Upacara Adat Aceh

Sumber : jakartanotebook.com

Upacara Adat Aceh – Aceh merupakan sebuah provinsi yang terletak paling ujung di pulau Sumatra. Provinsi Aceh memiliki beragam suku dan bahasa daerah yang dimilikinya.

Pada provinsi ini agama Islam sangat dijunjung tinggi karena Islam merupakan agama dengan pemeluk terbanyak di Aceh.

Pada sebagian wilayah bahkan menerapkan hukuman pada para pelaku tindak kejahatan yang berdasar pada hukum Islam.

Banyak dari budaya atau tradisi Aceh yang pelaksanaannya tidak terlepas dari budaya-budaya Islam.

Penasaran, apa saja sih budaya atau tradisi yang masih berlangsung dan dilakukan masyarakat Aceh hingga sekarang? Simak rangkuman berbagai pelaksanaan upacara adat Aceh pada ulasan berikut ini.

Macam-Macam Upacara Adat Aceh

Macam-Macam Upacara Adat Aceh

Dikumpulkan dari berbagai sumber, budaya macam-macam upacara adat Aceh terbagi menjadi 12. Setiap upacara akan dijelaskan bagaimana upacara adat tersebut dilaksanakan.

#1. Upacara Troen U Blang

Upacara Troen U Blang
Sumber: menatapdesa.blogspot.com

Upacara Troen U Blang atau lebih sering disebut dengan kenduri blang (blang = sawah).

Acara ini  merupakan sebuah upacara adat yang biasa dilakukan oleh masyarakat Aceh ketika telah memasuki musim padi di Aceh.

Tujuan utama dari diadakannya upacara adat troen u blang adalah meminta kepada sang pencipta agar diberikan hasil panen yang melimpah.

Hal tersebut sangat berguna untuk membantu menambah penghasilan ekonomi para penduduknya.

#2. Upacara Troen U Laoet

Upacara Troen U Laoet
Sumber: milenialjoss.com

Memiliki tujuan yang hampir sama dengan upacara troen u blang, upacara troen u laot merupakan sebuah acara yang bersifat hajatan kenduri.

Tujuan utama diadakannya upacara adat ini adalah untuk berdoa kepada sang pencipta agar tangkapan ikan bisa lebih banyak atau melimpah.

Pelaksanaannya upacara adat ini adalah ketika telah memasuki musim melaut.

Berjalannya acara yaitu dengan mengundang para tetangga terdekat, pelaksanaanya juga dapat dilakukan secara bersama dengan nelayan lain.

#3. Upacara Tulak Bala

Upacara Tulak Bala
Sumber: akurat.co

Masyarakat Aceh percaya pelaksanaan upacara tulak balak dapat menjauhkan mereka dari musibah dan marabahaya.

Tradisi ini biasanya diadakan oleh masyarakat Aceh yang berada di daerah pantai Barat Selatan Aceh.

Pelaksanaan upacara tulak balak yaitu ketika hari Rabu Abeh yaitu hari Rabu terakhir pada bulan Safar dan diadakan setiap setahun sekali.

Diadakan pada bulan Safar karena pada bulan tersebut Allah SWT menurunkan banyak penyakit dan bala ke muka bumi.

#4. Upacara Peutron Aneuk

Upacara Peutron Aneuk
Sumber: arranirykimia.blogspot.com

Upacara peutron aneuk diadakan untuk menyambut bayi yang baru saja lahir. Peristiwa tersebut biasanya terjadi pada hari ke-44 atau dapat juga diadakan setelah 3 bulan, 5 bulan hingga 7 bulan setelah bayi lahir.

Jika bayi belum melakukan atau mengadakan upacara peutron aneuk, sebaiknya bayi tetap berada di dalam rumah terlebih dulu.

Upacara peutron aneuk dipimpin langsung oleh seorang pemuka agama. agama. Pada samping pemuka agama ini juga akan tersedia air zamzam, sari kurma, ayam panggang, dan buah-buahan.

Saat doa telah selesai dibacakan, bayi akan dicicipi dengan beberapa rasa yang bertujuan untuk merangsang indera perasa yang dimilikinya.

#5. Upacara Samadiyah

Upacara Samadiyah
Sumber: bakata.net

Upacara dari Aceh yang bertujuan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal adalah upacara samadiyah.

Pelaksanaannya sendiri berlangsung selama 7 hari berturut-turut setelah kematian almarhum dan dilaksanakan setelah bada’ Maghrib atau Isya.

Malam pertama biasanya dilaksanakan di Meunasah (masjid/mushola/surau) setelah sholat Maghrib berjamaah.

