Teknik Cetak

Teknik Cetak – Di dunia seni, teknik cetak merupakan teknik yang bisa dipakai oleh para desainer untuk membantu pekerjaannya. Teknik ini juga berfungsi untuk memudahkan Anda ketika pembuatan sebuah karya seni yang sama dengan jumlah tertentu. 

Tidak cuma sedikit bahkan bisa melakukan dalam banyak sekalipun. Nah, teknik cetak sendiri memiliki banyak jenisnya. Beberapa teknik yang digunakan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Oleh karena itu, jika Anda berminat untuk mengaplikasikan teknik ini ke dalam karya seni Anda, simak dan ikuti dengan seksama penjelasan lengkap tentang teknik cetak dibawah ini.

Apa itu Teknik Cetak

pengertian teknik cetak
Sumber : makintahu.com

Teknik cetak yaitu sebuah teknik yang mampu mengekspresikan kegelisahan, gagasan, ide, kreativitas seseorang dalam sebuah media seni cetak grafis dan bernilai seni tinggi. 

Mudahnya teknik ini adalah teknik seni cetak grafis yang berfungsi untuk menggandakan suatu karya tertentu, bisa dalam jumlah banyak ataupun jumlah yang sedikit.

Media yang digunakan dalam teknik ini biasanya berupa plat, logam, karet lino, kasa, kayu atau yang sering digunakan di media kain atau kertas.

Awal Mula Ditemukannya Teknik Cetak

sejarah teknik cetak
Sumber : infocetak.com

Pada zaman dahulu Tiongkok adalah salah satu negara yang mulai mengembangkan teknik seni cetak dalam pembuatan karya seni cetak.

Masyarakat Tiongkok memanfaatkan teknik ini digunakan untuk menggandakan kertas bertuliskan keagamaan, ukiran naskah dibuat diatas kayu lalu kemudian tulisan tersebut dicetak di kertas.

Teknik ini awalnya dilakukan dengan menggunakan media kayu yang diukir hingga membentuk suatu karya. 

Hal ini dahulu banyak dilakukan oleh orang-orang Asia Timur seperti Jepang, Cina dan Korea sampai akhirnya berkembang di benua biru untuk diaplikasikan di atas kain yang hasilnya dijadikan pakaian masyarakat Eropa kala itu. 

Kemudian pada tahun 1440, mulai ditemukan mesin cetak oleh Johannes Guttenberg, kemudian dijadikan untuk membuat karya dengan teknik seni cetak seperti sekarang ini. Contohnya dalam produksi pakaian kaos bersablon branded ala Eropa. 

Sedangkan di Indonesia seni cetak awalnya mulai dikenal masyarakat pada masa kemerdekaan. 

Hasil karya seni orang-orang pada zaman dahulu sebagian besar berupa poster seperti Suromo dan Abdul Salam dari Yogyakarta.

Macam Macam Teknik Cetak

Nah, Setelah Anda mengetahui pengertian beserta sejarahnya, selanjutnya Anda akan dijelaskan beberapa macam-macam teknik cetak dari yang mudah hingga paling sulit. Penasaran? Yuk, ikuti penjelasan selengkapnya dibawah ini. 

1. Cetak Saring ( Silk Screen Printing )

teknik cetak saring
Sumber : blogporinto.com

Teknik ini merupakan jenis seni cetak yang mencetak sederhana dengan cara cetak datar dan cetak offset. 

Teknik ini bisa disebut dengan teknik sablon atau silkscreen. Pada cetak saring konvensional, mencetak desainnya dilakukan diatas screen dengan sinar matahari. 

Letaknya berada di atas film positif dengan dilakukan metode penyinaran emulsi pula. Tetapi pada zaman sekarang teknik yang digunakan sudah menggunakan cahaya ultraviolet. 

Dengan cahaya ultraviolet dapat menghemat waktu karena teknologi penyinarannya lebih cepat. 

Contoh hasil karya dari teknik ini biasanya dicetak pada suatu benda yang memiliki permukaan yang tidak teratur seperti, gelas, baju, pin, dan masih banyak lagi.

2. Cetak Datar ( Planographic Printing )

teknik cetak datar
Sumber : satuharapan.com

Cetak datar merupakan teknik yang digunakan pada permukaan media yang datar, sehingga posisi gambar dengan bagian lainnya memiliki ketinggian yang sama atau datar. 

Teknik ini memiliki karakteristik saling tolak menolak antara air dan tinta itu sendiri. Sehingga bagian sisi gambar yang tidak terlapisi emulsi akan menarik tinta, serta bagian yang tidak menjadi bagian gambar akan menolak tinta. 

