Upacara Adat Sunda

Upacara Adat Sunda – Sunda adalah suku yang mendiami sebagian daerah di Jawa Barat. Suku Sunda sendiri memiliki beragam upacara adat yang masih dipertahankan dan dilestarikan hingga saat ini.

Salah satu upacara adat tersebut adalah upacara adat seren taun yang dapat kita jumpai di daerah Kuningan, Jawa Barat.

Tujuan diadakannya upacara adat seren taun ini adalah untuk mensyukuri hasil panen yang diperoleh. Untuk ulasan lebih lengkapnya bisa Anda lihat pada pembahasan berikut ini.

A. Upacara Adat Seren Taun

Sebuah upacara adat bernama seren taun adalah upacara adat yang berasal dari Sunda. Sedikit rangkuman diatas telah memberitahu kita bahwa upacara adat ini lebih ditujukan ke bidang pertanian.

Karena masyarakat Sunda mengadakan upacara adat ini adalah untuk mensyukuri hasil panen yang mereka dapatkan.

Tak hanya bersyukur, banyak dari masyarakat juga berdoa agar di tahun-tahun berikutnya panen yang mereka dapatkan bisa semakin meningkat.

Ketika upacara adat seren taun berlangsung, banyak dari masyarakat yang tidak berasal dari Sunda namun masih tetap mengikuti jalannya acara.

Etnis yang dimaksud yaitu seperti masyarakat beretnis Flores, Dayak, hingga Baduy. Walaupun berbeda etnis dan suku ternyata jalannya upacara adat ini masih tetap ramai dan berlangsung meriah.

Hal ini menunjukkan bahwa banyak suku dari Indonesia yang masih menjunjung tinggi kerukunan antar etnis dan suku walau berbeda-beda.

Ini sangat sesuai dengan isi semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berisi bahwa walau kita berbeda suku, ras maupun etnis.

Namun kita akan tetap selalu dalam satu kesatuan yaitu kesatuan yang sebangsa dan setanah air, tanah air Indonesia.

B. Waktu Pelaksanaan Seren Taun

Waktu Pelaksanaan Seren Taun

Upacara adat seren taun ini dilakukan setiap memasuki anak tanggal ke-22 di bulan Rayagung. Bulan Rayagung adalah bulan terakhir dalam penanggalan Sunda.

Sebelum memasuki tanggal 22, masyarakat Sunda akan mengadakan upacara Ngajayak terlebih dahulu yang berlangsung pada tanggal 18.

Dipilihnya angka 18 juga bukan tanpa alasan, sebenarnya ada makna dibalik angka 18. Dalam pengucapan bahasa Sunda, “delapan welas” adalah pengucapan untuk angka 18.

Dalam pengucapan tersebut terdapat kata welas, yang mengacu pada kata welas asih. Welas asih diartikan sebagai cinta dan kasih sayang Tuhan yang telah memberikan kehidupan kepada setiap jiwa-jiwa di bumi.

Sementara itu, pemilihan tanggal 22 pada puncak upacara adat Seren Taun juga memiliki arti khusus. Angka 22 terbagi menjadi dua bilangan yaitu 20 dan 2.

Pada acara puncak ini akan disiapkan 22 kuintal padi yang mana akan ditumbuk pada acara tersebut.

Namun, dalam rangkaian acara ini, hanya dibutuhkan 20 kuintal padi yang akan ditumbuk, karena 2 kwintal sisanya ini akan dibagikan kepada masyarakat.

Padi 2 kwintal ini nantinya juga bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai bibit yang siap untuk ditanam kembali. Adapun 20 kuintal padi yang ditumbuk ini melambangkan unsur anatomi pada dalam diri manusia.

1. Unsur Anatomi Manusia

Anatomi ini didasarkan pada berat padi (20 kwintal) yang digunakan dalam upacara adat seren taun.

  1. Getih atau darah
  2. Daging
  3. Bulu
  4. Kuku
  5. Rambut
  6. Kulit
  7. Urat
  8. Polo atau otak
  9. Bayah atau paru
  10. Ari atau hati
  11. Kalilipa atau limpa
  12. Mamaras atau maras
  13. Hampedu atau empedu
  14. Tulang
  15. Sumsum
  16. Lamad atau lemak
  17. Gegembung atau lambung
  18. Peujit atau usus
  19. Ginjal
  20. Jantung

Berbagai unsur di atas merupakan rangkaian jasmani dan rohani yang terdapat dalam tubuh dan merupakan struktur hidup kita.

Tubuh manusia ini juga akan menjelma dan terbagi kedalam 3 bagian yang berbeda, yaitu:

  • jirim (tubuh)
  • jisim (hati nurani)
  • pengakuan (aku)

2. Urutan Upacara Adat Seren Taun

Seperti pada penjelasan sebelumnya, pada tanggal ke-18 bulan Rayagung merupakan awal dari acara seren taun diadakan.

Acara pertama pada hari itu adalah upacara Ngajayak atau bisa disebut dengan menjemput padi. Daerah Kuningan merupakan daerah yang sebagian besar wilayahnya merupakan daerah pertanian.

Yang membuat banyak dari masyarakat Kuningan menganggap padi merupakan sebuah simbol dari kemakmuran.

Setelah upacara pembukaan pada tanggal 18 selesai, maka puncak acaranya adalah penumbukan padi yang diadakan pada tanggal 22.

Padi sebelum dirembuk akan dibagi kedalam 2 bagian, seperti yang dijelaskan pada ulasan sebelumnya.

Selain dua acara sakral tersebut, pada puncak acara juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan hiburan. Acara ini juga akan disuguhkan dengan hiburan yang menceritakan kisah-kisah klasik sastra Sunda.

Penyajian cerita klasik ini biasanya berupa pantun yang menyuguhkan kisah perjalanan Pwah Aci Sahyang Asri.

3. Pelaksanaan Acara Seren Taun

Untuk laki-laki pelaksanaan acara ini adalah dengan membawa tanaman padi yang dikaitkan pada sebuah rengkon atau bambu berlubang.

Setelah padi sudah terikat pada rengkon, maka selanjutnya akan diangkat dan di bawa menuju lumbung. Sedangkan untuk perempuan adalah dengan meletakkan tanaman padi pada sebuah tampah.

Cara membawanya bisa diletakkan diatas kepala atau di pegang dengan menggunakan kedua tangan.

C. Gambaran Upacara Adat Seren Taun

kuningankab.go.id
infobudaya.net
agendaindonesia.com
beritainspiratif.com
khairulleon.com

Nah, itulah upacara adat sunda yang masih dipertahankan dan dilestarikan hingga sekarang.

Upacara adat seren taun merupakan agenda tahunan masyarakat sunda untuk mensyukuri apa yang telah diperoleh, seperti keberhasilan panen.

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, silahkan Share ke teman-teman Anda.