Kemudian setelah hari ke 3 hingga hari ke 7 pelaksanaannya dilakukan langsung di rumah duka.

Setiap orang yang menghadiri acara tersebut akan diberikan bingkisan saat acara telah berakhir. Sebelum pulang, biasanya para tamu juga akan disuguhi dengan hidangan makan malam.

Puncaknya pada hari ke 7 karena pada hari itu banyak sanak keluarga dan kerabat datang untuk mendoakan orang yang barusan meninggal tersebut.

#6. Upacara Meugang

Upacara Meugang
Sumber: bandaacehkota.go.id

Di antara upacara adat lainnya di Aceh, mungkin upacara adat meugang merupakan tradisi yang paling unik dan menarik.

Ketika berlangsung nya acara meugang, seisi dalam rumah akan dipenuhi dengan aroma masakan daging sapi atau kambing.

Nantinya masakan daging ini akan dibagikan ke anak yatim piatu dan kaum dhuafa, tak lupa juga dibagikan kepada keluarga yang mengadakan acara ini.

Pelaksanaannya sendiri biasanya pada hari-hari sebelum memasuki bulan Ramadhan, dan juga pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

#7. Upacara Sumang

Upacara Sumang
Sumber: blogmasadi.com

Tradisi ini berasal dari suku Gayo dan merupakan bagian dari budaya suku Gayo yang sudah masuk ke dalam kehidupan sosial.

Tradisi suku Gayo ini bertujuan untuk mendidik manusia agar memiliki perilaku dan akhlak yang baik. Supaya dia dapat bermanfaat ketika berada dalam lingkungan kehidupan bermasyarakat.

#8. Upacara Jakba Tanda

Upacara Jakba Tanda
Sumber: popbela.com

Jakba Tanda merupakan acara lanjutan dari acara lamaran bagi sang calon pria dan keluarganya. Masyarakat Aceh biasanya menyebut acara ini dengan istilah Ba Ranup.

Akan ada acara “peukong haba” atau pertemuan antar keluarga untuk membahas “meugatib” yang merupakan waktu tanggal pernikahan dilakukan.

Dalam pertemuan juga akan membahas jumlah undangan yang disebar hingga mahar yang dibutuhkan.

Ketika berlangsungnya acara, keluarga laki-laki akan membawa sebuah makanan tradisional Aceh “koneng”, buah-buahan dan perhiasan. Acara jakba tanda diperkirakan telah mendapat pengaruh dari Arab dan India.

#9. Upacara Meugatip

Upacara Meugatip
Sumber: milenialjoss.com

Upacara meugatip dilaksanakan setelah berakhirnya upacara jakba yang ditandai dengan kesepakatan yang berlangsung pada acara “peukong haba”.

Jalannya upacara ini sendiri dilakukan dengan cara sang mempelai pria menjemput mempelai wanita untuk melakukan prosesi pernikahan secara agama.

#10. Upacara Meukerija

Upacara Meukerija
Sumber: milenialjoss.com

Upacara meukerija (Wo Linto) sendiri dilaksanakan setelah prosesi meugatip telah selesai. Pada tahap ini akan diadakan sebuah penyambutan linto baro dari pihak mempelai pria.

Waktu pelaksanaan biasanya berlangsung selama beberapa hari setelah akad nikah digelar.

#11. Upacara Khanduri Pang Ulee

Upacara Khanduri Pang Ulee
Sumber: wasatha.com

Khanduri Pang Ulee merupakan sebuah tradisi khas Aceh yang bertujuan untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Para ibu-ibu biasanya akan menyiapkan terlebih dahulu makanan dan kue-kue yang nantinya akan dibawa ke masjid atau tempat yang telah ditentukan.

Setiap tikar yang tersedia biasanya sudah tersedia gempong, yaitu nama-nama setiap orang dan para tamu dipersilahkan duduk sesuai gempongnya.

Terdapat keunikan pada acara ini yaitu jika makanan yang tersaji masih tersisa, para tamu diharuskan untuk membawanya pulang.

#12. Upacara Peudab Jambo

Upacara Peudab Jambo
Sumber: milenialjoss.com

Jika dalam pengertian dalam bahasa Jawa adalah pasang tarub, peudab jambo merupakan tradisi mendekorasi tempat untuk nantinya dibuat pesta.

Pelaksanaanya sendiri biasanya pada hari ke-7 sebelum acara akad nikah digelar dan dikerjakan oleh kaum pria.


Semoga pada ulasan artikel diatas dapat menambah wawasan pengetahuan tentang pemahaman budaya lebih jauh lagi.

Terlebih lagi bisa memotivasi Anda untuk lebih melestarikan kebudayaan seperti upacara adat yang ada pada saat ini.