Begitu kurang lebih cara kerja teknik ini. Teknik ini dapat menghasilkan acuan warna cyan, magenta, yellow dan key atau biasa dikenal dengan CMYK.

Pada sejarahnya, teknik ini sudah dikembangkan pada tahun 1789 oleh Alois Senefelder seorang seniman asal Jerman. Kemudian lambat laun berkembang, hingga pada tahun 1940-an teknik ini sudah bisa diterapkan di kain tenun. 

Sampai pada akhirnya pada zaman sekarang sudah bisa diterapkan pada media cetak lainnya seperti buku, majalah atau koran.

3. Cetak Tinggi ( Relief Printing )

teknik cetak tinggi
Sumber : makintahu.com

Cetak tinggi merupakan suatu teknik yang memerlukan ketinggian permukaan yang berbeda dalam proses mencetaknya. 

Teknik ini adalah salah satu teknik seni cetak yang paling sederhana dilakukan. Bahan yang digunakan pun hanya berupa kayu mdf, alat cukil khusus dan karet lino. 

Cara kerja teknik ini dilakukan dengan cara menoreh desainnya diatas media, diberi tinta pada bagian atas dengan menggunakan roll dan dicetak diatas media kertas. 

Kemudian cara memperbanyak cetakan tersebut dengan cara ditekankan pada lembar kertas atau kain. 

Jika nantinya tinta cetakan mulai memudar tinggal beri tinta lagi sebelum melakukan teknik tersebut. Jika ingin memperbanyak cetakan, lakukan cara tersebut secara berurutan.

4. Cetak Dalam ( Intaglio Printing )

Sumber : pinhome.id

Kali ini berbeda dengan teknik sebelumnya, pada cetak dalam tinta yang tercetak masukan kedalam lubang pada material yang akan digunakan nantinya. 

Material dalam teknik ini memiliki banyak macam contohnya seperti seng, akrilik, logam tembaga dan lainnya.

Nah, teknik seni cetak dalam terbagi menjadi empat jenis yakni Engraving, Etching, Mezzotint dan Drypoint. Berikut penjelasan secara lengkap tentang teknik cetak dibawah ini.

A. Engraving

Merupakan suatu teknik seni cetak dengan menggunakan logam sebagai medianya. Cara kerjanya yaitu, logam ditoreh terlebih dahulu kemudian diberi tinta pada torehan tersebut. 

Nah, setelah itu tinta pada bagian permukaan dihapus, nantinya akan menyisakan tinta di bagian torehannya. Itulah yang nanti akan dicetak pada media kertas.

B. Etching 

adalah suatu teknik dengan menggunakan tembaga yang dilapisi lilin, lalu ditoreh dengan jarum etsa untuk menoreh tembaga. Kemudian dicelupkan ke asam nitrat yang memiliki sifat korosif.

C. Mezzotint 

Mezzotint merupakan seni cetak yang menggunakan plat logam sebagai medianya, yang kemudian dibuat kasar merata dengan desain tertentu

D. Drypoint 

Merupakan teknik menoreh tembaga atau akrilik yang menimbulkan kerusakan pada permukaan media, kemudian dibentuk menjadi sebuah seni visual yang luar biasa. 

Cara kerja teknik ini dengan cara seperti berikut, mula-mula melapisi plat dengan tinta dan bersihkan tinta pada bagian dalam permukaan. 

Setelah itu cetak di atas kertas menggunakan mesin press. Kelebihan menggunakan teknik ini adalah dapat mencetak hasil desain yang sangat detail.

5. Cetak Digital ( Digital Printing ) 

Sumber : sungrafika.com

Teknik ini merupakan teknik yang dilakukan melalui proses digital. Semua pemrosesan di teknik ini dikontrol dan dikerjakan secara digital. 

Adapun kelebihan dari teknik ini salah satunya proses pengerjaan yang cepat dan praktis karena dikerjakan dengan mesin. 

Di Indonesia cetak digital biasa disebut dengan digital printing. Pada zaman sekarang, di Indonesia saja sudah menjamur jasa digital printing dimana-mana. Nah, ini bisa jadi salah satu peluang bisnis yang bisa Anda lakukan dirumah.


Itulah tadi pembahasan lengkap tentang teknik seni cetak, teknik ini merupakan metode yang cukup mudah dipahami oleh pemula dalam membuat suatu karya seni cetak.

Dengan teknik ini Anda juga dapat mengaplikasikannya pada proses pembuatan patung. Jika Anda penasaran bagaimana cara membuat patung secara lengkap, ayo, simak dan baca artikel teknik pembuatan patung ini.

Terimakasih telah sabar membaca hingga akhir. Jangan lupa share ke teman-teman Anda jika menurut Anda bermanfaat.