan yang dianut.

4. Sarana Rekreasi

Dalam konteks ini fungsi dari karya seni rupa 3 dimensi lebih cenderung banyak digunakan sebagai sarana untuk hiburan.

Seperti yang bisa kita lihat contohnya saat ini yaitu seperti candi-candi, instalasi-instalasi yang biasanya terdapat dalam sebuah pameran tertentu, dan lain sebagainya.

5. Sebuah Peringatan atau Penanda

Fungsi khusus yang didapat dari hasil karya seni ini merupakan sebuah tanda atau sebagai pengingat dari sebuah peristiwa tertentu.

Umumnya, fungsi jenis ini biasa ditemukan dalam bentuk sebuah tugu, prasasti, dan gapura yang sampai saat ini bisa Anda temukan di berbagai tempat tertentu.

Sebagai contoh adalah Monumen Pancasila Sakti, yang berada tepat di daerah Lubang Buaya, sebagai pengingat jasa pahlawan revolusi.

Contoh Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Tidak sulit untuk Anda dalam menemukan contoh-contoh dari karya seni rupa, karena mudah sekali untuk dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuk contohnya dapat Anda temukan dalam balutan barang biasa yang seringkali bisa dilihat maupun digunakan untuk berbagai keperluan tertentu, maupun dalam benda mewah dengan nilai harga yang tinggi.

Maka, untuk penjelasan lebih detailnya bisa Anda simak dibawah ini.

1. Karya Seni Kriya

                                                            Sumber Image / i0.wp.com

Seringkali kita ketahui bahwa seni kriya ini banyak digunakan sebagai dekorasi, sebagai benda terapan siap pakai, furniture, sebagai benda mainan seperti boneka, kain batik maupun tenun, dan lain sebagainya.

Banyak contoh dari karya seni kriya ini yang bisa kita ketahui karena memang terdiri atas berbagai macam jenis, seperti kriya kayu, seni kriya tekstil, seni kriya keramik, seni kriya logam, seni kriya kulit dan seni kriya batu.

2. Seni Patung

                                                  Sumber Image / awsimages.detik.net.id

Media yang biasanya dapat digunakan sebagai bahan dalam pembuatan patung adalah seperti batu, kayu, semen, dan logam.

Bentuk karya seni patung bisa kita lihat dari segala penjuru arah seputar mata masih bisa memandang.

Pembuatan patung sendiri bisa didasarkan atas jenisnya, jenisnya sendiri dibagi menjadi 2 bagian, diantaranya yaitu Zonde Bosse (berdiri sendiri) serta relief (biasanya menempel pada permukaan dinding).

Patung bisa Anda temukan di berbagai tempat, baik di museum, jalan, maupun rumah. Contoh patung yang bisa Anda temukan adalah seperti patung Budha, patung Yesus, atau patung seorang pahlawan.

3. Keramik

                                                           Sumber Image / 3.bp.blogspot.com

Berikutnya karya seni keramik. Karya seni keramik ini merupakan cabang seni yang sifatnya masih tergolong tradisional atau sampai dengan bentuk kontemporer maupun modern.

Fungsi yang menonjol dari seni keramik ini yaitu sebagai kerajinan yang masih dengan menggunakan bahan utama dari tanah liat, yang dimana dari bahan tanah liat tersebut masih harus melalui proses dipijit, butsir, pilin sampai dengan pembakaran dan glasir.

Pada umumnya, karya jenis ini banyak menjadi peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, diantaranya seperti cangkir, piring, cetakan gelas, mangkok, serta vas bunga.

4. Arsitektur

                                                    Sumber Image / nazwaproduction.com

Karya seni berupa arsitektur ini merupakan contoh dari seni rupa 3 dimensi yang berwujud teknik merancang bangunan, dalam artian yang mencakup level makro (perencanaan dan perancangan kota, atau lanskap) sampai dengan level mikro (desain untuk perabotan, bangunan, hingga produk).

Bukan hanya itu, karya ini juga sudah banyak dimanfaatkan dalam pembuatan rumah tahan gempa, ramah lingkungan, serta hemat energi. 


Nah, berakhir sudah pembahasan kami mengenai seni rupa 3 dimensi mengenai pengertian, prinsip, pembagian, fungsi beserta contohnya tadi.

Sekian dari kami, terimakasih.